BELI BUKU DARI LUAR NEGERI

Sejak Working From Home (WFH), banyak sekali informasi yang saya dapatkan mengenai belanja online. Belanja kebutuhan sehari-hari misalnya, bisa belanja online dari Indomaret tanpa harus ke tokonya. Nah yang terbaru adalah belanja buku, tapi bukan dari toko online dalam negeri, melainkan dari toko online luar negeri.

Mungkin sudah banyak yang tahu kalau beli buku online dari luar negeri ya dari Amazon aja. Betul! Amazon memang murah, tapi ongkirnya itu loh yang gak nahan. Bukunya mungkin hanya dua hingga tiga dolar, tapi ongkirnya bisa dua puluh dolar. Jadinya kan kagak murah ya.

Lalu dapat info lagi ada dua toko online lain yang juga jualan buku dengan memberikan gratis ongkir tuk kirim ke seluruh dunia. Harga bukunya tentu sudah termasuk ongkir, jadi gak murni harga bukunya doank. Namun bisa dibilang harganya sangat kompetitif.

Ada sebuah website yang memberikan analisa kalau beli bukunya hanya satu buah di dua toko online ini, maka jatuhnya lebih murah daripada beli di Amazon. Tapi kalau beli bukunya lusinan, ya lebih murah di Amazon, kan ongkirnya gak langsung naik berlipat seiring dengan jumlah buku yang dibeli.

Dua toko online yang saya maksud adalah Book Depository dan Better World Books. Alamat webnya tinggal tambahkan dot com aja di kedua nama di atas.

Book Depository (BD) hanya menjual buku baru. Walaupun harga sudah termasuk ongkir, tapi seringkali ada diskon yang besarnya lumayan. Kalau dibandingkan dengan pameran buku Big Bad Wolf (BBW) yang suka ada di Indonesia, maka, bila sama-sama diskon, harga buku di BBW hanya lebih murah sekitar 20% daripada BD. Artinya untuk kondisi normal tanpa harus menunggu BBW berikutnya, harga buku di BD bisa dibilang cukup murah.

Better World Books (BWB) juga menjual buku bekas selain buku baru. Kondisinya very good dan good. Artinya masih layak untuk dibaca. Nah buku kalau udah bekas kan harganya jadi gak jelas ya. Bisa murah banget atau ya tetep mahal, terutama buku-buku textbook. Namun kebanyakan ya jadi murah banget.

BWB menjual buku bekas mulai dari tiga setengah dolar, ini klaimnya, karena saya ketika cari buku-buku bekasnya paling murah yang ketemu adalah enam dolar. Tapi ya itu udah murah juga sih, mengingat sudah termasuk ongkir dari Amerika atau United Kingdom (UK).

Rata-rata buku bekas yang populer harganya sekitar tujuh hingga dua belas dolar. Masih tergolong murah, buku impor dengan harga di bawah Rp 200 ribu tanpa harus menunggu BBW.

Akhir Juli lalu saya pun mencoba membeli sebuah buku dari BWB. Judulnya Business Model Generation karya Alexander Osterwalder terbitan tahun 2010. Buku yang saya beli kondisinya bekas dan good. Dijual sekitar $12 atau sekitar Rp 180 ribuan, sudah termasuk ongkir dari UK.

Di BD harga buku itu dengan kondisi baru dan sedang promo diskon 30%, harganya sekitar Rp 350 ribu. Sebagai perbandingan lain, di Gramedia, buku yang sama dengan terjemahan Bahasa Indonesia dijual Rp 200 ribu dalam kondisi baru tanpa diskon. Di Tokopedia buku terjemahan tersebut dijual Rp 150 ribuan dengan klaim buku ORI

Artinya Rp 180 ribuan yang saya bayar untuk buku bekas plus ongkirnya adalah harga yang cukup kompetitif, malah bisa dibilang hampir sama dengan harga buku terjemahannya, padahal saya mendapatkan buku bahasa aslinya dan yang pasti buku ORI, bukan buku KW.

Namun karena ongkirnya gratis (karena sudah termasuk di harga buku) dan dunia saat ini sedang pandemi covid-19, maka buku saya baru sampai di rumah pada pertengahan September ini atau baru beberapa hari yang lalu sebelum saya menulis cerita ini.

Malah sempat dari BWB-nya uang yang saya bayarkan dikembalikan lewat akun yang saya gunakan untuk membayar, karena menurut mereka jika sudah sampai satu bulan lebih satu pekan tidak sampai, artinya mereka tidak mengharapkan bahwa bukunya akan sampai. Oleh karena itu mereka langsung refund uang saya, dan ternyata buku sampai satu pekan setelah refund.

Saya pun lapor kepada mereka ketika bukunya sampai dan melakukan pembayaran kembali lewat akun paypal BWB setelah saya memastikan ke bank saya bahwa transaksi saya sudah direfund oleh BWB.

Done, transaksi selesai, saya mendapat buku secara halal.

Lalu bagaimana bea masuk buku? Apa sudah termasuk dalam ongkir? Sayangnya tidak!

Di paket yang saya terima, ada kolom mengenai barang dan harga yang harus diisi oleh pengirim. Di kolom barang diisi dengan book (buku). Di kolom harga diisi dengan $5.

Saat buku diantar ke saya oleh Pos Indonesia, ada tagihan bea masuk yang harus saya bayar sebesar Rp 24 ribu. Rinciannya:

Bea masuk: Rp 6 ribu
PPN impor: Rp 8 ribu
Bea admin: Rp 10 ribu

Darimana hitungan Bea masuk dan PPN impor? Kalau bea admin mah jelas ya, pasti akan selalu Rp 10 ribu.

Seperti kita ketahui, di awal tahun ini Menteri Keuangan Republik Indonesia baru mengeluarkan aturan mengenai batas maksimal harga barang yang bebas bea masuk yaitu di harga $3 atau sekitar Rp 45 ribu rupiah. Sebelumnya di harga $75 atau Rp 1,12 juta.

Nilai barang di bawah Rp 45 ribu akan mendapatkan fasilitas gratis bea masuk. Di atas nilai itu akan terkena bea masuk dengan rate 7,5% dari harga barang.

Karena buku yang saya beli ditulis seharga $5 atau setara dengan Rp 75 ribu, maka bea masuknya 7,5% dari Rp 75 ribu atau Rp 5.625 dan dibulatkan menjadi Rp 6 ribu. Apakah buku saya termasuk buku yang mendapatkan fasilitas bebas bea masuk? Nyatanya tidak!

Lalu bagaimana menghitung PPN impor? Ya jumlahkan saja harga barang plus bea masuk. Rp 75 ribu ditambah Rp 6 ribu atau Rp 81 ribu. Dikali 10% jadi Rp 8.100 atau dibulatkan menjadi Rp 8 ribu.

Artinya secara keseluruhan saya harus membayar Rp 180 ribu + Rp 24 ribu = Rp 204 ribu untuk mendapatkan buku impor tersebut sampai ke rumah saya. Tambahan sekitar 13% adalah perkiraan harga yang saya harus tambahkan saat membeli buku kembali untuk kedua kali, ketiga kali dan seterusnya di toko online luar negeri tersebut.

Saya membayar hanya 13% tambahan karena tertolong oleh harga yang disebutkan oleh BWB hanya harga buku, tidak termasuk ongkir, walaupun harga di webnya tidak ada breakdown porsi ongkirnya berapa. Ini saja sudah cukup menghemat lebih dari 50% untuk dasar pembayaran bea masuk.

Kalau misalnya BWB menuliskan harga buku sesuai dengan yang saya bayar, maka total bea masuk yang saya bayar bisa meningkat hingga lebih 18% dari harga beli saya.

Bagaimana rinciannya?

Harga Rp 180 ribu.

Bea masuk: 7,5% x Rp 180 ribu = Rp 13.500
PPN : Rp 180 ribu + Rp 13,5 ribu = Rp 193,5 ribu x 10% = Rp 19,4 ribu atau Rp 20ribu.
Administrasi: Rp 10 ribu
Total: Rp 43.500

Porsi biaya bea masuk 24% dari harga karena ada biaya administrasi.

Lumayan! Yang tadinya hanya bayar Rp 180 ribu, akhirnya harus membayar Rp 223.500. Jadi lebih mahal daripada harga buku terjemahan, walaupun masih lebih murah daripada beli baru.

Jadi bagi yang ingin beli buku dari luar negeri, maka harus mempetimbangkan

  1. Waktu kirim yang sangat lama, kecuali kalau mau membayar ongkos kirim yang tidak murah. Rata-rata waktu kirim dari luar negeri menurut web toko online adalah 1 bulan atau kurang. Namun karena saat ini sedang pandemi covid-19, lebih baik ekspektasinya menjadi 2 bulan supaya tidak kecewa.
  2. Pilih penjual yang kredibel. BWB menurut saya adalah penjual yang kredibel. Dia mau memberikan refund kepada buyer yang belum menerima kirimannya. Hal itu dilakukan karena dia tidak bisa tracking perjalanan bukunya karena memang tipe kiriman yang dipilihnya tidak menyediakan fitur tersebut dan dia menjamin bahwa pembeli merasa puas dengan layanannya. Ketika membeli buku di BWB, satu hari kemudian sudah ada notifikasi lewat email bahwa buku sudah dikirimkan.
  3. Perkiraan biaya bea masuk hingga 25% dari harga yang dibayarkan ke penjual. Jangan lupa invoicenya disimpan minimal di email sehingga ketika perhitungan bea masuknya tidak masuk akal minimal kita dapat melaporkan hal tersebut ke kantor bea cukai setempat walaupun saya tidak mengerti juga bagaimana lapornya.

Jadi bagi yang senang dengan buku-buku impor, apalagi yang cuma mau beli satu atau dua buah buku, mungkin BD dan BWB bisa menjadi alternatif pilihan selain Amazon yang sudah terkenal itu.

Selamat berburu buku!

KABAR GEMBIRA, INDONESIA BERPELUANG BESAR MENJADI JUARA DUNIA

Selain bidang olahraga bulutangkis, rasanya Indonesia tidak pernah menjadi juara dunia di bidang lain. Namun kali ini tampaknya berubah. Dari data yang ada dan dukungan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, mungkin hanya butuh satu sampai dua bulan lagi, Indonesia akan menjadi juara dunia.

Juara dunia bidang apa? Tentu dalam jumlah rakyat yang positif dan meninggal karena Covid-19. Terbanyak di seluruh dunia.

Kenapa bisa jadi juara dunia? Padahal hari ini saja, Selasa 24 Maret 2020, jumlah yang positif Covid-19 baru 686 orang dan yang meninggal baru 55 orang.

Coba kita lihat statistiknya! Perbandingan jumlah meninggal dan jumlah yang positif Covid-19 adalah 8,02%. Bahkan kalau dilihat dari hasil akhir penderita Covid-19, yang antara sembuh atau meninggal, jumlah yang meninggal mencapai 65% dari keseluruhan.

Continue reading

SUNATULLAH AIR MEMANG MASUK KE TANAH

Saya baru dengar inovasi dari seorang calon gubernur, bahwa air itu Sunatullah-nya masuk ke tanah. Ini adalah pernyataan yang kocak, karena banjir di Jakarta solusi terbaiknya adalah memuluskan aliran kali yang mampet ke laut sehingga daerah sekitar sungai tidak terkena dampak banjir.

Mungkin itu pikiran yang ada di kebanyakan orang, baik pemilih gubernur yang sekarang, pemilih gubernur yang sebelumnya atau bukan warga DKI, tapi ikutan komen di keseruan pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu.

Air masuk ke tanah seperti menjadi hal yang menggelikan. Karena kita sama-sama tahu kalau di Jakarta hampir semua permukaan tanahnya telah tertutup semen, aspal dan gedung-gedung bertingkat.

Jadi air masuk tanah sebagai solusi seakan-akan mengubah secara radikal tata kota Jakarta dan tidak masuk akal untuk dapat menangani banjir secara optimal.

Apalagi di periode gubernur yang sebelumnya, dan juga sebelumnya, sangat digiatkan kegiatan pembersihan sungai yang dinamakan normalisasi sungai. Dampaknya pun signifikan.

Continue reading

CERITA BANJIR JAKARTA

31 Desember 2019 malam.

Saya baru saja pulang kantor karena hari itu secara mengejutkan tidak ada dispensasi sama sekali dari kantor. Semua orang pulang normal, bahkan beberapa pulang agak telat karena masih ada kerjaan yang harus dikerjakannya menjelang tahun baru.

“Tanggung!”, kata teman kantor saya ketika saya ajak pulang ketika sudah menjelang waktu Maghrib.

Sesampainya saya di rumah, seluruh keluarga sudah berkumpul. Makanan sudah disiapkan oleh istri dan ibu mertua saya. Kami hanya tinggal perlu menyantapnya sambil menikmati film bioskop televisi di malam tahun baru.

Kami memang tidak ke mana-mana saat malam tahun baru. Apalagi malam itu hujan cukup lebat.

“Kira-kira yang ikutan acara tahun baru di monas bubar apa gak ya?”, demikian pikir saya sekilas dan kembali fokus ke film bioskop yang ada di televisi.

Pukul 10 malam seluruh acara televisi isinya menyambut tahun baru. Saya pun mulai siap-siap tidur. Hujan turun dengan beberapa kali dalam intensitas tinggi.

“Enak ya malam-malam hujan, jadinya kan dingin dan gak terlalu butuh AC di kamar”, pikir saya.

Continue reading

DIPAKSA JAGO

Tahun 2019 ini dimulai dengan kejutan yang terjadi di dunia persepakbolaan Asia. Qatar untuk pertama kalinya tampil menjadi juara di ajang Piala Asia dan di final mengalahkan negara tersukses di Asia yaitu Jepang dengan skor 3-1.

Dulu kesebelasan Qatar hanya menjadi kasta kelas dua di timur tengah maupun di Asia.

Kenapa kelas dua? Karena masih ada kelas tiga seperti Indonesia dan kelas empat seperti Hong Kong.

Lalu siapa kelas satunya?

Di timur tengah ada Saudi Arabia dan Iran. Irak juga.

Di level asia ada dua raksasa Jepang dan Korea ditambah satu pendatang baru, Australia.

Kemudian di awal tahun dua ribu belasan, Qatar nekat untuk mendaftar menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Tak tahunya kenekatan itu berbuah hasil. Qatar pun berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya tuk menjadi tuan rumah piala dunia 2022.

Bagi pengamat sepakbola amatiran seperti saya, langkah Qatar menjadi tuan rumah piala dunia 2022 adalah semata-mata untuk mendapatkan tiket gratis piala dunia, dimana Qatar belum pernah masuk ke piala dunia sebelumnya. Qatar sendiri tidak pernah dikenal sebagai negara yang kuat kultur sepakbolanya walaupun tidak jelek-jelek amat mainnya.

Namun Qatar pun membuktikan kualitasnya.

Continue reading

Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 9

Berinteraksi di Tanah Suci

Pergi ke tanah suci adalah pergi ke negeri orang. Budaya, bahasa, kebiasaan dan juga cuaca bisa jadi berbeda dengan tempat anda berada. Bahkan bisa jadi juga berbeda dengan negeri orang yang sudah pernah anda kunjungi. Jadi persiapkan dahulu diri anda sebelum berkunjung ke tanah suci, minimal sama dengan anda mempersiapkan diri untuk berkunjung ke negeri orang.

Pertama masalah bahasa. Di negara Saudi Arabia, penduduk lokalnya sangat fasih berbahasa arab namun jarang yang bisa Bahasa Inggris atau Indonesia secara benar. Memang banyak yang bisa berbahasa Indonesia, namun kebanyakan mereka ada pedagang yang tahu bahwa banyak calon konsumennya dari Indonesia.

Jika anda ke tanah suci hanya ingin berinteraksi dengan pedagang di sana, maka modal dapat berbahasa Indonesia sudah cukup. Mereka mengerti mengenai angka dan beberapa kata bahasa Indonesia. Continue reading

VISA PROGRESIF

Januari 2019 lalu saya umroh. Itu merupakan umroh kedua saya setelah sekitar 10 bulan sebelumnya saya juga sudah melaksanakan umroh. Tentu saja saya terkena kewajiban yang disebut orang sebagai visa progresif.

Apa itu visa progresif?

Visa progresif adalah nama yang diberikan oleh kebanyakan orang Indonesia, termasuk dari travel umroh yang memberangkatkan anda ke tanah suci. Padahal kalau ditanya ke kedutaan Saudi Arabia, mereka sendiri tidak mengenal visa progresif.

Ah masa sih? Buktinya apa?

Silakan search di internet, web-web resmi yang berkaitan dengan visa Saudi Arabia, apakah ada yang namanya visa progresif? Pasti tidak ada!

Lalu apa itu visa progresif?

Visa progresif adalah biaya visa normal yang dikenakan kepada setiap orang yang bukan berkewarganegaraan Saudi Arabia atau tidak memiliki ijin tinggal di Saudi Arabia yang akan memasuki negara tersebut.

Jadi kalau mau pergi ke Saudi Arabia, apa pun kepentingannya, apakah haji, umroh, kerja atau sekedar menjadi turis, maka akan terkena biaya visa normal ini.
Dahulu, khusus untuk haji dan umroh tidak terkena biaya visa ini. Soalnya bagi jamaah yang ingin haji dan umroh dianggap sebagai tamu Allah dan tamu Allah tidak dikenakan biaya apa pun jika hanya ingin masuk negara Saudi Arabia.

Perlahan-lahan kebijakan negara Saudi Arabia pun berubah seiring seringnya orang bolak-balik mengerjakan haji dan umroh. Dari mana pemerintah Saudi Arabia mengetahui bahwa ada orang yang bolak-balik haji dan umroh? Ya gampang saja, dari nomor paspor orang yang masuk ke negara tersebut.

Awalnya dikenakan visa progresif adalah bagi orang yang haji dan umroh dua kali atau lebih dalam tahun yang sama, atau dalam dua tahun berurutan. Kalau jaraknya sudah lebih dari dua tahun, maka tidak lagi terkena visa progresif. Untuk visa yang semacam ini, cocok disebut progresif, karena biasanya progresif terkena akumulasi dalam kurun waktu tertentu, dalam hal ini satu atau dua tahun masa haji atau umroh.

Visa progresif yang dikenakan pun tidak membuat orang jera dan malah menyiasati dengan mengatur keberangkatan haji dan umrohnya selang dua tahun sekali agar tidak terkena visa progresif. Masih banyak orang yang bolak-balik haji dan umroh, walaupun tidak sesering sebelumnya.

Akhirnya di tahun 2017 diberlakukanlah kebijakan untuk memberlakukan biaya visa normal bagi siapa pun yang bukan warga negara Saudi Arabia atau tidak memiliki ijin untuk tinggal di Saudi Arabia, untuk keperluan apa pun, yang ingin masuk ke negara Saudi Arabia. Khusus untuk haji dan umroh diberikan dispensasi visa gratis untuk kunjungan pertamanya dan hanya pertamanya.

Haji dan umroh memiliki visa terpisah, sehingga bisa untuk kunjungan haji pertama dan umroh pertama.

Dengan demikian kunjungan kedua, ketiga dan seterusnya walaupun dilakukan dalam selang waktu 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun atau bahkan 50 tahun akan terkena kewajiban membayar visa normal yang saat ini nilanya SAR 2000 (dua ribu riyal) atau sekitar Rp 7,5 juta hingga Rp 8 juta tergantung kurs yang berlaku saat itu.

Sewaktu tahun 2017 yang menjadi kontrol bahwa orang tersebut melakukan haji atau umroh yang kedua kali sejak tahun 2017 adalah nomor paspor. Bila seseorang menggunakan nomor paspor yang sama untuk dua kali atau lebih melakukan kunjungan ke Saudi Arabia, sudah pasti terkena visa normal. Bila paspornya sudah keburu ganti karena habis buku atau habis masa berlaku atau ganti karena alasan apa pun, maka dia kembali dianggap melakukan kunjungan pertama kali baik untuk haji maupun umrohnya dan bebas dari kewajiban membayar visa normal.

Lagi-lagi banyak orang yang menyiasati aturan ini dengan mengganti paspor sesaat sebelum pengurusan visa umroh atau haji dan bebas dari kewajiban membayar visa normal. Biasanya ganti paspornya dari paspor biasa menjadi paspor e-paspor. Walaupun e-paspor lebih mahal, namun lumayan menghemat jutaan rupiah daripada harus membayar visa masuk Saudi Arabia.

Lalu di awal tahun 2019 ini, pemerintah Saudi Arabia makin pintar dan meminta untuk melakukan rekam biometrik sebelum pengajuan visa umroh. Dengan demikian, biarpun paspornya telah ganti puluhan kali, tapi selama biometriknya telah berhasil direkam, maka untuk kunjungan haji atau umrohnya yang kedua, akan tetap terkena kewajiban membayar visa.

Rekam biometrik ini lah yang akhirnya dipermasalahkan oleh anggota dewan yang terhormat dan meminta kepada kedutaan Saudi Arabia untuk menghentikan kegiatan rekam biometrik yang membebankan biayanya kepada jamaah. Entah bagaimana akhirnya wacana ini, apakah pemerintah kita berhasil menghentikan proses rekam biometrik atau proses tersebut terus berlangsung karena memang harus mengikuti aturan dari dalam negeri negara Saudi Arabia.

Lalu adakah celah saat ini untuk bebas dari visa progresif atau minimal kewajibannya tidak sebesar Rp 7,5 juta atau Rp 8 juta tersebut?

Bagi yang pernah umroh antara tahun 2017 hingga sebelum Januari 2019, maka lakukan saja siasat mengganti paspor sebelum mengajukan visa umroh. Pastilah tidak terkena visa progresif karena untuk data sebelum Januari 2019 masih mengandalkan nomor paspor sebagai kontrolnya.

Tapi bagi yang sudah pernah umroh setelah Januari 2019 maka tidak ada jalan lain selain membayar sebesar SAR 2000. Jika ingin lebih murah, maka bisa diwujudkan bila kurs rupiah menguat terhadap riyal.

Bagaimana caranya rupiah menguat terhadap riyal?

Gampang saja, kurs riyal itu berbanding lurus dengan kurs dolar. Bila dolar menguat terhadap rupiah, maka riyal pun menguat terhadap rupiah. Bila dolar melemah terhadap rupiah, maka riyal pun melemah terhadap rupiah.

Ngerti kan maksudnya? Untuk melemahkan riyal, ya lemahkan saja dolar terhadap rupiah!

Bagaimana caranya rupiah menguat terhadap dolar?

Nah untuk ini ada rumusnya. Namun rumus umumnya seperti ini:

Dolar akan menguat ketika dolar banyak pergi keluar negara Indonesia, sehingga dolar di Indonesia sedikit. Karena jumlahnya sedikit maka dolar mahal dan menguat.

Dolar akan melemah ketika dolar banyak masuk ke negara Indonesia, sehingga dolar di Indonesia banyak. Karena jumlahnya banyak maka dolar murah dan melemah.

Kalau dari ilmu ekonomi, dolar banyak pergi keluar negara Indonesia saat negara kita melakukan impor barang dari luar negeri. Sebaliknya, bila dolar banyak masuk ke negara Indonesia, maka saat itu negara kita melakukan ekspor barang ke luar negeri.

Dari catatan nilai ekspor dan impor negara Indonesia dua tahun terakhir yang saya ambil dari link https://id.tradingeconomics.com/indonesia/current-account
menjelaskan bahwa nilai transaksi berjalan Indonesia sejak tahun 2016 hingga awal tahun 2019 selalu mengalami defisit. Itu artinya dalam dua tahun terakhir ini lebih banyak barang impor yang masuk ke negara kita daripada negara kita ekspor barang ke luar negeri.

Defisit transaksi berjalan terjadi karena kebijakan dari pemerintah. Kebijakan pemerintah yang lebih pro kepada konsumsi daripada pro kepada produksi membuat nilai impor selalu lebih besar daripada ekspor.

Apa saja barang-barang yang diimpor dari kebijakan pemerintah? Banyak! Lihat saja di media online, koran-koran atau berita televisi. Tak perlu lagi disebutkan satu-satu di sini.

Lalu bagaimana caranya agar ekspor lebih besar daripada impor ke depannya?

Ya mumpung tahun 2019 adalah tahun pemilu, pilihlah pemimpin yang tidak pro impor! Pilih pemimpin yang pro kepada pengembangan usaha. Mulai dari pengusaha kecil hingga menengah.

Para pengusaha tersebut nantinya akan lebih banyak menghasilkan produk-produk berkualitas yang bukan hanya dijual di dalam negeri, tapi juga dapat diterima di luar negeri.

Bagi produk-produk yang biasa diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sudah saatnya pemerintah menargetkan swasembada. Petani-petani dan produsen pangan lainnya diberikan kemudahan, pelatihan dan pendampingan agar produktivitasnya meningkat dapat menghasilkan produksi yang lebih banyak dan berkualitas.

Apakah ada pemimpin yang seperti itu di tahun 2019 ini?

Hanya anda yang dapat menjawabnya!

Misalkan nanti dolar jadi Rp 10.000 saja, dan riyal pun kira-kira sekitar Rp 2.500 (ketika dolar Rp 15.000, riyal Rp 4.000, perbandingan dolar dengan riyal hampir 4 banding 1), maka SAR 2000 nilainya menjadi sekitar Rp 5 juta. Lumayan menghemat Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta untuk keperluan haji dan umroh berikutnya.

Kan katanya kalau sudah pernah ke tanah suci pasti ingin balik lagi ke tanah suci.

Pilih pemimpin yang pro produksi dalam negeri, maka pergi ke tanah suci dan melepas rindu dengan dua masjid suci jadi lebih murah.

Masih mau bayar mahal untuk visa progresif?

PEMILU PILIH PARTAI?

S: “Dua setengah bulan lagi pemilu loh. Dah tahu mau milih siapa?”
T: “Lah kan jelas mau milih Pak **ow* nanti.”
S: “Bukan itu maksudnya. Yang pemilihan anggota dewan, mau milih siapa?”
T: “Ah pilih partai yang mendukung Pak **ow* aja.”
S: “Tapi kan sekarang pemilihannya serentak, pilih partai tidak mempengaruhi seorang calon presiden bisa maju atau tidak.”

T: “Iya sih, habis tidak ada yang kenal sih calonnya. Masih bisa kan pilih partai?”Perbincangan di atas benar-benar terjadi antara S (saya) dengan T (teman) saya beberapa waktu lalu. Pemilu kali ini walaupun tinggal dua bulan lebih sembilan hari lagi, tapi masih ada saja beberapa orang yang belum tahu akan memilih siapa nanti. Bukan pilihan presiden, tapi pilihan anggota dewan.

Pemilihan Presiden saya rasa sudah banyak orang menetapkan pilihan. Bagi para fans garis keras Jokowi, atau yang dikenal dengan sebutan Cheby, tentu sudah mengkampanyekan beliau untuk dua periode bahkan sejak beberapa tahun lalu. Kemungkinan besar, dengan probabilitas 99,99% akan memilih Pak Jokowi dalam pemilu 17 April 2019.

Bagi para fans garis keras Prabowo, atau bagian dari kaum Kempi, tentu sudah yakin bahwa Pak Prabowo lah yang mampu membawa negara kita menuju kemakmuran. Kemungkinan dengan probabilitas yang sama yaitu 99,99% akan memilih Pak Prabowo dua bulan lagi.

Masalahnya pemilu kali ini bukan hanya pemilihan presiden. Ada pemilihan anggota DPR RI, DPRD tingkat I, DPRD tingkat II dan DPD.

DPR RI, DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II calon anggotanya berasal dari partai. Ada 20 partai yang resmi terdaftar ikutan pemilu tahun 2019 ini. Empat partai di antaranya khusus berada di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 16 partai lain berada di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Khusus untuk DPD, calonnya tidak berasal dari partai. Calon DPD ini nantinya lebih dikenal sebagai senator daerah, yaitu orang yang benar-benar mewakili daerah atau provinsinya masing-masing.

Apakah kita sudah tahu mau pilih siapa di pemilu serentak nanti?

Paling tidak, apakah sudah tahu siapa-siapa saja calonnya?

Barangkali anda akan menjawab, “Ah saya mah pilih partai pendukung Pak **ow* aja! Supaya ketika dia menang nanti kebijakannya didukung oleh parlemen.”

Logika tersebut memang masuk akal. Tapi itu berlaku hanya sampai pemilu tahun 2014.

Kenapa hal tersebut sudah tidak berlaku lagi saat ini?

Karena ada tiga hal yang menyebabkan memilih calon hanya karena dari partai sudah ketinggalan jaman.

Pertama,
Memilih partai bukan untuk mendukung calon anda untuk maju jadi calon presiden.

Tentu hal ini sudah tahu kan ya?

Belum tahu juga?

Masa sih?

Jangan sampai anda mikir, “Saya bakal milih PDIP, karena nanti pasti PDIP mencalonkan Pak Jokowi jadi Presiden.”

Atau jangan pula kira-kira mengatakan seperti ini, “Saya mah pilih Gerindra aja. Gerindra menang kan Pak Prabowo Presiden.”

Untuk yang ini tidak perlu dijelaskan lagi ya…

Kedua,
Memilih partai bukan berarti memilih dukungan parlemen untuk presiden pilihan anda.

Ingat di jaman Pak SBY atau Pak Jokowi awal-awal menjadi Presiden? Apakah kedua presiden tersebut memiliki pendukung mayoritas di parlemen?

Pak SBY sewaktu menjadi presiden, partai pendukung terkuatnya, Partai Demokrat hanya memiliki tujuh persen suara nasional. Pak Jusuf Kalla, sang Wakil Presiden saat itu pun tidak didukung oleh partai yang menjadi tempatnya berlabuh, Partai Golkar. Sehingga praktis saat Pak SBY awal mula memerintah, dukungan parlemen kepadanya sangat minim.

Pak Jokowi pun saat awal menjadi presiden tidak memiliki dukungan mayoritas parlemen. Memang tidak sekecil dukungan parlemen pas jaman Pak SBY, tapi yang pasti bukan mayoritas. Malah pada awal mula ketika anggota dewan yang terhormat baru dilantik dan memilih pimpinannya, partai-partai pendukung Pak Jokowi tidak mendapatkan kursi-kursi strategis di parlemen.

Namun godaan kekuasaan sangat kuat, bahkan sangat menggiurkan. Perlahan tapi pasti, Pak SBY dan Pak Jokowi mendapatkan dukungan mayoritas parlemen tidak lama setelah memerintah. Malah kebanyakan dari partai-partai tersebut mendukung keduanya untuk maju dalam pemilihan presiden periode kedua.

Bisa saja saat ini partai yang anda pilih mendukung calon presiden pilihan anda. Namun bila calon presiden anda tidak terpilih, dan partai tersebut “butuh” untuk turut ikut andil mencicipi lezatnya kue kekuasaan, maka bisa saja kebijakannya partainya berubah menjadi mendukung calon presiden yang bukan pilihan anda.

Atau bisa jadi calon presiden pilihan anda menang dan partai yang anda pilih merupakan salah satu pendukung calon presiden anda. Lalu karena dinamika politik, partai yang anda pilih memiliki konflik dengan presiden terpilih, sehingga tidak merasakan lezatnya kue kekuasaan. Partai tersebut pun berganti arah menjadi oposisi untuk presiden terpilih.

Banyak contoh yang sudah terjadi dalam alasan pertama ini. Contoh yang paling jelas adalah Partai Golkar yang awalnya tidak mendukung Pak SBY dan Pak Jokowi di awal masa pemerintahannya, namun akhirnya mendekat dan menjadi pendukung kedua presiden tersebut.

Ketiga,
Memilih partai bukan berarti calon terbaik partai yang jadi anggota dewan.

Ingat ya, di pemilu itu memang ada dua pilihan agar coblosan anda nanti dianggap sah oleh panitia pemilu di dekat rumah anda.

Pilihan pertama adalah mencoblos partai, baik lambangnya, namanya, nomornya dan sesuatu yang menunjukkan bahwa posisi yang anda coblos pas kena ke partai tersebut.

Pilihan kedua adalah mencoblos satu nama di bawah lambang, nomor dan nama partai. Ada beberapa nama disertai nomor urut yang tersedia untuk dicoblos, dan selama anda mencoblos di dalam kotak yang menunjukkan nomor urut atau nama tersebut, maka coblosan anda sah. Malah sahnya dua kali, yaitu sah karena memilih nama disertai nomor urut calon anggota dewan dan sah karena sudah memilih partai.

Untuk pilihan pertama di atas, hasil coblosan anda hanya akan digunakan untuk menentukan jumlah kuota anggota dewan dari partai yang anda pilih. Misalkan kuota dari satu daerah pemilihan adalah 6 anggota dewan. Jumlah suara sah di daerah pemilihan tersebut adalah 600 suara. Artinya setiap satu anggota dewan mewakili 100 suara sah yang didapat dari 600 suara sah dibagi 6.
Jika partai yang anda pilih jumlah suaranya adalah 101 suara sah, maka partai tersebut berhak mendapatkan satu kursi anggota dewan. Namun siapa yang berhak dari beberapa nomor urut calon yang bersaing di partai tersebut?

Itulah gunanya memilih nama orang langsung. Bila memilih partai, maka suara kita hanya sampai hitungan 101 suara sah. Namun orangnya bukan kita yang milih, tergantung kepada calon mana dari 101 suara sah yang memperoleh suara sah terbanyak di partai tersebut. Dia lah yang kemudian berhak melenggang sebagai anggota dewan dari partai tersebut.

Jadi, bila kita memilih langsung nama orang dan nomor urutnya, maka pilihan kita akan masuk dalam dua hitungan. Hitungan pertama dari jumlah suara sah partai. Hitungan kedua dari jumlah suara sah calon yang kita pilih.

Sehingga bila kita semua memilih calon anggota dewan terbaik menurut kita, maka bisa saja nantinya anggota dewan akan diisi oleh orang-orang terbaik di negeri ini.
Tentu kita tidak mau lagi mendengar kata-kata dari anggota dewan seperti “ngeri-ngeri sedap” atau “masuk barang tuh”. Masih ingat kan?

Setelah ini lalu bagaimana?

Ya kenali calon anggota dewan di daerah pemilihan anda. Ada nama, foto bahkan biodata diri anggota dewan. Beberapa malah sudah menyesaki desa dan kota anda dengan spanduk dan stikernya. Beredar sejak mulai anda keluar rumah hingga anda masuk rumah lagi. Malah seringkali spanduk dan stikernya dipasang di pagar, pekarangan atau bagian lain dari rumah anda.
Tapi apakah itu cara terbaik mengenal calon terbaik anda?

Saya punya kabar gembira untuk yang tinggal di daerah pemilihan Jawa Tengah IX, Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal. Saya memiliki rekomendasi calon anggota dewan dari daerah pemilihan tersebut.

Namanya adalah Dr. Ir. HARRIS TURINO, M.Si.,M.M.

Doktor ekonomi jebolan Universitas Indonesia ini adalah pemegang rekor MURI untuk lulusan doktor ekonomi bidang manajemen stratejik tercepat se-Indonesia. Pengetahuannya tentang ekonomi tentu tidak perlu diragukan lagi karena sudah pasti setara dengan pengamat ekonomi senior Faisal Basri atau Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kemampuan kepemimpinannya sudah teruji dari sejak dia bergabung di kepolisian. Memang dia bukan polisi reserse yang menyelidiki kasus pembunuhan ataupun kasus korupsi. Dia adalah salah satu staf pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta, sekaligus menjadi dosen di berbagai perguruan tinggi dan saat ini menjabat sebagai ketua alumni Sekolah Tinggi Prasetiya Mulya, tempat Pak Basuki Tjahaja Purnama mengambil kuliah pasca sarjananya.

Doktor Harris Turino menjadi calon anggota DPR RI lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nomor urut 2.

Selain itu saya juga memiliki kabar gembira untuk anda yang bermukim di daerah pemilihan Jawa Barat VI, Kota Depok dan Kota Bekasi. Saya memiliki rekomendasi calon anggota dewan dari daerah pemilihan tersebut. Jika sebelumnya calon yang saya rekomendasikan adalah laki-laki dengan gelar doktor, maka calon yang satu ini adalah perempuan dengan gelar dokter.

Namanya adalah dr. SYAHNIDAR HELVIANI

Dokter umum jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ini sudah aktif berorganisasi sejak masih bersekolah di bangku SMP. Waktu itu organisasi yang diikutinya adalah Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Keahlian organisasinya makin terasah saat aktif ikut di berbagai organisasi saat masa kuliah.

Bakat kepemimpinannya pun juga teruji ketika pernah menjabat menjadi dokter tentara di Komando Distrik Militer (Kodim) Bekasi. Kebiasaan disiplin di ketentaraan terbawa dalam kehidupan sehari-harinya termasuk saat berorganisasi.

Sebagai praktisi di bidang kesehatan (dokter), dia sudah paham segala permasalahan yang dialami oleh masyarakat sebagai penerima jasa manfaat kesehatan dan juga para dokter sebagai pemberi jasa manfaat kesehatan.

Dokter Syahnidar Helviani menjadi calon anggota DPR RI lewat Partai Demokrat nomor urut 3.

Lalu bagaimana cara mengenal calon di daerah pemilihan anda?

Yang perlu dilakukan hanyalah akses website KPU. Lalu cari daerah pemilihan anda. Cari nama-nama calon yang menurut anda perlu anda telaah lebih lanjut rekam jejaknya. Kalau perlu, hubungi yang bersangkutan secara pribadi.

Bisa dari akun sosial medianya.

Bisa ngobrol dengannya, supaya tahu visi dan misinya.

Sedikit bocoran dari saya…

Bila calon yang anda ingin hubungi untuk ketemu langsung susah untuk dihubungi atau ditemui, maka apa jadinya bila saat dia terpilih nanti?

Jadi gunakan dua bulan ini sebaik-baiknya, temui sebanyak-banyaknya calon agar anda mengenal calon anda dan tidak ragu lagi dalam memilih dalam pemilu ini.

Masih pilih partai di pemilu kali ini?

Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 8

Berinteraksi di Tanah Suci

Pergi ke tanah suci adalah pergi ke negeri orang. Budaya, bahasa, kebiasaan dan juga cuaca bisa jadi berbeda dengan tempat anda berada. Bahkan bisa jadi juga berbeda dengan negeri orang yang sudah pernah anda kunjungi. Jadi persiapkan dahulu diri anda sebelum berkunjung ke tanah suci, minimal sama dengan anda mempersiapkan diri untuk berkunjung ke negeri orang.

Pertama masalah bahasa. Di negara Saudi Arabia, penduduk lokalnya sangat fasih berbahasa arab namun jarang yang bisa Bahasa Inggris atau Indonesia secara benar. Memang banyak yang bisa berbahasa Indonesia, namun kebanyakan mereka ada pedagang yang tahu bahwa banyak calon konsumennya dari Indonesia.

Jika anda ke tanah suci hanya ingin berinteraksi dengan pedagang di sana, maka modal dapat berbahasa Indonesia sudah cukup. Mereka mengerti mengenai angka dan beberapa kata bahasa Indonesia.

“Satu Real”

“Sepuluh Real”

“Lima puluh Real”

“Halal”, bila anda menawar harga yang dapat diterimanya

“Haram”, bila anda menawar harga yang tidak dapat diterimanya

“Bagus”

“Rafi Ahmad, Arifin Ilham, Ustad Maulana”, untuk memanggil laki-laki datang ke tokonya

“Syahrini, Ayu Ting-ting”, untuk memanggil perempuan muda ke tokonya

“Mamah Dedeh”, untuk memanggil perempuan separo baya atau lebih ke tokonya

Namun ketika anda bertanya kepada mereka mengenai hal spesifik mengenai barang yang ditawarkannya, biasanya dia bingung mau menjawab apa. Untungnya banyak toko-toko di sana yang memperkerjakan orang dari Indonesia, sehingga kadangkala orang itulah yang menjadi penyambung lidah kita kepada juragan tokonya bila kita akan bertanya sesuatu mengenai barangnya.

Jangan dilupakan juga kalau urusan berdagang, penduduk lokal sana juga menerima rupiah. Jadi jangan kuatir rupiah anda tidak dapat digunakan di sana.

Jika urusan dagang banyak dari mereka yang bisa bahasa Indonesia, lain lagi bila urusan pelayanan publik. Di kedua masjid besar di sana, selalu ada petugas-petugas yang tersebar di sekeliling masjid. Ada petugas kebersihan dengan seragamnya warna hijau atau biru, ada petugas keamanan dengan seragamnya yang berwarna coklat, mirip seperti seragam polisi di Indonesia dan juga petugas penjaga pintu masuk yang seragamnya mirip seperti pakaian yang digunakan Raja Salman saat ke tanah air, yaitu menggunakan sorban.

Dari sekian banyak petugas di masjid yang berinteraksi langsung dengan jamaah, hanya sedikit yang bisa berbahasa Inggris.  Biasanya yang berbahasa Inggris hanyalah petugas yang menggunakan sorban. Selebihnya hanya bisa berbahasa arab atau bahasa dari negara tempat dia berasal.

Iya, pekerja di sana bukan hanya dari arab, tapi ada juga dari negara lain termasuk dari Indonesia. Beruntunglah anda bila menemukan petugas masjid, biasanya dari bagian kebersihan atau rumah tangga masjid yang dari Indonesia karena bisa bertanya banyak seputar fasilitas dan rahasia-rahasia yang tidak banyak orang ketahui mengenai kedua masjid besar tersebut.

Ada satu rahasia di Masjid Nabawi yang saya ketahui dari cerita petugas kebersihan yang kebetulan dari Indonesia. Rahasia tersebut akan saya ungkap di bagian lain tulisan ini.

Bagi petugas yang hanya mengerti bahasa arab, maka ketika ia menegur anda atau jamaah lainnya, dia akan menggunakan kata “Hajj” bagi laki-laki dan “Hajjah” bagi perempuan. Dan anda tidak akan tahu apa maksudnya namun dia akan memberi kode. Biasanya mengusir dari suatu tempat atau mengajak untuk menuju ke suatu tempat. Yah kebanyakan hal itulah yang mereka biasa lakukan.

Selain bahasa, ada kebiasaan unik lain yang perlu diperhatikan saat berada di tanah suci. Kebiasaan ini bukan hanya ada di kota Mekkah dan Madinah, tapi juga termasuk Jeddah. Bisa jadi kebiasaan ini merupakan aturan dari pemerintah setempat untuk menghormati waktu shalat.

Sesaat menjelang waktu azan biasanya setiap toko, dimana pun ia berada, baik di pasar, ruko, maupun mal langsung tutup dan orang-orangnya tidak terlihat dari depan toko. Bagi yang tidak tutup, ketika ada petugas yang keliling memeriksa, akan langsung ditegur, bahkan pelanggan yang masih berada di sekitar toko juga akan ditegur untuk langsung melaksanakan shalat.

Kira-kira setengah jam setelah waktu azan, atau ketika shalat berjamaah awal waktu di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram berakhir, toko-toko itu pun buka kembali. Kadangkala anda tidak melihat petugas tokonya pergi ke masjid ketika tokonya tutup, tapi begitu anda balik dari masjid, mereka sudah membuka tokonya kembali.

Jadi tutup toko bukan berarti petugas atau pemilik tokonya ikut shalat di masjid, tapi itu hanya sekedar mematuhi aturan pemerintah setempat.

Pernah saya waktu di hari kepulangan saat di Mekkah pergi ke toko penjual makanan di lantai bawah gedung tempat saya menginap. Kebetulan saya turun pas sedang azan. Saya temui tokonya sudah tutup. Lalu saya menunggu saja di depan tokonya karena ada meja dan tempat duduk untuk menunggu di sana.

Begitu seorang petugas keamanan gedung keliling melakukan inspeksi dan menemukan saya berada di meja sambil menunggu, padahal sudah masuk waktu shalat, saya pun ditegurnya dan langsung diusir dari situ untuk segera melaksanakan shalat. Orang lain yang juga berada di situ pun ditegurnya tanpa pandang bulu.

Terpaksa saya kembali ke hotel terlebih dahulu, shalat di kamar (karena sudah keburu Tawaf Wada’ di pagi harinya, sehingga tidak lagi shalat di Masjidil Haram), dan kembali lagi ke toko penjual makanan setelah mengetahui bahwa shalat berjamaah di masjid sudah selesai.

Hebatnya, jam buka toko ini dimulai sejak berakhirnya shalat subuh. Hal ini berlaku untuk hampir semua toko yang berada di lingkungan masjid, baik di Mekkah maupun Madinah. Toko-toko ini akan benar-benar tutup tidak lama setelah shalat isya berakhir. Pukul 8 malam lewat sedikit biasanya sudah pada tutup, kecuali toko-toko di dalam mal yang tutup sekitar pukul 9 – 10 malam.

Kalau anda kagum dengan kebiasaan toko yang tutup saat azan, maka anda akan sangat terkejut ketika melihat pelayanan dari petugas hotel yang anda tempati. Kenapa bisa terkejut?

Selama 3 hari di Madinah dan 4 hari di Mekkah, di hotel bintang apa pun anda, tidak ada satupun petugas hotel yang datang untuk melakukan pembersihan, perapihan, atau sekedar mengganti atau menambah peralatan mandi atau air minum mineral. Padahal mereka ada jadwal keliling kamar untuk melakukan hal tersebut. Namun bila anda tidak berada di kamar, mereka akan melewatkan kamar anda sampai anda datang, baru mereka membersihkan kamar.

Kenapa harus nunggu sampai penghuni kamarnya datang? Biasanya mereka mengharapkan tips dari anda, sebesar 5 – 10 Real. Jika diberikan uang, maka kerjanya benar. Jika tidak diberikan uang, maka tidak dikerjakan.

Jadi bila anda sangat sibuk dan hanya berada di kamar seperlunya selama berada di Madinah dan Mekkah, maka siap-siap, tidak ada yang akan membersihkan kamar anda selama berada di sana. Malah untuk minta sesuatu ke front desk, misalkan anda meminta handuk yang kurang disediakan di kamar, anda harus memintanya berkali-kali sampai handuk itu benar-benar datang. Kecuali ya tadi, kebetulan petugasnya lewat, namun anda harus rela memberinya tips karena usahanya tersebut.

Untuk amannya saat persiapan dari rumah, silakan bawa juga peralatan mandi secukupnya dan handuk kecil untuk jaga-jaga handuk dari hotel yang datangnya telat. Daripada anda tidak mandi, mending lakukan persiapan sebelumnya.

Di hotel bintang lima biasanya agak mending sedikit, tapi kebiasaan mengharapkan tips juga tetap ada di sana. Mereka tidak akan beranjak dari tempatnya hingga anda memberikan tips. Kadang mereka minta, kadang mereka tidak minta tapi diam saja gak keluar-keluar dari kamar anda atau tidak beranjak dari luar pintu kamar anda.

Selanjutnya mengenai budaya berpakaian. Di kota suci Mekkah dan Madinah tidak akan ada atau sulit sekali menemukan orang berkeliaran dengan aurat terbuka. Yang perempuan selalu menggunakan jilbab dan yang laki-laki kebanyakan menggunakan gamis. Khusus bagi laki-laki kenapa mereka senang sekali menggunakan gamis ya?

Saya pun mencoba membeli gamis saat perjalanan umroh pertama saya. Yang saya rasakan saat menggunakan gamis adalah, gamis mampu menolak panas yang masuk ke tubuh saya. Toh gamis menutupi hampir seluruh tubuh saya kecuali kepala. Tidak ada bekas kebakar di tubuh walaupun matahari bersinar sangat terik dan panas.

Di perjalanan umroh kedua saya, cuaca kebetulan dingin. Dengan menggunakan gamis, dinginnya cuaca tidak terlalu terasa ke tubuh saya. Gamis menahan dinginnya cuaca dan membuat tubuh saya lebih hangat. Sepertinya gamis ini cocok untuk segala cuaca. Saat panas, ia menolak panas dan saat dingin ia menolak dingin.

Tapi jangan senang dulu, itu khusus di tempat yang kelembabannya rendah.

Kalau gamis dibawa ke Indonesia, maka anda akan merasa sangat panas saat hari panas, bahkan keringat mengucur deras karena gamis tersebut menambah panas yang masuk ke dalam tubuh. Seperti berada di sauna.

Ketika dingin, tebalnya gamis yang tidak seberapa tidak terlalu berpengaruh kepada kehangatan tubuh anda. Jadi memang gamis tidak terlalu cocok dipakai untuk iklim Indonesia yang kelembabannya tinggi. Tapi kalau dipakai untuk sekedar shalat berjamaah di masjid tanah air, gamis sangat praktis untuk digunakan.

Ngomongin tentang cuaca, di Saudi Arabia cuacanya sering berubah sesuai bulannya dan tidak seperti di Indonesia yang selalu sama sepanjang tahun. Beberapa tahun terakhir ini, waktu umroh dimulai kira-kira Bulan Oktober setelah berakhirnya musim haji. Nah bulan-bulan akhir tahun itu biasanya cuaca di sana mulai dingin, dan mencapai puncaknya di Bulan Desember menjelang tahun baru.

Setelah tahun baru, cuaca perlahan-lahan naik dan mulai terasa panas di akhir Maret atau awal April. Nanti puncak panasnya setelah selesai bulan puasa, atau bulan Juni dan Juli dan itu artinya menjelang masuknya musim haji.

Perjalanan umroh pertama saya waktu itu berlangsung di akhir Maret hingga awal April 2018. Waktu itu cuaca mulai panas, pernah sampai 40 derajat celcius di siang hari. Walaupun panas, tapi tidak serta merta kita banjir keringat karena kelembaban udaranya sangat rendah, cuma sekitar 40%, dibandingkan di Indonesia yang kelembaban udaranya mencapai 90%.

Pas perjalanan umroh kedua yang berlangsung di awal Januari 2019, cuacanya mirip dengan cuaca puncak. Dingin sekali pada pagi hari dan malam hari, biasa saja saat siang hari.

Di antara Mekkah dan Madinah, cuaca Madinah umumnya lebih dingin sedikit daripada Mekkah. Kalau di Madinah cuacanya 30-35 derajat celcius, maka di Mekkah bisa mencapat 40 derajat celcius. Jika di Madinah 15-20 derajat celcius, maka di Mekkah bisa mencapai 30 derajat celcius.

Bagi laki-laki tak perlu kuatir dengan cuaca, tinggal bermodal gamis untuk menghadapi kedua jenis cuaca sudah cukup. Kalau yang dingin, mungkin ditambah jaket yang agak tebal dikit sudah lebih dari cukup untuk menghangatkan tubuh dari dinginnya cuaca sekitar.

Bagi perempuan silakan menyesuaikan dengan kondisi yang ada, karena saya tak pengalaman untuk pakaian yang digunakan perempuan saat umroh, baik umroh pertama maupun umroh kedua.

bersambung ke bagian kesembilan.

Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 7

Hari Kesembilan: Hari Tiba di Tanah Air

Ketika naik pesawat menuju tanah air, sudah dipastikan bahwa tidak lama setelah take off anda pasti tertidur. Tidur di pesawat adalah kunci apakah anda akan jet lag di esok harinya atau tidak saat sampai di tanah air.

Jika anda berangkat naik pesawat kira-kira abis Maghrib atau Isya, maka begitu naik pesawat satu atau dua jam, anda wajib tidur dan nanti terbangun kira-kira pukul 5 pagi waktu Indonesia barat untuk melaksanakan shalat subuh di pesawat. Bila badan anda fit saat itu, maka esok harinya anda sudah dapat melakukan aktivitas lagi seperti biasa, karena tubuh anda sudah mengatasi jet lag.

Namun bila anda berangkat naik pesawat pas tengah malam, kemudian pesawatnya pun delay saat berangkat, maka dalam waktu Indonesia barat, anda paling cepat tidur pukul 4 atau 5 pagi. Anda bisa langsung tidur, namun cemas akan lewat waktu subuh, atau anda ikuti ritme tubuh anda mengikuti waktu tanah air dan bisa bablas baru bangun pada pukul 10 pagi waktu Indonesia barat di pesawat.

Intinya waktu tidur di pesawat sangat menentukan apakah esok harinya anda masih jet lag atau tidak.

Pengalaman saya waktu umroh pertama, pesawat berangkat menjelang Isya. Setelah menyantap makanan di pesawat untuk pertama kalinya, saya pun tertidur. Kemudian terbangun lagi saat menu makanan berikutnya dan itu tandanya sudah subuh.

Esok harinya saya tidak mengalami jet lag tapi memang sudah terkena flu satu hari menjelang kepulangan dari tanah suci. Saya tidak masuk satu hari untuk bekerja karena flu, bukan karena jet lag.

Pengalaman saya waktu umroh kedua, pesawat berangkat lewat tengah malam. Delay hampir satu jam karena keterlambatan handling bagasi dari pihak airline. Begitu take off saya langsung tertidur dan melewatkan welcome drink dari airline. Dua jam setelahnya, saya dibangunkan untuk mendapatkan menu makanan pertama. Itu adalah dua jam ternyenyak tidur saya di pesawat.

Kemudian saya mencoba untuk tidur kembali di pesawat setelah makan, namun tidak bertahan lama. Tiba-tiba sudah masuk waktu subuh di pesawat. Saya pun shalat dan sejak itu tidur sudah tidak enak lagi. Saya malah sempat membaca sebuah buku selama beberapa jam supaya ngantuk lagi, tapi ternyata tidak ngantuk-ngantuk sampai di tanah air sore harinya.

Pukul 7 malam, saya ngantuk berat di rumah dan tertidur hingga pukul 11 malam. Setelah itu saya tak dapat tidur kembali dan baru benar-benar tidur pukul 2 pagi. Benar saja esoknya saya baru kebangung menjelang pukul 7 pagi dan tidak jadi bekerja karena kesiangan gara-gara jet lag.

Di umroh kedua saya tidak kena flu saat sampai tanah air tapi tetap tak masuk di hari pertama setelah libur karena jet lag. Namun beberapa hari setelahnya saya pun kena flu juga, tapi belum tentu berkaitan dengan perjalanan umroh.

Sampai di bandara Soekarno-Hatta anda akan melewati imigrasi, menunggu bagasi dan pergi ke rumah masing-masing menggunakan kendaraan yang dipilih. Baik kendaraan umum ataupun ada jemputan dari keluarga terkasih.

Jangan lupa tukarkan receiver audio yang anda terima sesaat sebelum keberangkatan pada hari pertama dengan jatah air zam-zam dari pihak travel. Biaya pendaftaran anda pas pertama kali bayar biasanya sudah termasuk jatah air zam-zam sebanyak 5 liter ini. Tapi kalau anda menghilangkan receiver audionya, maka biasanya pihak travel akan tetap memberikan anda air zam-zamnya, namun anda harus mengganti dengan sejumlah uang atas kehilangan receiver audionya.

Bagi yang membawa oleh-oleh dalam jumlah yang sangat banyak atau masif, jangan kuatir. Khusus untuk jamaah umroh tidak ada pengecekan barang-barang saat mau keluar bandara. Bahkan kuisioner membawa barang di atas USD 500 untuk pribadi dan USD 1000 untuk keluarga pun tidak perlu diisi dan diserahkan ke petugas imigrasi di bandara.

Jadi jangan ragu menghabiskan uang real anda di tanah suci. Aman kok dibawa ke tanah air. Mau buat usaha jastip pun aman. Tapi apakah niat kita umroh untuk itu…

Sampai di rumah adalah waktunya mengeluarkan semua oleh-oleh yang anda beli dan juga mencuci baju-baju yang dipakai selama perjalanan umroh yang tak sempat tercuci di sana.

Saya hanya berharap, kebiasaan-kebiasaan saat umroh dapat dipertahankan di tanah air, sehingga mendapatkan umroh yang mabrur dan dosa-dosa diampuni oleh Allah SWT…amin!

Bersambung ke bagian delapan…