I’tikaf Hari Pertama

Aug 21, 2011 | | Say something

Akhirnya, niat I’tikaf kesampaian juga. Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2011 adalah hari bersejarah bagi saya karena itu adalah kali pertama saya melakukan I’tikaf di mesjid.

Berikut ini adalah cerita dari pengalaman I’tikaf saya di hari pertama.

Hari itu saya ke mesjid dekat rumah dengan nama Mesjid Al Kautsar pukul 17.00. Saya membaca Al-Quran sembari menunggu waktu berbuka puasa. Saat itu saya membaca Juz 6. Dari tanggal 1 Ramadhan hingga 20 Ramadhan, saya baru sempat menyelesaikan 6 Juz karena banyak penghalang saya untuk membaca Al-Quran, diantaranya adalah sakit flu yang kambuhan dalam 3 minggu terakhir.

Begitu beduk Magrib, langsung saja mengambil takjil yang disediakan di mesjid. Lalu shalat Magrib berjamaah, dan langsung pulang ke rumah untuk meneruskan berbuka puasa sambil mempersiapkan peralatan untuk I’tikaf malam itu. Sebenarnya ketika selesai shalat Magrib di mesjid ada pembagian nasi bungkus untuk lanjut berbuka. Namun saya tidak mengetahui hal tersebut. Mungkin besok saya tunggu pembagian nasi bungkusnya kalau ada lagi…hehehe

Di rumah mempersiapkan Al-Quran ukuran besar, Al-Quran dengan e-book reader, sajadah untuk persiapan bantal, dan smartphone untuk tetap eksis di dunia maya ketika berI’tikaf. Untuk membawa semua itu, saya membawa tas yang biasa saya bawa sehari-hari untuk ngantor. Jadilah seperti orang yang mau pergi jauh, malah sempat ditanya oleh pengurus mesjid ketika sampai di mesjid sebelum Isya, “Mau kemana nanti Pak?” “Disini aja, sampe subuh,” jawab saya.

Kegiatan dimulai dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Di mesjid ini sedikit unik karena menyediakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat 11 dan 23. Teknisnya seperti ini, ketika sudah 8 rakaat, maka yang berminat lanjut hingga 23 rakaat mundur dahulu karena yang 11 rakaat sudah waktunya witir 3 rakaat. Setelah witir selesai, maka yang 23 rakaat kembali ke barisan dan melanjutkan shalat tarawihnya dengan ditutup oleh witir. Nah saya untuk kali pertama juga shalat tarawih dengan jumlah rakaat 23 hari itu.

Sehabis tarawih 23 rakaat yang cuma dihadiri oleh 10 orang, termasuk saya, kegiatan berikutnya adalah ngobrol-ngobrol santai. Ketika beberapa orang sudah pulang dan tersisa orang-orang yang ingin I’tikaf sampe pagi, barulah dimulai tadarusan dengan membaca Al-Quran mulai dari juz 25. Para peserta pembaca Quran sudah hebat-hebat, karena baca Quran-nya sungguh cepat dan baik. Saya kesulitan mengikuti bacaan mereka. Ketika dua juz selesai, saya perlahan mundur, karena saya pun masih di juz 6. Mereka pun lanjut terus sampai selesai juz 30 sampai kira-kira pukul 02.30.

Saya pun akhirnya membaca Quran sendiri, melanjutkan bacaan sebelum Magrib, hingga pukul 02.00 saya berhasil mencapai juz 8. Tidak terus menerus membaca, melainkan diselingi dengan tidur-tidur ayam karena memang sangat ngantuk sekali saat itu.

Untungnya ada nyamuk-nyamuk yang mengganggu tidur saya, sehingga total tidur saya malam itu mungkin kurang dari 1 jam, kalau tidak, mungkin saya sudah bablas sampe subuh ketiduran di mesjid. Saya terus membaca Quran dengan sisa-sisa tenaga dan sekitar pukul 03.30 saya berhasil mencapai juz 9.

Setelah itu saya berberes-beres karena ingin pulang ke rumah untuk sahur. Biasanya sahur di rumah dimulai sejak pukul 04.00.

Sehabis sahur dan menjelang imsak, saya kembali lagi ke mesjid untuk menunggu waktu subuh dan menjalankan shalat subuh berjamaah. Kelar shalat subuh, saya langsung pulang ke rumah lagi untuk persiapan tidur dengan sebelumnya mandi terlebih dahulu supaya tidurnya lebih nyenyak.

Demikian cerita I’tikaf hari pertama yang sukses saya laksanakan. Masih ada tujuh hari I’tikaf lagi yang harus dilalui untuk tahun ini.

Ayo semangat!!! {nice1}

Posted in: Perjalanan Hidup | Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *