Rejeki Tak Terduga

Jan 30, 2013 | | Say something
Food Court
 
Hari ini saat jam makan siang, saya tertinggal oleh rekan-rekan yang lain untuk makan siang bersama-sama. Biasanya saat tertinggal tersebut saya harus makan siang sendiri di rumah makan dekat kantor.

 
Namun hari ini ada sedikit perbedaan. Saat mau makan siang, rekan satu grup saya menanyakan dimana saya mau makan siang. Saya jawab belum tahu dan bertanya kepadanya mau makan dimana. Dia menjawab akan makan di food court kantor karena diajak oleh seseorang yang juga saya kenal.
 

Saya kemudian memutuskan untuk mengikutinya. Saya berpikir bahwa saya bisa makan di food court yang sama, namun berbeda meja. Paling tidak ada teman saat berjalan menuju food court tersebut.

 

Saat sampai tempat menunggu lift di lantai kami, ada satu lift terbuka. Namun lantai yang kami tuju, yaitu ground floor tidak ada. Yang terdekat adalah lantai satu yang letaknya satu tingkat di atas ground floor. Kami pun memutuskan untuk tetap masuk lift tersebut sambil berharap di tengah jalan turun nanti ada seseorang dari lantai lain yang memilih ground floor sehingga lift yang kami naiki tersebut akhirnya berhenti di ground floor.

 

Ternyata sampai lantai satu pun tidak ada tujuan lift ke ground floor. Kami pun harus keluar lift dan berjalan lewat tangga menuju ground floor. Sambil berjalan turun di tangga, saya pun berniat untuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum menuju food court. Tak tahunya kami bertemu dengan rekan yang akan menjadi teman makan rekan satu grup saya.

 

Di luar dugaan saya rekan yang kami temui tersebut melihat kepada saya dan memberikan isyarat agar saya mengikutinya. Saya pun bingung. Saya kan tidak janjian dengannya. Yang janjian dengannya adalah teman satu grup saya yang kebetulan berjalan berbarengan dengan saya.

 

Saya pun mengikutinya untuk mengetahui maksud dari isyarat tubuhnya. Rupanya memang benar dia mengajak saya untuk turut ikutan traktiran makan siang darinya. Saya pun merasa senang. Saya memesan secukupnya, tidak berlebihan ataupun terlalu irit. Saya membandingkan jika makanan tersebut bukan traktiran maka itulah yang akan saya bayar. Jadi porsi saya adalah porsi normal saya makan siang.

 

Selesai memesan kami pun makan bareng bertiga di meja yang sama. Beberapa topik pembicaraan kami perbincangkan. Sampai akhirnya waktu zuhur tiba sehingga acara makan bersama harus diakhiri.

 

Bagi saya makan siang kali ini betul-betul rejeki tak terduga. Saat masih dikubikel saya merasa bahwa saya akan jalan ke tempat makan sendiri. Ternyata saya memiliki teman jalan bareng ke tempat makan.

 

Kemudian saat turun tangga menuju lantai dasar saya berpikir bahwa saya akan membayar makanan saya dan makan seorang diri di meja terpisah dengan teman saya tersebut. Faktanya saya makan dibayari dan makan bareng bertiga dengan kedua rekan yang saya kenal.

 

Terima kasih untuk kedua rekan yang mengarahkan saya untuk mendapatkan rejeki tak terduga tersebut. {nice1}

 
Gambar diambil dari : http://elfarizi.files.wordpress.com/2012/03/food_court.jpg

Posted in: Kegiatan Kantor | Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Levidio Invitation