Memanfaatkan Dua Router Untuk Jangkauan WIFI Lebih Luas

Jan 24, 2016 | | 5 comments

Di rumah, saya langganan internet broadband dari salah satu penyedia layanan internet broadband lewat kabel. Paket yang saya pilih untuk internet sudah termasuk sebuah modem tanpa router. Sehingga bila saya ingin membagi koneksi internet, saya pun harus membeli router sendiri.

Oleh karena itu saya pun akhirnya membeli sebuah wireless router dengan merek TP-LINK tipe TL-WR841N. Saya koneksikan ke modem dari provider internet broadband saya, dan saya pun bisa membagi koneksi internet ke beberapa komputer, tablet dan smartphone yang wara-wiri di rumah saya.

Namun entah kenapa wireless router yang saya miliki jangkauan WIFI-nya kurang maknyus. Saya pasang routernya di lantai atas, kualitas sinyal WIFI-nya di lantai bawah yang agak pojok agak kurang bagus dan seringkali tidak dapat sinyal. Hal ini agak mengganggu kenyamanan berinternet di rumah, karena harus berada di sekitar ruangan keluarga dan ruang tamu untuk dapat nyaman menikmati internet di rumah.

Untunglah ada sebuah wireless router yang juga berfungsi sebagai modem diberikan ke saya oleh mertua. Wireless router ini merek TP-Link tipe TD-W8101G. Saya pun memiliki ide untuk memanfaatkan wireless router yang satu ini untuk sebagai perpanjangan sinyal WIFI dari wireless router pertama. Paling tidak bisa dipakai untuk memperkuat sinyal WIFI di lantai bawah.

Dengan pengetahuan jaringan yang minim, saya pun cari-cari informasi lewat om Google. Akhirnya saya dapat informasi bahwa jika memiliki dua router, maka router yang kedua bisa untuk perpanjangan jaringan router yang pertama. Akhirnya saya cobalah untuk mengkoneksikan dua router ini lewat kabel LAN.

Tidak ada satupun konfigurasi yang saya ubah di wireless router pertama (TL-WR841N), karena memang sudah terbukti mampu memberikan sinyal WIFI yang bisa internetan di dalam rumah. Saya hanya perlu melakukan konfigurasi di wireless router kedua (TD-W8101G).

Apa saja yang perlu diganti konfigurasinya?

Secara koneksi fisik, harus ada koneksi kabel LAN dari router pertama ke router kedua. Router kedua hanya memiliki satu koneksi kabel LAN. Seharusnya kalau dia berfungsi sebagai modem, maka kabel LAN itu fungsinya adalah output koneksi jaringan internet ke komputer. Namun karena kali ini dia fungsinya untuk router, maka koneksi LAN tersebut untuk input jaringan dari router pertama. Tentunya di router pertama kabel LAN itu harus berasal dari satu di antara empat koneksi output jaringan LAN di router.

Di rumah saya kebetulan ada sebuah kabel LAN dengan panjang kurang lebih 20 meter yang saya beli beberapa tahun lalu. Jarak antara posisi router pertama di lantai atas dengan posisi router kedua di lantai bawah sebenarnya tidak terlalu jauh, namun karena tidak ada jalur pintas antar keduanya, sehingga membutuhkan hampir 20 meter kabel LAN untuk menghubungkan keduanya. Memang ada sisa sedikit kabel yang harus digulung karena koneksi tersebut.

Setelah koneksi kabel LAN sudah dipastikan benar, maka selanjutnya kita perlu untuk melakukan konfigurasi di router kedua. Untuk dapat melakukan konfigurasi di router kedua, kita perlu untuk masuk ke jaringan WIFI yang dihasilkan oleh router kedua dari komputer, tablet atau smartphone. Saran saya jika anda memiliki semuanya, maka tablet adalah pilihan yang paling baik untuk hal ini.

Masuk ke browser tablet anda, dan ketik IP address default dari router kedua. Jika anda lihat di bagian bawah routernya, terlihat informasi default dari router, yaitu IP addressnya 192.168.1.1 dengan username admin dan password admin. Masukkan informasi tersebut ke browser yang anda buka di tablet anda.

Kalau anda menemukan bahwa anda tidak dapat masuk ke alamat di atas, maka segera lakukan reset di router anda, dengan cara tusuk lubang reset di bagian belakang router anda selama beberapa saat hingga salah satu lampu indikator di router padam.

Begitu sudah masuk ke halaman konfigurasi router kedua, pilih interface setup dan pilih LAN. Disini kita perlu menyamakan IP address router kedua dengan router pertama sampai ke 3 angka pertama sebelum titik terakhir. Misalkan, IP address di router pertama 192.168.0.1 dan IP address di router kedua 192.168.1.1, maka IP address di router kedua perlu diganti ke 192.168.0.XXX (lihat bedanya angka ketiga setelah titik kedua, yang satu 0 dan yang satu lagi 1). XXX adalah angka bebas dari 2 hingga 255. Misalkan kita coba masukkan IP addressnya menjadi 192.168.0.25.

Lalu di bagian DHCP, pastikan pilih Enabled dan starting IP addressnya dibuat bebas, tapi setelah angka yang kita tetapkan sebelumnya. Karena sebelumnya kita pilih 25, maka IP address tersebut harus lebih besar dari 25. Sebagai contoh kita masukkan IP address 192.168.0.50. O ya pastikan pula agar IP address ini tidak bentrok dengan router pertama. Lihat di router pertama bagian DHCP reservasi IP addressnya dari berapa hingga berapa sehingga tidak bentrok dengan yang pertama. Lalu masukkan IP pool countnya 50 (maksimal bisa hingga nomor 255) sehingga nanti IP address client yang tersambung dari router kedua IP addressnya 192.168.0.50 hingga 192.168.0.100.

Kemudian klik SAVE agar konfigurasi yang kita masukkan berfungsi.

Gambar 1

Biasanya setelah klik SAVE koneksi WIFI akan terputus sebentar karena IP addressnya ganti. Tunggulah dua hingga tiga menit untuk router menyimpan konfigurasinya. Setelah itu masuk lagi ke browser tablet dengan WIFI masih dari router kedua dan ketik 192.168.0.25. Lalu akan ditanya user name dan password kalau tadi tidak diubah, tetap admin dan admin jawabannya.

Sekarang kembali masuk ke Interface Setup, lalu pilih internet. Di bagian Encapsulation pilih PPPoA/PPPoE. Pastikan bahwa Connection Always On dan kemudian klik SAVE di bagian bawah.

Gambar 2

Lalu masih di Interface Setup, pilih Wireless. Pastikan channel WIFI berada di negara Indonesia dengan channel yang berbeda dengan router pertama. Agar channel router tidak overlap, maka channel dipilih adalah 1, 6 dan 11. Pastikan bahwa channel di router pertama dan kedua tidak menunjukkan angka yang sama. Karena nanti masing-masing router punya channel sendiri dan tidak overlap satu sama lain. Selanjutnya tinggal klik SAVE di bagian bawah.

Gambar 3

Setelah ini seharusnya router kedua sudah berfungsi sebagai perpanjangan jaringan dari router pertama. Coba buka new tab di browser anda, dan ketika alamat internet, misalnya www.google.com. Dan halaman utama website google pun terbuka. Jika belum maka perlu ditindaklanjuti permasalahan apa yang salah dalam konfigurasinya, seperti koneksi fisik, alamat IP address, channel router, dan koneksi internet di router kedua.

O ya, jika anda melihat status router kedua anda, maka statusnya di bagian ADSL adalah Link State: Down. Itu bukan berarti anda belum terkoneksi internet, tapi karena internet anda tidak berasal dari router tersebut melainkan dari router pertama.

Selanjutnya anda tinggal buat password untuk sinyal WIFI anda supaya orang luar yang tidak bertanggung jawab tidak dapat masuk ke jaringan anda.

Nah penjelasan di atas ini khusus untuk koneksi antar kedua router dengan kabel LAN. Lalu bagaimana kalau kabel LAN-nya tidak ada? Bisa gak sih perpanjang WIFI tanpa kabel LAN?

Untuk kasus dengan kedua router di atas, bisa!

Posted in: Perjalanan Hidup | Tags: , , ,

5 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *