Belajar Private Copywriting Bagian 3

Dec 28, 2017 | | 1 comment

Di bagian kedua saya menyebutkan bahwa walaupun copywriting kita sudah ciamik, belum tentu ujung-ujungnya closing. Penyebabnya banyak, tapi yang saya utarakan penyebabnya adalah pilihan closing ke reseler atau tempat jualan yang berbeda. Untuk kasus saya, yang membombardir saya dengan copywriting itu Mbak Intan, tapi saya closingnya ke teman saya yang bahkan gak pernah sekali pun menawarkan produknya ke saya.

Rupanya, di pelajaran hari ke-10 (bagian kedua sampai hari ke-9), Mbak Intan membagikan tips-tips agar copywriting kita lebih besar kemungkinan closingnya. Inilah beberapa halnya

1. Ajukan PERTANYAAAN PILIHAN

Apa tuh maksudnya? Setiap memberikan pertanyaan ke calon pembeli, selalu ajukan pertanyaan yang calon pembeli tidak ada celah untuk menjawab TIDAK.

Mau yang besar atau yang kecil?

Mau bayar cash atau transfer?

Suka yang model A atau model B?

Pilih buku A atau buku B?

Beli 1 atau 5?

Pokoknya jangan sampai ada kesempatan bagi calon pembeli untuk menjawab tidak. Demikian pula saat menulis copywriting. Jangan sampai ada penyataan “jika minat”, “kalau mau”, atau pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijawab dengan kata TIDAK.

Daripada menulis

Kalau minat, langsung saja hubungi ke 0812XXX…

Mending nulisnya

Segera amankan tempat anda dengan menghubungi 0812XXX…

Di tulisan pertama, calon pembeli diberikan kesempatan untuk tidak minat. Jadi dia akan memilih minat atau tidak minat. Sedangkan di tulisan kedua calon pembeli langsung diarahkan untuk melakukan sesuatu dan tidak ditanya apa dia minat atau tidak.

Intinya, jangan sampai ya ada satu pun tulisan di copywriting dimana pembaca diberikan kesempatan untuk menjawab TIDAK.

2. Now OR Never

Sekarang atau tidak sama sekali. Hahaha, itu mah terjemahannya doank. Maksudnya buat calon pembeli untuk merasa bahwa kesempatannya untuk melakukan sesuatu itu waktunya mefet. Waktunya gak banyak. Waktunya terbatas.

Kalau yang pertama untuk menghilangkan celah calon pembeli berkata TIDAK, yang kedua ini untuk menghilangkan celah calon pembeli untuk berkata NANTI.

Hm….saya tanya istri/suami dulu ya

Nanti aja deh

Besok masih bisa kan?

Lain kali deh Mbak

Biasanya itu tuh yang ada di benak calon pembeli. Nah, jangan biarkan calon pembeli memiliki waktu luang. Desaklah terus….hahahahha. Tapi desaknya secara elegan, jangan memaksa.

Diskon 50% hanya berlaku hari ini.

Hemat Rp 200.000 untuk 5 orang yang membeli hari ini.

Belum pernah ada….dan tidak akan pernah ada lagi…diskon 70% produk B…khusus besok.

Promo hanya berlangsung 12 jam.

Ngomong-ngomong tentang now or never, ada promo beneran nih dari KMO Indonesia khusus untuk pembelian novel Bidadari Untuk Dewa.
Dapatkan diskon 30% novel Bidadari Untuk Dewa khusus pembelian online pada tanggal 30 Desember 2017 pukul 06.00 – 18.00.

Nah di atas kan ada waktunya tuh promonya, 12 jam saja. Waktunya pun tertentu, cuma pada tanggal 30 Desember 2017. Diskonnya pun lumayan, 30% itu artinya lebih murah daripada saat Pre-Order bulan Oktober 2017 lalu. Ini promo beneran ya…bukan contoh…klik di sini untuk mendapatkan prioritas pemesanan novel.

3. Harga CORET

Sering lihat kan di supermarket? Harga susu, dari Rp 25.000, kemudian dicoret angka 25.000-nya diganti dengan Rp 19.990. Kenapa perlu harga coret? Supaya calon pembeli tahu berapa yang dia hemat dari membeli sebuah produk.

Dapatkan novel Bidadari Untuk Dewa dari harga Rp 97.000 menjadi Rp 67.900. Jangan lupa ya Rp 97.000-nya dicoret. Kan langsung kelihatan tuh berapa yang bias dihemat, kepala 9 jadi kepala 6….langsung hemat Rp 30.000 di kepala calon pembeli.

Beli novel hemat Rp 30.000, lumayan banget tuh!

4. Jangan Gengsi, TANYA BALIK!

Yang ini sih khusus untuk calon pembeli yang sudah berinteraksi dengan kita. Kadangkala calon pembeli tertarik akan produk yang kita tawarkan, tapi masih ada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk meyakinkan dia.

Misalnya, ada calon customer yang bertanya,

Sis, novel Bidadari Untuk Dewa itu berapa kilogram ya beratnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus menjawab pertanyaannya sekaligus bertanya balik kepadanya.

Beratnya 600 gram sis. Emang mau pesan berapa?

Karena calon pembeli mendapatkan pertanyaan, seharusnya dia akan menjawab pertanyaan yang kita ajukan. Percakapan tidak akan berhenti di kita, tapi kita biarkan dia selalu menjawab.

Ah satu aja sis.

Oh, mau dikirim kemana sis?

Ke Medan

Mau pake ekspedisi apa sis? JNE? TIKI?

Yang paling murah aja deh sis

Oh yang paling murah sih TIKI sis. Mau transfer ke BCA atau Mandiri?

Dst…dll…dkk..dsk…

Yang penting, setiap percakapan dari kita, harus diakhiri dengan pertanyaan. Kalau bingung mau tanya apalagi, tanya aja malam minggu biasanya jalan keluar atau di rumah aja….#eh.

Wah satu hari saja penjelasannya banyak banget ya. Ini cuma hari ke-10 loh. Materi di hari ini selain berupa copywriting juga menyerempet tentang teknik-teknik closing. Beberapa poin materi berkaitan dengan aksi follow up kita ke calon pembeli.

Follow up yang benar dan tepat, akan memperbesar kemungkinan closing.

Yang perlu diingat adalah, jangan sampai memberikan pertanyaan kemungkinan jawabannya TIDAK atau NANTI. Untuk amannya, kasih pertanyaan pilihan.

Pilih ini atau itu.

Itu untuk terus membuat calon pembeli merespon setiap jawaban-jawaban kita.

Kalau materi hari ke-10 aja dah nyerempet-nyerempet teknik lain, apa lagi yang diberikan oleh Mbak Intan di empat hari tersisa?

Tunggu episode selanjutnya yah….jangan kemana-mana!

Posted in: Memulai Baru | Tags: , , , , , ,

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Levidio Invitation