Kecewa dengan Pelayanan First Media

Jun 30, 2013 | | 1 comment

First media

Saya berlangganan First Media sudah lebih dari empat tahun. Awalnya saya hanya berlangganan internet dengan
kecepatan 512kbps. Kemudian saya “dipaksa” upgrade ke 768kbps, 1Mbps dan 2 Mbps karena layanan terendah mereka sudah melebihi nilai-nilai yang saya sebutkan sebelumnya. Terakhir saya langganan internet 2 Mbps yang dipaketkan dengan layanan HomeCable High Definition dengan paket basic.

Sekitar akhir Desember 2012 atau awal Januari 2013 (saya lupa tepatnya tanggal berapa), saya mendapatkan telepon dari orang yang mengaku sebagai marketing First Media. Nomor teleponnya dari nomor seluler dan bukan dari nomor resmi call center First Media. Dia menawarkan promo 6 bulan gratis seluruh channel HomeCable dibuka kecuali yang High Definition, Fashion TV dan Setanta Rugby. Untuk ikutan promo tersebut saya harus mengaktifkan add-on Box Office yang nilainya Rp 100 ribu per bulan. Selama saya mengaktifkan layanan tersebut, menurut marketing First Media, maka selama 6 bulan itulah saya mendapatkan promo gratis seluruh channel.

Sebelumnya saya juga telah menikmati promo gratis buka seluruh channel HomeCable selama tiga bulan dengan membayar di muka Rp 300.000. Seingat saya promo 3 bulan tersebut diaktifkan di bulan Oktober 2012. Saya tertarik dengan tawaran promo 6 bulan gratis seluruh channel HomeCable dengan syarat mengaktifkan add-on Box Office selama minimum 6 bulan.

Saya sekeluarga pun menikmati layanan seluruh channel HomeCable tersebut sampai tiba-tiba diputus dua minggu lalu dan hanya layanan Box Officenya yang tetap aktif. Saat layanan diputus (banyak channel yang berubah “access
denied”), saya masih merasa kemungkinan ada gangguan layanan karena di tagihan 15 Juni 2013 yang dikirimkan ke saya, masih ada tagihan promo 6 bulan gratis seluruh channel yang harusnya berlaku hingga 15 Juli 2013. Setelah “access denied” berlangsung beberapa hari, saya pun menelpon call center First Media untuk mengutarakan keluhan saya.

Telepon pertama saya diterima oleh layanan call center pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2013. Saya mengutarakan keluhan saya bahwa beberapa channel saya muncul “access denied”. Oleh call center saya disuruh untuk restart dekoder saya dan menunggu hasilnya. Rupanya hasilnya sama saja, tidak ada yang berubah. Saya pun menanyakan tentang status promo 6 bulan saya dan disebutkan bahwa saat itu saya sudah tidak lagi ada layanan free 6 bulan tersebut. Saya pun mengecek tagihan saya tanggal 15 Juni 2013 dan terkonfirmasi bahwa masih ada item layanan free 6 bulan tersebut.

Call center lalu menjanjikan untuk melaporkan kondisi ini dan saya akan dihubungi dari pihak First Media hari itu
juga (saya menelpon di pagi hari dan dijanjikan dalam sore atau malam hari akan dihubungi pihak First Media untuk
memberikan informasi atau membantu permasalahan teknis jika memang terjadi).

Sampai esok paginya, tidak ada satu pun kontak ke saya dari First Media. Saya pun menelpon kembali untuk mengkonfirmasi laporan saya. Ternyata memang laporan saya sudah diterima tapi belum ditindaklanjuti. Saya juga
diberitahukan bahwa saat itu promo tv saya harusnya berakhir di bulan Juni dan tidak ada lagi di bulan Juli 2013.
Untuk kondisi saat itu yang masih aktif adalah layanan dasar ditambah dengan layanan box office yang saya aktifkan ketika mendapatkan telepon dari pihak marketing First Media.

Kalau bulan Juli 2013 sudah tidak ada, harusnya menurut call center, layanan saya masih aktif setidaknya sampai 30
Juni 2013. Saya pun langsung membatalkan add-on box office saya saat itu juga agar tidak ada tagihan lebih lanjut
mengenai add-on tersebut karena saya hanya mengaktifkan add-on tersebut karena promo yang ditawarkan. Sekali lagi saya dijanjikan akan dihubungi balik pihak First Media untuk memberikan penjelasan dan membantu permasalahan yang terjadi.

Sampai esok sorenya, tidak ada satu pun kontak dari First Media ke saya. Saya pun menelpon kembali untuk mengkonfirmasi laporan saya. Kali ini dikonfirmasi bahwa layanan promo tv sudah berakhir sejak 18 Juni 2013 dan
yang aktif saat ini tinggal layanan basic dan add-on box office. Saya langsung mengakhiri pembicaraan dan langsung mengecek seluruh tagihan saya dari First Media selama 9 bulan terakhir.

Menurut tagihan dari First Media, saya mulai membayar promo tv tersebut pada tagihan 15 Januari 2013. Di tagihan
tersebut, promo tv dimulai dari 15 Januari hingga 15 Februari 2013. Tagihan 15 Juni 2013 adalah tagihan keenam
saya dengan promor tv di tagihan tertulis sejak 15 Juni 2013 hingga 15 Juli 2013. Ternyata layanan saya diputus
tanggal 18 Juni 2013.

Untuk memperkuat data saya, saya pun mengecek ke promo sebelumnya. Di promo sebelumnya, tagihan Rp 300 ribu muncul pada tanggal 15 Oktober 2012. Jika saja promo tersebut aktif sejak 1 Oktober 2012, maka 3 bulan kemudian adalah 1 Januari 2013. Promo berikutnya yang 6 bulan buka semua channel harusnya baru aktif paling tidak tanggal 2 Januari 2013 dan berakhir tanggal 2 Juli 2013. Tidak mungkin layanan saya berakhir tanggal 18 Juni 2013 karena saya masih memiliki setidaknya 2 minggu lalu dari promo yang ditawarkan.

Saya pun menelpon First Media keempat kalinya atau kedua kalinya di hari yang sama. Saya bertanya mengenai
permulaan promo saya menurut data First Media. Disebutkan oleh call center bahwa promo tersebut dimulai tanggal 18 Desember 2012. Ok, kali ini saya sudah punya amunisi baru mengenai promo sebelumnya. Saya bertanya kembali kepada call center, untuk promo sebelumnya yang saya ikuti, mohon informasinya menurut First Media dari kapan promo tersebut dimulai. Jawabannya adalah promo sebelumnya diinput sejak 11 Oktober 2012. Artinya promo sebelumnya harusnya berakhir tanggal 11 Januari 2013 dan promo tv 6 bulan seharusnya dimulai sejak 12 Januari 2013 dan berakhir 12 Juli 2013. Kenyataannya promo tersebut terhenti sejak 18 Juni 2013 atau hampir satu bulan sebelumnya.

Sekali lagi saya dijanjikan akan dihubungi pihak First Media keesokan harinya (karena saat itu sudah malam). Call
center tersebut mengatakan bahwa saya akan dihubungi oleh pihak marketing karena memang itu adalah wewenang pihak marketing untuk mengganti mulai dan berakhirnya sebuah promo. Saat dijanjikan, tanggal saat itu menunjukkan tanggal 24 Juni 2013 malam. Sampai tanggal 30 Juni 2013 siang atau saat saya menulis artikel ini, tidak ada satu pun dari pihak First Media yang menghubungi saya. Padahal saya sudah mention ke twitter First Media juga mengenai permasalahan saya dan tidak ada tanggapan sama sekali.

Saya belum berniat ingin menelpon First Media lagi dalam waktu dekat karena ada hal lain yang lebih penting untuk dikerjakan dalam waktu dekat ini. Namun saya sudah dapat menarik kesimpulan bahwa ketika kita memiliki masalah layanan First Media, maka kita akan dibiarkan begitu saja oleh First Media, tanpa ada penjelasan atau tanggapan atas permasalahan kita. Saya sudah sering mendengar keluhan semacam ini sebelumnya mengenai First Media. Tadinya saya merasa permasalahan saya selama ini selalu ditangani dengan baik, namun memang permasalahan yang membuat kita membayar lebih, seperti upgrade layanan. Saat kita mengalami masalah dan kita tidak mau membayar lebih, First Media lepas tangan dan membiarkan kita dengan permasalahan kita.

Bisa saja saya salah, namun saya hanya ingin penjelasan dari First Media mengenai masalah saya. Yang pasti, saya tidak akan pernah membayar lebih layanan First Media lagi baik dalam bentuk promo ataupun upgrade layanan. Saya cukup puas hanya mendapatkan layanan minimal dari First Media karena memang First Medianya sendiri memberikan layanan yang minimal ke saya.

Terima kasih First Media. Saya tidak akan menunggu jawaban dari anda, tapi saya akan terus mengejar anda nanti untuk mendapatkan penjelasan. Benar-benar layanan yang tidak memuaskan dan mengecewakan dari First Media. Padahal saya hanya butuh penjelasan, saya tidak meminta kompensasi apa pun. Penjelasan mengenai layanan saya, selama masuk akal saya akan terima dengan baik. Namun kenapa tidak ada penjelasan sampai hari ini? Ada apa dengan First Media? {nice1}

Posted in: Perjalanan Hidup | Tags: , , , , , ,

One Response

  1. Akal-akalan marketing fm, banyak marketingnya yang menghalalkan segala cara, promo ini promo itu padahal kenyataannya ga ada, demi kejar closing, dan perusahaan biasanya lepas tangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *