Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 6

Jan 26, 2019 | | Say something

Hari Kedelapan: Hari Terakhir

Hari ini adalah hari terakhir anda berada di Mekkah dan malamnya sudah berada di pesawat untuk kembali ke tanah air. Manfaatkan hari terakhir ini untuk melakukan ibadah tahajud dan sempatkan untuk melakukan Tawaf Wada’ atau tawaf perpisahan paling tidak setelah shalat Subuh menjelang Syuruq.

Tawaf Wada’ biasanya difasilitasi oleh travel dengan dipimpin oleh pembimbing umroh. Tinggal sepakati tempat dan waktu sehingga satu rombongan bisa bersama-sama melakukan Tawaf Wada’.

Sehabis melakukan Tawaf Wada’ dan kemudian meninggalkan Masjidil Haram, anda dianjurkan untuk tidak kembali lagi ke Masjidil Haram pada hari itu. Oleh karena itu, pastikan bahwa Tawaf Wada’ adalah ibadah terakhir anda di Masjidil Haram.

Tawaf sendiri memakan waktu sekitar 30 menit hingga 45 menit tergantung ramainya orang yang tawaf pada saat itu. Jadi sempatkan dan puaskan diri anda di Masjidil Haram, sebelum akhirnya meninggalkan masjid di hari kedelapan ini.

Bagi yang belum pernah menangis dari sejak Madinah hingga Mekkah, pada yakinlah, anda pasti menangis setelah selesai melaksanakan Tawaf Wada’. Jadi tak perlu kuatir apakah hati anda adalah hati yang keras karena tidak tergerak sedikit pun saat melihat Ka’bah selama beberapa hari terakhir ini.

Silakan dibuktikan sendiri-sendiri ya! Selamat mewek depan Ka’bah!

Dari pihak travel biasanya menganjurkan untuk mengumpulkan bagasi pukul 9 atau 10 pagi dan check out sehabis zuhur. Untuk yang Tawaf Wada’nya setelah subuh, maka zuhur hari itu sebaiknya tidak lagi di Masjidil Haram. Namun bagi yang dapat mengatur agar Tawaf Wada’nya sebelum Zuhur, misalkan pukul 10 atau 11 pagi, maka dia dapat meninggalkan Masjidil Haram bada’ shalat Zuhur.

Kompensasinya sebelum pukul 9 atau 10 pagi, seluruh barang-barangnya sudah siap diangkat dan tidak ada lagi yang tertinggal.

Pun bila jarak hotel agak jauh dari Masjidil Haram akan ada kendala tersendiri, di mana waktu perjalanan setelah zuhur yang agak jauh dari masjid kemungkinan memperlambat kepulangan seluruh rombongan.

Jadi mohon manfaatkan waktu secara bijak di hari terakhir ini.

Setelah check out, maka biasanya dari travel akan mengantarkan anda ke Jeddah dan melontar atau menghabiskan sisa uang Real yang masih ada di saku atau tas kita. Tempatnya di Jeddah bernama Corniche, yaitu sebuah tempat pembelanjaan yang ada ruko dan malnya.

Awal tahun 2000-an, tempat ini sangat mentereng kata rekan yang pernah ke Jeddah di tahun-tahun tersebut. Namun di tahun 2018 dan 2019, kondisinya tidak lebih baik dari Pasar Elektronik Glodok di Jakarta. Sisa-sisa kemewahan masih tersisa, tapi secara tampilan luar pasarnya sudah terlihat kusam.

Harga di Corniche tidak terpaut banyak dengan harga pasar saat di Madinah maupun di Mekkah. Kadang lebih mahal, kadangkala lebih murah. Mahal dan murahnya rata-rata juga tidak sampai lebih dari 10 Real. Bagi yang tidak sempat beli oleh-oleh sebelumnya, tempat ini bisa jadi alternatif yang cukup baik untuk berburu oleh-oleh. Paling nanti kesulitannya saat packing, karena yang dibeli di Corniche akan sangat susah untuk ditempatkan ke dalam koper kembali, sehingga terpaksa menggunakan packing tambahan yang harus diamankan dengan secured wrap dan terkena tambahan biaya 25 Real per wrap di layanan wrap bandara.

Setelah berada di Corniche sekitar dua jam maka dari pihak travel akan langsung mengarahkan anda ke bandara. Bandaranya di Bandara International King Abdul Aziz. Bagi yang menggunakan Saudi Airline, maka ada terminal khusus Saudia yang disediakan di bandara. Untuk airline lain biasanya menggunakan terminal khusus haji dan umroh.

Perbedaan terminal Saudia dan terminal haji dan umroh kebanyakan pada layanan imigrasi dan ruang tunggu bandara. Bagi yang menggunakan terminal haji, maka pengalaman saat kedatangan yang harus menunggu kurang lebih satu jam untuk melewati imigrasi dapat terulang kembali. Selain itu ruang tunggu yang kurang manusiawi karena hanya terdapat sedikit tempat duduk dan toilet daripada total penumpang, membuat banyak orang yang mengemper di lantai ruang tunggu.

Berbeda dengan terminal Saudia, ruang tunggunya dihiasi oleh berbagai macam belanjaan free duty untuk menghabiskan sisa Real yang benar-benar belum habis di kantong. Di luar pintu check in, ada juga makanan siap saji Al-Baik yang terkenal tersebut. Artinya menghabiskan waktu di bandara ini cukup menyenangkan.

Loket imigrasinya pun hampir terisi semua sehingga antrian tiap loket tidak terlalu panjang dan lama. Pokoknya kalau menggunakan terminal Saudia, pengalaman saat kedatangan rasanya seperti terlupakan.

Sebelum naik ke pesawat, anda pun diarahkan untuk naik bus besar yang akan mengantarkan anda menuju pesawat yang akan anda naiki.

Sampai ketemu lagi tanah suci! Ijinkan kami pulang kembali ke tanah air tercinta!

bersambung ke bagian ketujuh…

Posted in: Perjalanan Hidup | Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *