Untung Gak Sih Jadi Supir Gojek ato GrabBike?

Jan 9, 2016 | | 46 comments

Sejak awal tahun 2015 masyarakat Indonesia sudah diperkenalkan dengan aplikasi Ojek yang dapat diunduh secara gratis lewat PlayStore dan AppleStore. Yang pertama adalah Gojek, kemudian Grabbike dan diikuti oleh berbagai macam layanan serupa seperti BluJek dan LadyJek (kedua layanan yang terakhir ini belum pernah saya download di smartphone saya).

Dengan banyaknya penyedia layanan ojek berbasis aplikasi, walaupun saat ini tentunya dikuasai oleh Gojek dan Grabbike dengan harga promonya yang sangat menggiurkan, saya jadi tertarik untuk melihat apakah cukup menguntungkan jika bergabung menjadi mitra Gojek atau Grabbike atau layanan sejenisnya.

Untuk memudahkan perhitungan, saya akan mencoba melakukan perhitungan dari layanan yang bernama Gojek.

Demi menjadi supir gojek, setiap calon supir harus melampirkan minimal di bawah ini seperti yang saya ambil dari web ini.

1) Fotokopi KTP, SIM C, STNK, KK
2) Surat Keterangan Domisili apabila KTP & tempat tinggal berbeda
3) Jaminan asli BPKB / ijazah terakhir / KK / Akte Lahir / Buku Nikah
4) Usia maksimal 55 tahun
5) Pendidikan terakhir SMP
6) Wajib menghadirkan motor saat seleksi

Dari persyaratan di atas, tidak ada kewajiban untuk mengasuransikan motor yang digunakan, sehingga biaya tetap per tahun yang perlu diperhatikan hanyalah STNK motor.

Seperti artikel sebelumnya, saya akan melakukan perbandingan dengan membeberkan biaya tetap dan biaya variabel yang diperlukan untuk menjadi supir Gojek. Asumsi yang saya terapkan dalam artikel ini adalah dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat (motor terlaris di tahun 2015) dan juga dengan menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX (motor agak besar yang cukup banyak terlihat di jalanan pada tahun 2015 ini).

Harga motor Honda Beat pada tanggal 9 Januari 2016 yang saya ambil dari situs Astra Honda Motor adalah Rp 15 juta. Sedangkan harga motor Yamaha NMAX non ABS pada tanggal yang sama yang saya ambil dari web ini adalah Rp 24 juta.

Biaya tetap untuk menjadi supir Gojek antara lain

1. Biaya STNK per tahun

Rate biaya STNK per tahun sejak tahun 2015 adalah 2%. Untuk informasi, biaya STNK motor biasanya berubah tiap tahun sesuai harga pasaran yang ditetapkan pemerintah. Untuk motor Honda Beat biaya STNK (termasuk biaya lain-lain di STNK) rata-rata per tahun selama 5 tahun pertama adalah sekitar Rp 200 ribu, sedangkan untuk motor Yamaha NMAX biaya STNK adalah sekitar Rp 350 ribu.

2. Biaya Depresiasi per tahun

Biaya depresiasi adalah biaya penurunan harga motor setiap tahunnya. Memang biaya ini tidak tetap tiap tahun, semakin menurun sesuai dengan harga pasaran motor setiap tahunnya. Untuk asumsi, biaya depresiasi untuk Honda Beat adalah 20% dari harga jualnya, dan biaya depresiasi Yamaha NMAX adalah 25% dari harga jualnya (harga motor yang lebih mahal, rate biaya depreasiasi biasanya lebih besar). Sehingga di akhir tahun 2020 nanti, harga pasaran Honda Beat diasumsikan adalah Rp 8 juta, sedangkan Yamaha NMAX diasumsikan adalah Rp 12 juta.

Dengan demikian untuk menghitung biaya depreasiasi per tahun, perlu dihitung dengan biaya rata-rata depreasiasi per tahunnya. Untuk Honda Beat biaya rata-ratanya adalah Rp 1,4 juta per tahun dan Yamaha NMAX adalah Rp 2,3 juta per tahun.

Total biaya tetap yang harus dibayar oleh pemilik motor Gojek adalah Rp 1,6 juta untuk Honda Beat dan Rp 2,65 juta untuk Yamaha NMAX per tahunnya.

Selanjutnya kita akan membahas biaya variabel yang berhubungan dengan motor. Biaya variabel yang dapat saya identifikasi adalah

1. Biaya Perawatan Berkala

Tentunya setiap motor harus ke bengkel untuk servis berkala. Biaya berkala Honda Beat dan Yamaha NMAX per kilometernya kita asumsikan adalah Rp 30 dan Rp 50 per kilometernya. Angka Rp 30 untuk Honda Beat dengan asumsi bahwa biaya servis saat ini di Bengkel Resmi Honda sekitar 50 ribu. Biaya pergantian oli sekitar 40 ribu rupiah. Total adalah 90 ribu rupiah. Biaya servis itu berlaku untuk tiap 4 ribu kilometer. Jika 90 ribu dibagi dengan 4 ribu maka didapat angka 22.5. Mengingat pasti ada tambahan untuk spare part berkala, maka cukup logis jika ditambahkan menjadi Rp 30 per kilometernya.

Sedangkan untuk Yamaha NMAX karena bentuk bodinya lebih besar dan kemungkinan spare partnya juga lebih mahal, maka diasumsikan saja bahwa biaya servisnya Rp 50 per kilometernya.

2. Biaya Pergantian Ban

Selain biaya perawatan berkala, biaya pergantian ban juga merupakan bagian dari biaya perawatan namun belum termasuk biaya perawatan berkala di atas. Untuk Honda Beat, biaya pergantian ban mulai dari Rp 300 ribu per dua ban (untuk ban resmi Honda, termasuk ban dalam). Sedangkan Yamaha NMAX karena lebih besar bannya, maka diasumsikan mulai dari Rp 600 ribu per dua ban. Biasanya pergantian ban ini berlaku setiap 20.000 kilometer. Dengan demikian biaya pergantian ban Honda Beat dan Yamaha NMAX adalah Rp 15 dan Rp 30 per kilometernya.

3. Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM)

Biaya variabel yang paling kelihatan adalah biaya bahan bakar minyak atau BBM. Tentu karena Honda Beat dan Yamaha NMAX digunakan oleh pribadi, maka setidaknya dia harus menggunakan Pertalite untuk Honda Beat dan Pertamax untuk Yamaha NMAX. Harga Pertalite saat tulisan ini dibuat adalah Rp 7.900 per liter. Sedangkan Pertamax adalah Rp 8.500 per liter. Untuk Honda Beat satu liternya rata-rata bisa dibawa untuk berjalan 35 km (sudah termasuk macet). Sedangkan untuk Yamaha NMAX, satu liternya hanya mampu 25 km.

Dengan demikian biaya BBM untuk Honda Beat dan Yamaha NMAX adalah Rp 225 dan Rp 340 per kilometernya.

4. Biaya Perjalanan tak Dibayar per Narik

Dalam menjadi supir Gojek, tentu tidak setiap kilometer perjalanan ada penumpangnya. Pastinya ada saja perjalanan-perjalanan yang tidak dibayar, misalnya saat menjemput penumpang ke tempat penjemputan atau saat pulang ke rumah setelah seharian lelah menjadi supir Gojek. Tentunya perjalanan-perjalanan yang tak dibayar ini juga menimbulkan biaya. Tidak ada data pasti untuk perjalanan tak dibayar ini, namun jika mengambil asumsi bahwa rata-rata tiap perjalanan Gojek sejauh 100 km ada 30 km yang tidak dibayar, maka perbandingan perjalanan tak dibayar adalah 30%. Asumsi angka 30% memang besar namun cukup untuk mewakili profil pengguna pribadi yang saya rasa tidak terlalu efisien dalam menjalankan motornya.

Dengan perbandingan 30% perjalanan tak dibayar per narik, maka hal ini menambah total biaya per kilometer untuk supir Gojek. Bagi pengguna Honda Beat, tiga biaya pertama menghasilkan total Rp 270 per km. Jika ditambah dengan 30% maka akan menghasilkan biaya Rp 351 per kilometernya. Bagi pengguna Yamaha NMAX, tiga biaya pertama menghasilkan total Rp 420 per km. Jika ditambah dengan 30% maka akan menghasilkan biaya Rp 546 per kilometernya.

Artinya sekarang kita sudah tahu biaya untuk Honda Beat dan Yamaha NMAX jika mau jadi supir Gojek. Total biaya tetap Honda Beat adalah Rp 1,6 juta per tahun dan biaya variabelnya adalah Rp 351 per kilometer. Sedangkan Total biaya tetap Yamaha NMAX adalah Rp 2,65 juta per tahun dan biaya variabelnya adalah Rp 546 per kilometer.

Sekarang kita membahas tentang tarif Gojek. Tarif untuk Gojek saat ini memang masih promo, namun jika dilihat dari web ini, maka tarif gojek sesungguhnya adalah Rp 3.000 per kilometer untuk setiap layanan yang diberikan.

Namun supir Gojek tidak menikmati Rp 3.000 penuh dari tarif tersebut. Masih ada bagi hasil yang harus diberikan kepada penyedia Gojek. Berdasarkan web ini, bagi hasil dari pendapatan Gojek 80% milik supir dan 20% sisanya miliki Gojek. Sehingga tarif net yang didapat pengemudi per kilometernya adalah 80% dikali Rp 3.000 sama dengan Rp 2.400.

Dari sini kita dapat menarik besarnya margin per kilometer untuk masing-masing pengguna Gojek Honda Beat dan Yamaha NMAX. Margin per kilometer untuk Honda Beat dan Yamaha NMAX masing-masing adalah Rp 2.049 dan Rp 1.854. Dengan margin tersebut, maka biaya tetap untuk masing-masing Honda Beat dan Yamaha NMAX akan tertutup setelah menempuh perjalanan sejauh 780 km dan 1.440 km per tahunnya. Perjalanan setelah kilometer tersebut akan merupakan keuntungan dari supir Gojek.

Perjalanan 780 km dan 1.440 km jika di rata-rata tiap bulannya 20 hari kerja, maka perjalanan minimal per hari untuk Honda Beat dan Yamaha NMAX masing-masing adalah 3,5 km dan 6 km supaya dapat menutupi biaya tetap yang ditanggungnya.

Perjalanan yang sungguh sangat sedikit per harinya. Artinya setiap supir Gojek sudah mendapatkan keuntungan bila paling tidak mengambil satu orderan. Kalau tidak salah Gojek maupun Grab bike menerapkan tarif minimal, yaitu Rp 25.000 untuk beberapa kilometer pertama. Maksudnya adalah tiap orderan yang diterima oleh supir Gojek, maka minimal dia mendapatkan 80% dari Rp 25.000. Dan uang sejumlah Rp 25.000 sudah menutupi untuk sampai jarak minimal 6 km per hari yang harus ditempuh motor Yamaha NMAX.

Makanya tidak aneh jika jumlah supir Gojek yang terdaftar sudah sampai ratusan ribu banyaknya. Itu karena satu order saja diambil per hari sudah lebih dari cukup untuk menutupi biaya tetap motornya. Bahkan jika mengambil kredit sekalipun, biaya tetapnya dapat ditutupi hanya dengan kurang dari 20 km per hari.

Sungguh sangat menggiurkan keuntungan yang didapat oleh supir Gojek. Modal sedikit, kerja tak perlu terlalu keras, biaya tetap untuk operasional sudah dapat dipenuhi dengan mudah.

Kalau begitu, berapa kilometer sih yang dibutuhkan untuk mendapatkan pendapatan bersih katakanlah setara UMR di Jakarta atau Rp 2,7 juta per bulan.

Dengan mendapatkan pendapatan bersih setara UMR Jakarta plus THR atau Rp 35,1 juta per tahun (13 x Rp 2,7 juta), maka biaya tetap yang harus ditutupi oleh supir Gojek meningkat menjadi Rp 36,7 juta dan Rp Rp 37,75 juta untuk Honda Beat dan Yamaha NMAX. Dengan demikian jarak minimum yang harus ditempuh per harinya untuk mendapatkan pendapatan bersih setara UMR Jakarta plus THR adalah 75 km dan 77 km untuk masing-masing Honda Beat dan Yamaha NMAX.

Perbedaan jarak yang tidak terlalu mencolok antara keduanya. Artinya dapat dibilang bahwa lebih menarik bagi supir Gojek untuk menggunakan motor yang agak lebih besar dan lebih mahal dengan tentunya lebih nyaman digunakan per harinya, dibandingkan motor kecil yang lincah namun agak sedikit kurang nyaman saat digunakan per harinya.

Lagipula jika pelanggan mendapatkan supir Gojek dengan motor yang lebih mewah, kemungkinan besar pelanggan akan memberikan tip yang lebih besar di masa promo ini karena sekaligus mendapatkan pengalaman berharga naik motor yang agak besar seperti Yamaha NMAX.

Jadi kalau ingin jadi supir Gojek lebih baik gunakan motor yang lebih nyaman daripada hanya sekedar murah dan irit bahan bakar minyak. Perjalanan per hari hingga 80 km sudah mampu membuat kita mendapatkan pendapatan bersih setara dengan UMR Jakarta tahun 2015. Artinya kita dapat beristirahat dengan tenang begitu pendapatan di aplikasi Gojek kita sudah mendekati Rp 200 ribu per hari.

Tertarik jadi supir Gojek? Ato mungkin Grab Bike?

Posted in: Perjalanan Hidup | Tags: , ,

46 Responses

  1. Biaya operasional drivernya belum diperhitungkan boss.? Sperti makan, minum, kopi, rokok dll) kurang lebih 25 rb – 35 rb/hari belum lagi ditambah biaya telp, sms, data, krg lbh 5 rb/hari.
    Intinya yang pasti pekerja lapangan biaya operasional nya lebih besar dibanding org kantoran biasa, krna kondisi lapangan lbh melelahkan

    1. biaya yang disebutkan di atas sifatnya opsional. bisa keluar bisa tidak. yang dibahas hanya yang sifatnya wajib dan berhubungan langsung dengan pekerjaan sebagai driver gojek

    1. Tai lo emang, wkwk dasar hatters, gak bisa ngehargain usaha / karya orang, coba lo itung sendiri, bisa kagak . Wkwk
      Lo yg tolol dan bego .

  2. Emang paling gampang kalo cuma ngata2in orang “tolol”, “goblok”, “blo’on”, dlsb nya. Padahal yg ngata2in itu sendiri belum tentu pernah buat perhitungan sedetil ini.
    Menghargai usaha orang yg udah susah payah buat perhitungan sedetil ini demi menghadirkan informasi bagi orang2 yg belum tahu, tentu lebih berkelas daripada mereka yg bisanya cuma mencaci. Wassalam.

  3. Maklumi ajah bos… yg model gtu biasa nya orng nya boros… gak punya itung2an pengeluaran… jadi nya bisa nya nyela orng doank… klo mau itungan biaya makan,roko,ngopi dll. lo itung ajah sendiri di kali 1thn. Bisa ga lo ngitung ? klo ga bisa minta mak lo suruh ngitung..

  4. sepertinya ada makna tersirat dri tulisan di atas,di akhir kalimat kata2nya lebih cendrung pro ke mtr yg bsr.

    1. kalo mau gojek atau grabbike atau ubermotor seharian, bukannya lebih enak pake yang besar ya? biar gak terlalu pegel loh gan….tapi kalo pake yang biasa sih juga gak papa…bedanya tipis gan…

  5. Salut gan…ga byk orang mau dan mampu berpikir (memikirkan) hal yang saya rasa lumyan detail seperti ini. tapi beberapa komentar miring diatas ada benarnya juga. kadang apa yang tertulis dikertas dengan realita bisa jauh berbeda…tapi itu bukan menjadikan anda berhak mencaci orang lain. menghargai dan menghormati apa yang orang lain lakukan itu lebih penting.

  6. Haduhh,..
    TOLOL,.
    BEGO,.
    GOBLOK,.

    Knapa sih harus comment kaya gitu,.
    Udah untung dikasih simulasi perhitungan kaya gini, jadi bisa meminimalis pengeluaran,.

    Bagi para rekan driver gojek atau grab yg perokok tapi ingin penghasilannya tetap tinggi dibanding pengeluarannya,. ya tinggal kurangin deh yang namanya rokok… Simple kan,..
    Gak perlu menghujat analisa orang,..

    SALAM SATU ASPAL

  7. Thanks min, buat penjelasannya.. Sangat membantu,, masalah pengeluaran lain bisa di atur sesuai kebutuhan. Sukses selalu min,,

  8. salut deh infonya.ini buat pengalaman klo ingin jadi sopir go
    jek dll.dan daripada cari kerjaan lain lbh baik jadi gojek aja nyantai dan pasti dpt penghasilan tergantung kita.trims infonya gan.

  9. Asyik bisa dapat duit klau kepingin ngopi makan ndak mau keluar duit bontot dari rumah cari pohon besar makan dan ngopi ngratis ….. klau kepingin irit jgn merokok klau merokok pun diperbolehkan itupun termasuk pengeluaran pribadi salam perdamaian
    .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *