Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 5

Hari Kelima hingga Ketujuh: Fokus Masjidil Haram dan Kota Mekkah

Ada yang berbeda dengan shalat subuh pertama di Masjidil Haram pada dua perjalanan umroh saya. Kenapa? Karena kebetulan subuh pertama saya jatuh pada hari Jumat. Subuh di hari Jumat di Masjidil Haram (dan mungkin di Masjid Nabawi, saya belum pernah hari Jumat di Masjid Nabawi), rakaat pertamanya pasti langsung sujud saat dari baca ayat, lalu kemudian berdiri lagi dan imam meneruskan membaca ayat.

Sujud itu disebut sujud tilawah, dimana imam sengaja membaca surat yang ada ayat sajadahnya dan begitu selesai membaca ayat sajadah tersebut imam langsung melakukan sujud tilawah. Setelah itu imam kembali berdiri dan meneruskan bacaan suratnya sampai selesai, dan kemudian ruku.

Di rakaat kedua tidak ada sujud tilawah lagi dan tidak pernah ada qunut baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi untuk shalat subuh.

Kalau anda merasa bahwa Masjid Nabawi itu masjid yang sangat besar, maka Masjidil Haram jauh lebih besar lagi. Di samping itu Masjidil Haram bertingkat-tingkat. Ada tiga lantai dan satu basement. Ada juga pelataran wakaf yang berpusat di Ka’bah.

Selain itu jalan menuju Masjidil Haram tidak serata Masjid Nabawi. Banyak tanjakan dan turunan untuk menuju ke sana. Bahkan banyak jalan raya yang harus terpakai pejalan kaki saat menjelang waktu shalat dan saat setelah shalat. Di Masjid Nabawi pengaturan jalannya lebih baik. Alur antara pejalan kaki dan mobil dibuat bersilangan sehingga tidak mengganggu antara yang satu dengan yang lainnya.

Di dekat Masjidil Haram, jalanan satu arah dengan arah pejalan kaki. Sehingga ketika waktu shalat tidak ada mobil yang dapat melintas di jalanan tersebut karena tertutup pejalan kaki. Baik sebelum waktu shalat maupun sesudahnya.

Artinya ketika mau ikut shalat di Masjidil Haram menggunakan kendaraan, sebaiknya datang jauh sebelum waktunya dan pulang jauh setelah waktunya. Untuk amannya ambil waktu 30 menit sebelum dan sesudah sebagai patokan. Khusus untuk shalat Jumat, waktunya bisa 1 jam atau 1 ½ jam sebelum dan sesudahnya.

Bedanya lagi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dari jarak hotel. Jika dekat Masjid Nabawi jarak hotel bintang 3 banyak yang berada di radius 200 meter dari pintu luar masjid, di Masjidil Haram, hotel bintang 4 pun berada di radius 300-500 meter dari masjid. Memang tidak terpaut terlalu jauh, namun karena jalannya menanjak dan seringkali kalau telat datang jalurnya ditutup untuk pejalan kaki dan harus memutar, makanya ketika berada di Mekkah khusus untuk orang yang sudah sepuh, sebaiknya memilih hotel bintang 5 yang sangat dekat dengan masjid.

Hotel bintang 5 biasanya terletak berdekatan dengan masjid, ada yang langsung di seberang jalan masjid dan ada yang di dalam mal. Artinya lumayan terlindungi dari penutupan jalan dari pihak keamanan setempat walaupun baru keluar hotel menjelang azan dan sejelek-jeleknya shalat di pekarangan masjid. Masih dapat mendengar suara imam dan insya Allah masih dianggap shalat di Masjidil Haram yang pahalanya 10 ribu kali lipat pahala shalat di tempat lain.

Di hari pertama setelah melakukan ibadah umroh dari Madinah ke Mekkah, biasanya digunakan jamaah sebagai hari istirahat. Tidak ada acara khusus dari pihak travel pada hari tersebut. Jamaah hanya perlu menguatkan kaki dan badan yang sudah lelah karena melaksanakan ibadah umroh hingga dini hari.

Diharapkan jamaah harus segera kembali fit sedia kala menjelang esok harinya. Karena di hari tersebut akan difasilitasi untuk melaksanakan umroh kedua.

Iya, umroh bisa juga dilakukan dari Mekkah, yaitu dengan mengambil Miqot di Ji’ronah. Sebelum ke Ji’ronah biasanya didahului dengan jalan-jalan di kota Mekkah dan sekitarnya dengan tujuan sebagai berikut

  1. Yang bus berhenti: Jabal Tsur, Jabal Rahmah dan Masjid Ji’ronah
  2. Yang bus tidak berhenti: Jabal Nur, Arafah, Mina, Musdalifah, Masjid Jin dan Pemakaman Ma’la

Kalau umroh bisa dilakukan dari Mekkah, lalu buat apa kita capek-capek dan lelah-lelah menggunakan ihram dari Madinah?

Sebenarnya ini pertanyaan bagus. Tapi aturan ibadah umrohnya tidak bisa langsung dari Mekkah kalau mau umroh, kecuali anda adalah pemukim Mekkah.

Jadi kalau anda berada dari luar Mekkah, maka ada 4 tempat yang harus dilewati sebagai tempat Miqot. Dua dari arah utara, satu dari arah selatan, satu dari arah timur. Dari arah barat tidak ada, tinggal menyesuaikan, karena Mekkah lebih dekat ke arah pantai di sebelah barat yang dikenal dengan nama kota Jeddah. Sayangnya Jeddah bukan merupakan Miqot yang ditetapkan oleh Rasulullah.

Dua dari arah utara yang dimaksud adalah dari Madinah dan dari Syam (dekat Palestina). Dari arah timur adalah dari Riyadh (ibukota Saudi Arabia) dan dari arah selatan artinya dari Yaman. Nah kalau Ji’ronah hanya dapat digunakan oleh orang yang sudah bermukim di Mekkah, paling tidak satu hari bermukim di kota Mekkah.

Bagaimana bila kita tidak ikut umroh pas dari Madinah dan ikutnya pas umroh dari Ji’ronah?

Untuk menjawab itu ilmu saya belum sampai. Silakan ditanyakan kepada guru, pembimbing atau ulama yang anda percayai. Wallahu A’lam Bishawab.

Dari Masjid Ji’ronah bagi yang akan melakukan umroh kedua, sifatnya opsional dan biasanya digunakan untuk mengumrohkan orang lain atau dikenal dengan umroh badal. Biasanya kesempatan umroh kedua ini digunakan untuk mengumrohkan orang tua atau kerabat yang sudah meninggal. Syarat untuk membadalkan umroh adalah yang dibadalkan harus sudah meninggal atau masih hidup tapi sudah tidak mampu lagi secara fisik untuk melakukan umroh, misalnya sedang koma atau sedang sakit yang tidak ada harapan sembuh. Sedangkan bagi yang membadalkan sudah pernah melakukan ibadah umroh sebelumnya.

Prosesinya sama dengan umroh pertama dari Madinah, namun kali ini shalat sunnah ihram dan niatnya dari Masjid Ji’ronah. Perjalanan menuju Masjidil Haramnya lebih sebentar, hanya sekitar setengah jam.

Umroh yang ini biasanya dilakukan setelah shalat Zuhur. Tawaf harus selesai sebelum Ashar dan Sa’i dan Tahalul harus sudah dilakukan sebelum Maghrib. Kalau jalan-jalan di hari itu dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, mungkin sebelum Ashar sudah dapat diselesaikan umrohnya.

Bedanya dengan umroh pertama, di umroh kedua saat Tawaf akan menghadapi cuaca yang sangat panas. Ini karena Tawaf dilakukan setelah shalat Zuhur di mana matahari masih panas. Waktu umroh pertama kan Tawafnya dilakukan di malam hari, jadi tidak terlalu panas.

Untuk Sa’i dan Tahalul tidak banyak berbeda dengan umroh pertama karena berada di dalam ruangan. Iya, walaupun Sa’i berjalan dari bukit Shofa ke bukit Marwah, tapi sepanjang perjalanan anda selalu berada di ruangan tertutup.

Ada pendingin ruangannya, walaupun gak dingin-dingin amat. Dan yang pasti terlindung dari teriknya sinar matahari, kecuali di beberapa tempat yang pintunya terbuka, ada cahaya matahari yang dapat masuk ke dalam.

Biasanya setelah melaksanakan umroh kedua, bagi laki-laki adalah hal yang sangat spesial. Kenapa spesial? Karena di saat inilah rambutnya bakal dicukur habis, sehabis-habisnya.

Ini karena tahalul sampai botak lebih afdol daripada hanya memotong beberapa helai rambut. Bagi yang sangat jarang foto-foto, saat-saat inilah momen terbaik untuk foto-foto sekaligus kenang-kenangan botak bersama.

Keesokan harinya adalah hari bebas namun bila menginap dekat dari Masjidil Haram, biasanya dari pihak tur akan mengadakan ziarah mengelilingi Masjidil Haram dan mengunjungi rumah tempat Rasulullah dilahirkan. Artinya rumah yang dikunjungi adalah rumah ibu Rasulullah, Aminah.

Rumah Aminah saat tulisan ini dibuat, dicat warna kuning di keseluruhan bangunannya. Terletak di antara jalan keluar bukit Marwah dengan gerbang Ismail. Sebenarnya banyak tempat bersejarah di antara kedua tempat tersebut. Ada rumah Khadijah yang sudah tidak berbekas karena sudah jadi pekarangan masjid, namun diberikan tanda berupa gundukan. Ada rumah Arqam, yang biasa dikenal dengan Darul Arqam, tempat Rasulullah membina sahabat-sahabat di awal-awal perkembangan Islam. Rumah Arqam juga tidak ada bekasnya hanya tinggal pertanda berupa tiang di antara kedua lokasi tersebut. Dan juga yang cukup bersejarah, tapi di jaman modern, letak dari crane yang terjatuh ke lokasi tawaf beberapa tahun yang lalu, yang menyebabkan ratusan jamaah umroh syahid dan luka-luka, juga ada di antara kedua tempat tersebut.

Setelah itu akan diajak oleh pembimbing umroh untuk mencoba menembus Hijir Ismail bila tidak terlalu ramai saat itu. Sayang sekali pada saat ziarah dan kunjungan ke Hijir Ismal ini saya tidak ikut. Mungkin lain kali kalau ada rejeki kembali untuk umroh, saya akan ikut ziarah ini.

Hari ketujuh ini juga merupakan hari terakhir dimana anda secara penuh berada di Mekkah, khususnya di Masjidil Haram. Ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan di hari ini

  1. Belanja, menghabiskan uang real yang sudah dipersiapkan sekaligus membelikan oleh-oleh untuk keluarga, kerabat dan handai taulan.
  2. Kunjungan ke Jabal Tsur atau Jabal Nur. Biasanya orang lebih memilih Jabal Nur, karena dari sana bisa langsung terlihat Masjidil Haram, walaupun Ka’bahnya sudah tidak lagi terlihat. Dari sini bisa merasakan sendiri bagaimana Rasulullah pada jaman itu menyendiri di gua hira dan masih bisa melihat Ka’bah dari kejauhan. Enaknya ke tempat ini menjelang sore atau malam hari. Untuk ke sana harus menggunakan transportasi mandiri, bisa taksi atau menumpang kenalan yang ada di Mekkah. Jika tidak tahu, mungkin ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada pembimbing umroh supaya lebih mudah diarahkan. Khusus kunjungan ini diperlukan fisik yang prima, karena perjalanan ke atas memerlukan waktu satu hingga dua jam perjalanan naik tangga. Bolak-balik bisa sampai empat jam perjalanan bahkan lebih. Yang fisiknya biasa saja atau kurang prima, lebih baik tidak mengunjungi tempat ini.
  3. Mengunjungi Habib Rizieq Shihab. Enaknya kalau di rombongan umroh ada yang berafiliasi dengan FPI, Ulama atau Habib, karena lebih mudah untuk berkoordinasi dan mengunjungi ulama besar Umat Islam Indonesia tersebut. Kabarnya untuk mencapai rumahnya bolak-balik, tarif taksinya sekitar 150 Riyal. Agak jauh rumahnya dari Masjidil Haram, tapi masih di daerah Mekkah.
  4. Lebih sering berada di Masjidil Haram dan berusaha berdoa di tempat-tempat mustajab. Mumpung, karena ini adalah malam terakhir di Mekkah. Belum tentu anda balik lagi ke tempat yang suci ini di kemudian hari.

bersambung ke bagian keenam…

Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 4

Hari Keempat: Hari Ibadah Umroh

Di hari keempat inilah perjalanan umroh yang sesungguhnya. Hari ini adalah hari terberat dari seluruh perjalanan umroh yang anda lakukan. Oleh karena itu persiapkan fisik secara baik menyambut hari yang sangat bersejarah ini.

Pada malam sebelumnya sudah diinformasikan bahwa bagasi sudah harus dipersiapkan sejak pukul 9 atau 10 pagi agar memudahkan saat dipindahkan ke bus di siang harinya. Bahkan sebelum itu, yaitu menjelang Maghrib, sudah diadakan manasik dari pembimbing umroh, mengingatkan apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat sudah mengenakan ihram esok harinya termasuk teknis-teknis pelaksanaan umroh dari awal hingga selesai.

Hari ini juga merupakan hari dipakainya ihram bagi para peserta umroh. Bagi perempuan pakaian ihram dianjurkan sudah digunakan sebelum Zuhur, sehingga ketika Zuhur di Masjid Nabawi sudah menggunakan ihram.

Bagi laki-laki, ihram sudah mulai digunakan juga sebelum Zuhur, namun masih ada keleluasaan bagi laki-laki untuk masih menggunakan pakaian dalam pada saat Zuhur di Masjid Nabawi.

Biasanya dianjurkan untuk menjamak shalat Zuhur dan Ashar ketika berada di Masjid Nabawi.

Sebelum shalat Zuhur, peserta dianjurkan untuk mandi sunnah ihram dan memakai wangi-wangian di badan sebelum memakai ihram.

Peserta akan mulai check out dari hotel sehabis makan siang menuju Miqot atau tempat mulai berihram di Masjid Bir Ali.

Di Masjid Bir Ali semua peserta diharapkan sudah menggunakan ihram secara penuh, kemudian shalat sunnah ihram dua rakaat di dalam masjid tersebut. Setelah semua selesai melaksanakan shalat sunnah, maka peserta biasanya diajak ke dalam bus kembali dan mulai berniat umroh di dalam bus.

Mulai saat itulah larangan ihram berlaku dan bagi yang melanggar akan terkena dam atau denda memotong satu ekor kambing.

Bus akan melakukan perjalanan ke Mekkah dengan waktu perjalanan 5 hingga 6 jam perjalanan. Ada opsi untuk berhenti di rest area di tengah-tengah perjalanan ke Mekkah, namun tidak semua travel menggunakan opsi tersebut. Opsi ini untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk melaksanakan shalat Jamak Maghrib dan Isya di rest area tersebut.

Ada juga travel yang menyarankan agar shalat Jamak Maghrib dan Isya-nya nanti saja di Masjidil Haram sesaat sebelum mulai umroh. Silakan ditanyakan kepada masing-masing pembimbing umroh mengenai lokasi shalat Jamak Maghrib dan Isya pada hari umroh ini.

Biasanya dari Masjid Bir Ali peserta bertolak ke Mekkah mulai pukul 3 siang. Nanti sampai hotel di Mekkah sekitar pukul 8 atau 9 malam. Dengan tambahan waktu check in hotel sekitar satu hingga dua jam, maka kunjungan pertama ke Masjidil Haram baru dilakukan sekitar pukul 11 malam.

Pukul 11 malam ini adalah waktu dimulainya prosesi ibadah umroh selain ihram, yaitu Tawaf, Sa’i dan Tahalul. Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali dengan satu kelilingnya sekitar 200 – 300 meter tergantung sejauh mana anda jarak anda dari pusat Ka’bah. Sa’i adalah berjalan dan diiringi oleh lari-lari kecil bolak-balik antara Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali yang jarak antara Shofa dan Marwah 400 – 500 meter. Total perjalanan yang ditempuh seseorang yang melakukan umroh adalah sekitar 5 km dan itu dilakukan mulai pukul 11 malam.

Oleh karena itu ketika perjalanan di bus menuju Mekkah, peserta diharapkan beristirahat dengan baik dalam bus agar tidak terlalu ngantuk atau lelah saat melakukan prosesi umroh di Masjidil Haram.

Prosesi ibadah umroh sendiri tidak akan dibahas di sini, karena dapat dibaca dari tautan berbagai sumber.

Jangan lupa gunakan receiver audio yang anda terima sesaat sebelum check in di bandara Soekarno-Hatta di hari keberangkatan. Receiver ini sangat berguna saat Tawaf dan Sa’i karena anda akan mendengar apa pun yang diucapkan pembimbing umroh dan anda tinggal mengikuti apa yang diucapkannya. Pembimbing biasanya sudah hapal doa-doa saat tawaf dan sa’i, tapi tetap saja ada yang menggunakan buku saku yang diberikan pihak travel sebagai referensi. Itulah kenapa saya bilang di awal, buku saku layak untuk dibaca tapi tidak perlu dihapalkan, karena saat prosesi umroh yang sesungguhnya, anda akan mendapatkan receiver dimana anda dengan mudah bisa mengikuti doa-doa yang diucapkan pembimbing umroh.

Jika ibadah umroh dimulai sejak pukul 11 malam, maka diharapkan seluruh sesi ibadah akan selesai sebelum pukul 3 pagi. Jangan lupa, pukul 5 hingga 5.30 pagi adalah waktu Subuh di Mekkah. Artinya sejak dari selesainya ibadah umroh, Lelah, pegal-pegal, kotor, dan tak nyaman, hanya punya waktu dua jam untuk bersih-bersih dan kembali lagi ke Masjidil Haram dengan menggunakan pakaian shalat biasa.

Bisa juga tetap menggunakan ihram di Masjidil Haram sambil menunggu waktu Subuh. Di sini lah jauh dekatnya hotel dari Masjidil Haram sangat menentukan.

Kalau jarak ke hotel dari Masjidil Haram kurang dari 15 menit, maka balik ke hotel, bersih-bersih dan balik lagi ke Masjid untuk Subuh adalah pilihan yang tepat. Namun kalau jaraknya lebih dari 15 menit, apalagi sampai lebih dari 30 menit, maka menunggu di Masjidil Haram hingga waktu Subuh adalah pilihan yang tepat.

Biasanya saat meninggalkan Masjidil Haram dengan masih menggunakan pakaian ihram bagi yang laki-laki, akan banyak tawaran dari penduduk setempat untuk cukur botak. Memang kabarnya untuk tahalul hanya dengan memotong beberapa helai rambut sudah cukup. Namun botak lebih afdol. Makanya tidak aneh bila ada yang baru balik dari umroh rambutnya botak. Mengambil dalil bahwa botak lebih afdol tersebut. Tapi jangan terburu-buru tergiur dengan tawaran botak. Karena ada kemungkinan ada umroh kedua yang ditawarkan oleh travel. Silakan ditanyakan terlebih dahulu ke muthawif atau pembimbing umroh, karena bila sudah keburu botak licin, di umroh kedua mau potong rambut sebelah mana lagi?

Untuk orang tua yang tidak kuat berjalan untuk prosesi ibadah umroh biasanya sudah harus memberitahukan muthawif dan pembimbing umroh satu hari sebelumnya agar pihak travel dapat berkoordinasi dengan perwakilan di Mekkah untuk menggunakan jasa kursi roda. Biaya penggunaan jasa kursi roda untuk umroh, mulai dari hotel, prosesi umroh hingga balik ke hotel lagi adalah 300 Riyal atau untuk kurs saat saya menulis ini sekitar Rp 1.2 juta.

Yang mendorong kursi roda adalah orang Indonesia yang tinggal di Mekkah, jadi tak perlu kuatir bila dia mendorongnya terlalu cepat. Saat Tawaf menggunakan kursi roda ada dua pilihan tempat. Di pelataran Tawaf saat tidak terlalu banyak orang yang berada di pelataran, atau di lantai 1 atau 2 Masjidil Haram. Namun bila di lantai 1 atau 2, jarak satu putaran Ka’bahnya meningkat drastis hingga hampir 1 km per satu putaran.

Untuk Sa’i menggunakan kursi roda, ada jalur khusus yang sudah disediakan oleh masjid dan berbeda dengan jalur orang yang tidak menggunakan kursi roda.

Yang pasti bila ada keluarga yang menggunakan kursi roda dengan menggunakan jasa ini, prosesi umrohnya tersendiri, terpisah dari rombongan. Nanti hanya dapat kabar dari yang bersangkutan bahwa dia sudah berada di hotel kembali setengah jam atau satu jam lebih cepat daripada rombongan.

Bila yang membawa kursi roda sendiri bisa menggunakannya di Masjidil Haram, namun tetap harus terpisah dalam melakukan prosesi umrohnya. Bisa hemat 300 Riyal, tapi harus sudah tahu prosesi umroh secara lengkap karena tidak akan ada pembimbing yang akan menemani.

bersambung ke bagian kelima…

Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 3

Hari Kedua dan Ketiga: Fokus Masjid Nabawi dan Kota Madinah

Jamaah yang diminta untuk kumpul sebelum subuh biasanya sudah semua berkumpul dan bersama-sama jalan menuju Masjid Nabawi ditemani oleh pembimbing umroh. Biasanya dia akan memberitahukan nomor pintu pagar dan pintu masuk masjid (biasanya nomornya sama) supaya jamaah tidak nyasar saat pulang dari masjid nanti.

O ya mengenai nyasar saat pulang ke hotel tadinya saya tidak percaya bahwa itu dapat terjadi. Namun jika anda melihat bentuk bangunan di sekitaran Masjid Nabawi, semua bentuk bangunannya mirip, hanya ada tanda tulisan atau logo yang membedakan satu tempat dengan lainnya.

Anda tidak dapat menandakan sebuah bangunan dari jauh, karena bentuknya mirip. Tidak ada bentuk bangunan yang khas, misalnya berbentuk bola atau kerucut. Semua bangunan di sana berbentuk kotak dan mirip sebuah ruko bila hanya beberapa lantai atau mirip apartemen bila lantainya banyak. Oleh karena itu benar-benar ikuti petunjuk dari pembimbing umroh supaya anda tidak tersesat.

Di hari kedua setelah menunaikan ibadah shalat Subuh yang diikuti Syuruq, acara dari travel adalah ziarah keliling Masjid Nabawi. Nanti akan diberitahukan pintu-pintu mana saja untuk wanita dan pintu-pintu mana yang dapat dimasuki pria.

Di luar Masjid Nabawi juga terdapat pemakaman para syuhada muslim seperti Ustman bin Affan yang dinamakan pemakaman Baqi. Pemakaman ini menurut cerita telah didoakan oleh Rasulullah dan yang dimakamkan di pemakaman ini akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah di hari akhir nanti.

Normalnya tidak ada kunjungan ke pemakaman secara langsung, hanya ditunjukkan pemakamannya. Lagipula pemakaman hanya bisa dikunjungi di jam-jam tertentu saja. Silakan dicek jamnya bagi yang berminat ingin berkunjung ke pemakaman tersebut.

Selanjutnya adalah cerita tentang Masjid Nabawi. Di jaman Rasulullah Masjid Nabawi tidak sebesar yang sekarang ini. Ada tandanya dari luar sebesar apa masjid tersebut di jaman Rasulullah. Lalu ada pula tanda besarnya masjid sampai jaman kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Nah selebihnya adalah perluasan dari jaman khalifah selanjutnya hingga sekarang.

Bagi yang mengerti cerita ini akan lebih memilih shalat di daerah masjid asli pas jaman Rasulullah atau paling tidak pas jaman kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Yang asli pas jaman Rasulullah itulah yang dikenal dengan nama Raudhah. Salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Ditandai dengan karpet warna hijau di tempat tersebut. Karpet normalnya warna merah.

Di Raudhah inilah biasanya berjubel orang, baik untuk shalat, berdoa, membaca Al-Quran, atau sekedar duduk karena sudah mendapatkan tempat strategis. Tips untuk dapat mengunjungi Raudah akan dijelaskan di bagian lain.

Setelah dari Raudah ada kuburan 3 orang besar umat Islam. Mereka adalah Rasulullah SAW, Abu Bakar Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA. Ketiganya dikuburkan berdampingan. Namun kalau anda melihat kuburannya, anda tidak akan melihat apa pun selain ubin di dalamnya. Selain itu di depan kuburannya dijaga oleh minimal satu askar (petugas berseragam mirip polisi) untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang melakukan hal syirik kepada ketiga kuburan tersebut.

Ziarah sekitar Masjid Nabawi akan diakhiri dengan mengunjungi museum Al-Quran yang letaknya di sekitar pintu 5 dan 6 masjid. Di museum Al-Quran ini dijelaskan mengenai sejarah Al-Quran dari jaman dahulu hingga sekarang. Ada Al-Quran yang dibukukan pertama kali di jaman Khalifah Ustman bin Affan. Kabarnya saat itu Khalifah Ustman membuat lima buku untuk didistribusikan ke lima wilayah kekhalifahannya. Saat ini hanya tinggal satu buku asli yang tersisa, dan itu ada di Turki. Yang ada di Madinah adalah salinannya. Mungkin ini salah satu alasan harus ke Turki ya selanjutnya, untuk menyaksikan sendiri buku asli Al-Quran dari jaman Khalifah Ustman bin Affan.

Di akhir perjalanan di museum Al-Quran ada promo buku Al-Quran dari museum. Harga normal Quran ukuran standar adalah 60 Real. Tapi pasti di situ sedang diberlakukan harga promo. Waktu saya umroh pertama kali, harga promonya 45 Real. Waktu saya umroh kedua kalinya, harga promonya 100 Real kalau beli dua. Silakan kembali lagi di hari berikutnya jika dirasa promonya kurang nendang. Bisa kok masuk langsung ke tempat penjualannya langsung tanpa harus melewati museum dari awal lagi.

Jika ada waktu lebih juga akan dijelaskan tentang berbagai masjid di sekitar Masjid Nabawi yaitu Masjid Al Ghamamah yang merupakan masjid tempat Rasulullah Shalat Ied. Dahulu berupa lapangan, namun akhirnya dibuat masjid di tempat tersebut. Selain itu ada juga Masjid Abu Bakar dan Masjid Ali bin Abi Thalib. Namun masjid-masjid yang saya sebutkan tersebut tidak lagi digunakan untuk shalat, karena sudah ada Masjid Nabawi yang begitu megahnya beberapa puluh meter dari masjid-masjid itu.

Jika ingin melaksanakan shalat 5 waktu di Masjid Nabawi disarankan untuk sampai di pintu terluar masjid 15 menit sebelum azan. Hal ini disebabkan akan sangat penuh dan susah mencari shaf kosong bila ingin masuk masjid. Apalagi jika anda berkeinginan shalat di area Raudhah atau di area perluasan di jaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Khusus untuk kunjungan ke Raudhah akan dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya. Kenapa pada jam tersebut? Karena di saat itu diberikan kesempatan kepada para wanita untuk juga mengunjungi Raudhah. Raudhah dibuka 24 jam untuk pria. Namun bagi wanita hanya dibuka 3 kali dalam satu hari.

Pertama setelah Syuruq hingga menjelang Zuhur. Kedua setelah Zuhur hingga menjelang Ashar. Ketiga setelah Isya hingga tengah malam. Para rombongan travel umroh biasanya memilih yang setelah Isya. Untuk jamaah wanita sangat direkomendasikan ikut rombongan, karena kalau mengikuti jam-jam lain akan lebih susah dan lama untuk dapat tembus ke Raudhah.

Masjid Nabawi dibuka 24 jam. Namun tidak semua pintu dibuka 24 jam. Hanya satu pintu yang dibuka 24 jam, yaitu pintu nomor 1. Bagi yang ingin ke masjid sebelum jam 2 pagi, hanya bisa melewati pintu nomor 1. Jadi mohon dihapal letak pintunya karena kalau salah anda harus memutari Masjid Nabawi secara keseluruhan demi mendapatkan pintu nomor 1.

Di hari ketiga aktivitas dari travel biasanya ziarah keliling kota Madinah. Walaupun saat ini sudah ada layanan dari pariwisata setempat berupa bus hop-on hop-off dengan membayar beberapa puluh real untuk travel seharian yang bisa anda temukan di dekat pintu 20-22 Masjid Nabawi, tetap saja layanan dari travel menjadi sangat menarik karena tidak perlu mengeluarkan biaya lagi.

Untuk ziarah keliling kota Madinah berikut adalah tempat-tempat yang dikunjungi

  1. Yang bus berhenti sekaligus bisa belanja: Masjid Quba, Padang Uhud dan Kebun Kurma
  2. Yang bus tidak berhenti: Masjid Qiblatain dan Benteng Perang Khandaq

Pembimbing umroh dari travel akan menjelaskan secara garis besar sejarah dari masing-masing tempat, kecuali kebun kurma karena di situ murni belanja. Perjalanan biasanya dimulai pukul 8 pagi dan sebelum Zuhur sudah kembali lagi ke hotel karena ingin mengejar shalat Zuhur.

bersambung ke bagian keempat…

Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 2

Ngapain Saja Saat Perjalanan Umroh?

 

Saya sudah dua kali melakukan perjalanan umroh dalam 11 bulan terakhir. Yang saya rasakan adalah itinerary umroh untuk dua perjalanan tersebut relatif sama. Sehingga yang saya bagikan di sini adalah pengalaman umroh saya untuk dua perjalanan tersebut.

Perjalanan umroh saya selalu dimulai dari Madinah dan berakhir di Mekkah. Sehingga ketika berumroh saya tidak pernah ganti pakaian ihram di pesawat. Kenapa harus ganti pakaian ihram di pesawat? Kenapa saya tidak? Silakan anda googling sendiri mengenai kabar tersebut karena ada perbedaan pendapat antara beberapa ulama mengenai hal tersebut.

 

Hari pertama: Hari Keberangkatan

Untuk yang penerbangannya mendarat di Jeddah, biasanya travel akan memberangkatkan jamaah dari bandara Soekarno-Hatta mulai pukul 9 pagi sampai pukul 12 siang. Kenapa di jam-jam ini? Karena target mereka adalah sampai di Jeddah sekitar Maghrib atau permulaan Isya waktu setempat.

Perjalanan pesawat akan memakan waktu 10 jam untuk yang direct flight atau penerbangan langsung dan 13 jam untuk yang transit. Langsung atau transit adalah kebijakan dari masing-masing travel. Sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu mengenai hal ini sebelum membayar, pakai airline apa, apakah langsung atau transit dan lain sebagainya.

Khusus penerbangan langsung mendarat di Madinah biaya yang ditawarkan travel biasanya lebih mahal. Untuk yang mendapatkan fasilitas bintang 5, biasanya penerbangan langsung ke Madinah. Namun saya akan bercerita pengalaman saya yang mendarat di Jeddah, karena dua perjalanan umroh saya mendaratnya di Jeddah.

Dengan pesawat berangkat mulai pukul 9 pagi hingga pukul 12 siang, maka peserta umroh diharapkan sudah berada di titik berkumpul sejak setelah waktu subuh. Waktu yang sering diambil adalah pukul 6 pagi. Ada yang berkumpul di hotel sekitar bandara, ada yang langsung berkumpul di terminal keberangkatan di bandara. Itu tergantung kebijakan masing-masing travel.

Saat datang ke tempat berkumpul, dari pihak travel langsung mengumpulkan bagasi yang anda bawa untuk mereka urus. Jangan kuatir masalah bagasi, karena semuanya akan diurus travel sampai anda pulang lagi ke tanah air.

Beberapa saat sebelum check in, pihak travel akan membagikan paspor anda dengan boarding pass keberangkatan dan sebuah receiver audio untuk kepentingan umroh di Mekkah nanti. Khusus untuk receiver audio harus disimpan baik-baik oleh peserta karena biasanya menjadi alat tukar untuk mendapatkan air zam-zam 5 liter saat kepulangan. Receiver ditukar dengan air zam-zam. Receiver hilang, air zam-zam tidak dapat.

Bagi yang ingin membeli paket umroh dari operator telekomunikasi Indonesia, saat sebelum berangkat seperti inilah saat terbaik untuk mengaktifkan paket umroh. Jangan lupa aktifkan internasional roaming di smartphone anda dan juga konfirmasi ke operator apakah kartu anda sudah aktif internasional roamingnya beberapa hari sebelumnya.

Setelah itu anda akan diantar oleh seorang pemimpin perjalanan, biasanya disebut Muthawif, yang akan bertanggung jawab untuk perjalanan umroh anda. Jangan ragu bertanya seputar perjalanan umroh kepadanya. Biasanya jika ada masalah dalam perjalanan umroh kita, baik dari sisi pelayanan, makanan atau bahkan bantuan tambahan selama di tanah suci, Muthawif inilah yang akan menyelesaikan permasalahan kita.

Untuk bisa masuk ke tempat tunggu keberangkatan internasional, anda harus melewati imigrasi bandara terlebih dahulu. Di imigrasi hanya perlu mempersiapkan paspor dan boarding pass yang barusan diberikan oleh travel. Lamanya urusan imigrasi tergantung antrian yang ada. Khusus bagi pemegang e-paspor ada antrian khusus otomatis tanpa petugas. Tinggal scan paspor dan anda bisa melewati imigrasi dengan mudah.

Setelah melewati imigrasi, maka tinggal masuk gate yang sesuai dan menunggu panggilan di ruang tunggu yang disediakan.

Jangan lupa, untuk yang membawa barang dalam kabin, jangan pernah membawa air atau cairan dengan isi hingga 100 ml. Jika saat pemeriksaan barang bawaan oleh petugas bandara ditemukan air minum botol, biasanya petugas tersebut langsung menyuruh anda untuk menghabiskan minumannya. Namun bila yang ditemukan adalah hal lain, misalnya sabun cair, lotion atau mungkin madu yang isinya lebih dari 100 ml, maka petugas akan menahan barang tersebut dan tidak bisa anda bawa pergi.

Untuk barang yang ada di dalam bagasi jangan sampai membawa powerbank, apalagi yang kapasitasnya besar. Pasti dibongkar saat handling bagasi dan anda pasti dipanggil oleh pihak travel untuk membuka koper anda dan mengeluarkan powerbank dari bagasi anda.

Jadi untuk amannya, barang-barang yang isinya cairan, masukkan ke dalam bagasi. Powerbank masukkan ke dalam kabin.

Begitu mendapatkan panggilan untuk boarding, maka langsung masuk ke pesawat dengan menunjukkan kembali boarding pass dan paspor. Biasanya kalau udah lewat imigrasi, lewat yang ini tak terlalu ketat.

Di pesawat tinggal cari kursi yang sesuai di boarding pass dan tinggal nikmati pejalanan 10 – 13 jam, tergantung apakah langsung atau ada transit terlebih dahulu.

Untuk yang pesawatnya full board airline, maka selain mendapatkan makanan minimal dua kali, juga dapat menyaksikan acara video on demand, dimana ada film-film hollywood yang gak baru-baru amat tapi masih tergolong baru. Lumayan untuk menghilangkan bosan duduk 10 jam di pesawat.

Untuk yang naik airline hemat atau low cost, rasanya masih dapat makan tapi yang pasti gak dapat hiburan di dalam pesawatnya. Silakan siapkan buku bacaan yang cukup tebal, atau sekalian baca Al-Quran sepanjang perjalanan. Lumayan bisa dapat 5-10 juz di dalam perjalanan 10 jam itu. Kok cuma sampai 10 juz? Ya kan ada tidur dan makan, jadi gak full baca terus.

Sepanjang perjalanan menuju Jeddah anda akan melihat bahwa langit gak gelap-gelap. Bawaannya terang terus. Apalagi kalau berangkat sebelum pukul 12 siang. Sampai mendarat di Jeddah pun kemungkinan langit masih terang, padahal anda sudah berjalan 10 jam lebih.

Kok bisa? Itu karena ada perbedaan 4 jam antara Jakarta dengan Jeddah. Jakarta lebih cepat 4 jam daripada Jeddah. Dengan perjalanan 10 jam sebenarnya anda baru berjalan selama 6 jam menurut waktu Jeddah. Oleh karena itu bila berangkatnya di bawah pukul 12 siang, maka anda akan sampai sebelum pukul 6 sore dimana langit masih terang saat itu karena baru menjelang Maghrib.

Ujian kesabaran pun dimulai setelah mendarat di Jeddah. Pertama, untuk jamaah umroh, turun pesawatnya dibedakan dengan penumpang biasa. Penumpang biasa dipersilahkan untuk turun dahulu. Sudah ada bus besar yang menunggu saat turun dari pesawat untuk membawa anda ke kedatangan terminal haji dan umroh di bandara King Abdul Aziz.

Terminal haji dan umroh ini berbeda dengan terminal internasional King Abdul Aziz yang biasa. Bangunannya model lama, fasilitasnya seperti bandara-bandara daerah di pedalaman Indonesia, padahal bandara internasional.

Kesabaran pertama dimulai dari melewati petugas imigrasi. Tidak semua loket ada petugasnya. Biasanya hanya tersedia kurang dari separo petugas saat melewati imigrasi. Sehingga antrian pun mengular semakin panjang.

Tidak semua petugas imigrasi mampu berbahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Semua komunikasi kebanyakan disampaikan lewat isyarat atau kode kepada para penumpang. Untuk kunjungan pertama ke Saudi Arabia setiap penumpang diambil gambarnya lewat sebuah kamera yang terpampang di samping petugas. Untuk yang sudah kedua kali atau lebih, pengambilan kamera tidak lagi dilakukan.

Antrian untuk melewati petugas imigrasi adalah sekitar 1 jam untuk seluruh jamaah yang ikut dalam rombongan. Ada yang cepat, namun ada juga yang lambat. Kecepatan melayani jamaah dari masing-masing petugas juga berbeda.

Setelah melewati imigrasi, ujian selanjutnya sudah menunggu. Di bandara Internasional yang penumpangnya sekali datang ada ratusan atau bahkan ribuan jika ada beberapa pesawat sekaligus mendarat di waktu yang hampir bersamaan, jumlah toiletnya kurang dari lima, baik untuk pria maupun wanita.

Antrian untuk buang air kecil ataupun besar pun mengular tanpa henti. Jadi pastikan sebelum mendarat di bandara, anda sudah buang air kecil di pesawat. Kalau buang air besar, ya silakan antri cukup panjang. Ini berlaku untuk pria dan wanita ya.

Setelah melewati dua ujian besar tersebut mulailah ada titik terang. Koper sudah terkumpul. Perwakilan travel yang di Saudi Arabia sudah melayani anda dan dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka sudah langsung menunjukkan letak parkir bus yang akan membawa anda ke Madinah. Biasanya di saat inilah anda akan bertemu dengan pembimbing ibadah umroh anda yang bermukim langsung di Saudi Arabia namun lancar berbahasa Indonesia maupun arab. Pembimbing ini biasanya orang Indonesia asli yang sudah lama bermukim di Saudi Arabia.

Namun jangan senang dulu karena untuk dapat ditunjukkan letak parkir bus, semua jamaah sudah harus melewati semua ujian yang sebutkan di atas. Ada satu saja yang tertinggal, maka semua jamaah harus menunggu di terminal sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Sampai di parkiran bus anda akan takjub melihat jenis busnya. Bentuknya besar sekali, beda dengan bus AKAP yang ada di Indonesia. Semua penumpang berada di bagian atas bus, sedangkan semua bagasi berada di bagian bawah. Mirip seperti bus tingkat, tapi bagian bawahnya tidak terlalu tinggi. Jika dianalogikan dengan bus-bus yang ada di tanah air, bus semacam ini tergolong bus super executive.

Namun kondisi bus belum tentu prima. Kerusakan sana-sini biasanya masih ada. Apalagi bagi anda yang memilih perjalanan dengan fasilitas hotel bintang 3 atau bintang 4. Biasanya kalau buat yang fasilitas bintang 5 andaikata dari Jeddah, busnya tetap mendapatkan yang terbaik dan ternyaman. Nyaman adalah kuncinya untuk bus yang berangkat langsung dari bandara King Abdul Aziz.

Saat mau berangkat menuju Madinah yang jarak tempuhnya sekitar 5 – 6 jam, pembimbing yang anda temui saat menuju parkiran bus akan memberikan pilihan kepada anda. Apakah anda akan mampir dahulu di tengah jalan di sebuah masjid besar untuk shalat Maghrib dan Isya secara Jamak, atau anda sendiri melakukan shalat Jamak di mushala bandara atau di atas bus.

Saat perjalanan umroh pertama saya, jamaah lebih memilih untuk mampir dahulu ke masjid besar untuk shalat. Di perjalanan umroh kedua saya, jamaah lebih memilih untuk shalat di mushala bandara atau di atas bus. Pilihan tergantung keinginan jamaah saat itu.

Perjalanan pun dimulai. Untuk yang tidak mampir ke masjid besar, maka perjalanan akan membutuhkan waktu 5 jam. Untuk yang mampir, mungkin membutuhkan waktu hampir 6 jam.

Pukul 1 – 2 pagi biasanya sudah sampai di hotel yang jaraknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi, tergantung hotel yang dipilih. Menara Masjid Nabawi sudah terlihat kira-kira 10 menit sebelum sampai di hotel karena saking tingginya Menara tersebut. Ada cahaya hijau di menaranya. Rupanya cahaya hijau di sebuah menara menandakan bahwa menara tersebut adalah menara sebuah masjid.

Waktu check in hotel biasanya membutuhkan waktu 1 jam hingga semua benar-benar bisa masuk. Biasanya waktu check in cukup cepat karena di jam tersebut tamu hotel lain banyak yang masih tertidur dan liftnya tidak terpakai secara penuh.

Jamaah biasanya dianjurkan untuk bersiap-siap ke Masjid Nabawi di pukul 3 atau pukul 4 pagi atau sesuai kesepakatan. Yang pasti sebelum waktu Subuh supaya pembimbing umroh dapat memberitahukan jalan masuk ke masjid dan memberikan Informasi penting seputar area Masjid Nabawi bagi yang pertama kali datang ke masjid tersebut.

bersambung ke bagian ketiga…

Perjalanan Umroh, Ngapain Aja Sih? Bagian 1

Pergi ke tanah suci adalah impian hampir seluruh umat muslim sedunia. Ada dua alasan utama orang untuk pergi ke tanah suci. Alasan pertama adalah haji. Alasan kedua adalah umroh.

Khusus untuk haji, di jaman now ini di Indonesia, masa tunggunya sangat lama, bisa sampai 20 tahun. Malah beberapa ada yang lebih. Oleh karena itu untuk memenuhi kerinduan akan tanah suci, umroh adalah alternatif yang paling masuk akal.

Ngapain aja sih umroh?

Pertanyaan itu adalah pertanyaan banyak orang yang belum pernah umroh, atau mungkin sudah pernah umroh tapi sudah lama sekali. Mungkin saja tahun 2000-an awal atau malah mungkin sebelum tahun 90-an.

Di tulisan ini akan dibahas mulai persiapan umroh hingga sampai kembali ke tanah air. Apa saja fasilitas yang diberikan oleh sebuah travel umroh sampai ibadah apa saja sebaiknya yang kita lakukan saat umroh berlangsung.

Khusus untuk doa-doa dan tata cara ibadah saat umroh tidak akan dibahas di sini, karena nanti akan diberikan panduan umroh dari masing-masing travel atau dapat membaca buku-buku mengenai umroh dan haji yang banyak beredar di toko buku anda yang tercinta.

Ok mari kita mulai, dari persiapan ya.

 

Apa saja yang perlu dipersiapkan saat umroh?

 

Pertama tentu saja uang untuk mendaftar umroh. Jumlah uangnya sangat bervariasi, mulai Rp 17 juta hingga di atas Rp 32 juta. Namun perlu diwaspadai untuk travel umroh yang memberikan harga di bawah Rp 20 juta, karena bisa saja ada potensi anda gagal berangkat atau tetap berangkat tapi dengan fasilitas tidak sesuai dengan akad.

Pilihlah travel umroh yang terpercaya. Sebagai patokan di tahun 2018 kemarin, untuk mendapatkan fasilitas hotel bintang 3, harga normal umroh berkisar di Rp 20 – 24 juta. Fasilitas hotel bintang 4, harga normal umroh berkisar di Rp 24 – 27 juta. Fasilitas hotel bintang 5, harga normal umroh berkisar di Rp 27 – Rp 31 juta.

Bisa saja ada harga promo yang ditawarkan travel umroh untuk mendapatkan fasilitas yang sama. Namun untuk lebih amannya, saat membayar umroh, pastikan terlebih dahulu tanggal keberangkatannya. Jangan sampai hanya dijanjikan oleh travel kisaran tanggal berangkat, karena ada kemungkinan gagal berangkat atau berangkat namun fasilitasnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Silakan bijak dalam memilih travel umroh dan gunakan akal sehat anda dalam membayar travel umroh. Jika anda membayar kurang dari Rp 20 juta namun dijanjikan bintang lima, maka siap-siap kecewa dengan keputusan anda. Bukan berarti travelnya nakal. Namun potensi kegagalan atau pencideraan akad sangat mungkin terjadi.

Jadi, pastikan harga yang anda bayarkan sesuai dan ketika membayar anda sudah tahu tanggal berapa bakal berangkat dan pulangnya, bukan hanya Bulan atau tahunnya.

Yang perlu dipersiapkan berikutnya adalah surat-surat. Paspor dan buku vaksin meningitis atau yang lebih dikenal dengan buku kuning adalah dua hal yang wajib dipersiapkan. Cara membuat paspor dan mendapatkan buku vaksin meningitis bisa dilihat pada tautan berikut.

http://www.plibaknikmatstrelak.com/2018/03/mengurus-paspor-itu-mudah-jika-dan-hanya-jika/

http://www.plibaknikmatstrelak.com/2018/03/ladang-pahala-saat-suntik-vaksin-meningitis-di-rumah-sakit-fatmawati/

Surat selanjutnya adalah visa dan kartu pengenal umroh. Untuk dua hal ini akan diurus oleh pihak travel dan kita tinggal menunggu hasilnya. Biaya visa gratis, namun khusus bagi yang pernah umroh setelah tahun 2017, maka 99% kemungkinan anda akan terkena biaya visa dari pemerintah Saudi Arabia. Biaya visa adalah sekitar 2.000 Riyal atau dengan kurs rupiah saat ini sekitar Rp 8 juta. Khusus untuk pengurusan visa mulai tahun 2019 ada tambahan prosedur yaitu biometrik. Kabarnya ada tambahan biaya hingga sebesar Rp 150 ribu untuk biaya biometriknya. Sepertinya tambahan biaya ini akan dibebankan kepada peserta umroh.

Paspor dan buku kuning yang sudah jadi, harus diserahkan kepada pihak travel secepatnya agar bisa mereka segera bisa urus visanya untuk kita.

Dengan demikian, bagi yang belum punya paspor, buku kuning dan belum mendapatkan visa, silakan korbankan waktu cuti anda paling tidak 3 hari untuk mengurus ketiga hal tersebut.

Untuk membuat paspor sejatinya tidak perlu cuti, karena biasanya hanya memakan waktu sekitar 2 – 3 jam untuk hari perekaman data, dan tidak sampai 1 jam untuk hari pengambilan paspor. Namun sebagai karyawan yang profesional, lebih baik bila anda memilih cuti saat hari pengurusan paspor.

Untuk mendapatkan buku kuning sejatinya juga tidak butuh cuti seharian. Bagi yang datang pagi-pagi sekali, maka sebelum pukul 10 pagi diharapkan buku kuning sudah ada di tangan.

Untuk proses biometrik sejatinya juga tidak butuh cuti seharian. Pengurusannya lebih cepat, tergantung banyaknya antrian saat itu. Bila datang pagi, maka sebelum jam makan siang proses perekaman sudah selesai dilakukan.

Bila anda sudah membayar biaya umroh, biasanya dalam waktu satu atau dua minggu setelah membayar, anda akan dikirimkan peralatan umroh oleh travel. Peralatan tersebut adalah tas koper besar ukuran 22 inchi atau 24 inchi. Di dalamnya ada tas punggung kabin dan tas selempang yang biasa dibawa oleh peserta umroh saat di tanah suci.

Di dalam tas koper tersebut juga termasuk kain ihram dua lembar bagi laki-laki, namun tidak untuk wanita. Bahan batik juga tersedia untuk seragam travel umroh. Batiknya dijahit atas biaya masing-masing dan harus dikenakan saat hari keberangkatan. Tidak lupa pula khusus bagi laki-laki disediakan sabuk ihram tanpa jahitan. Pastikan sabuknya sesuai dengan ukuran badan. Standarnya akan diberikan ukuran L. Jika ukuran anda lebih besar atau lebih kecil daripada L, mohon diberitahukan kepada pihak travel untuk memberikan ukuran yang lebih sesuai untuk sabuk ihram.

Terakhir yang ada di dalam koper adalah buku saku umroh yang berisi mengenai doa-doa dalam melakukan ibadah umroh. Tidak ada doa khusus yang wajib diucapkan dalam umroh, sehingga buku saku tersebut tidak wajib untuk dihapal, tapi baik sekali untuk dibaca.

Jangan lupa juga bawa pakaian yang sesuai selama berada di tanah suci. Jika sedang musim panas, maka bawa lebih banyak pakaian dalam dan harus mandi minimal satu kali sehari sepanas apapun udaranya. Iklim di sana saat panas tidak membuat anda otomatis mandi keringat karena kelembaban udaranya pun rendah. Panas iya, tapi keringatan tidak. Hal ini membuat anda hanya perlu mandi satu kali sehari.

Bila cuaca dingin mungkin saja anda hanya perlu mandi dua hari sekali. Iya, anda tidak salah baca, dua hari sekali sudah cukup. Tapi perlu membawa jaket yang tebal sebagai tambahan. Jadi pastikan terlebih dahulu cuaca yang akan anda hadapi sebelum mempersiapkan pakaian apa yang akan anda bawa ke sana.

Khusus untuk karyawan, persiapkan waktu cuti selama perjalanan paling tidak 7 hari kerja karena perjalanan umroh akan memakan waktu 9 hari dan ekstra satu hari lagi untuk libur karena jet lag. Tapi tentu itu disesuaikan dengan jadwal umrohnya. Semoga banyak hari libur resmi saat perjalanan umroh anda, sehingga tidak perlu membuang banyak hari cuti tahunan.

Selain persiapan dari peserta, persiapan juga dilakukan oleh pihak travel yang melibatkan peserta. Ada pembuatan grup Whatsapp yang disediakan oleh pihak travel untuk berkomunikasi selama perjalanan umroh. Biasanya itinerary akan dibagikan lewat grup Whatsapp tersebut untuk efisiensi.

Sebagai persiapan akhir menjelang umroh, peserta wajib untuk menghadiri manasik umroh yang disediakan oleh travel. Manasik biasanya diadakan di hari libur. Namun ada beberapa travel yang melaksanakan manasiknya di hari kerja, biasanya satu atau dua hari menjelang keberangkatan. Jika di hari kerja, maka wajib untuk ambil cuti hari tersebut, karena manasik umroh waktunya cukup lama. Mulai pukul 8 pagi paling cepat baru selesai pukul 2 siang bahkan ada yang sampai menjelang Maghrib.

Jangan pernah melewatkan manasik umroh, karena Informasi yang ada di dalamnya sangat berguna untuk perjalanan umroh anda.

Ada juga persiapan yang perlu dilakukan tapi sifatnya opsional. Persiapan itu adalah membeli paket umroh dari operator telekomunikasi yang anda gunakan. Di antara tiga operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, ada dua yang menawarkan paket internet unlimited dengan harga yang hampir mirip satu sama lain. Di Saudi Arabia juga tersedia layanan operator setempat dan dapat membeli sim card setempat. Namun sebagai bangsa Indonesia, alangkah lebih baiknya jika uang beredar di negara sendiri.

Tapi itu adalah pilihan, saran saya beli paket di Indonesia untuk dapat digunakan di sana, daripada beli sim card di sana langsung.

Selain persiapan di atas, tentu saja berdoa. Toh kita akan bertamu langsung ke rumah Allah SWT. Jadi berdoa untuk dapat dimudahkan di perjalanan adalah pilihan terbaik.

bersambung ke bagian kedua….

Masih Mau Jauh dari Riba? Part 2

Harus diakui bahwa di jaman now, berteman baik dengan riba akan memudahkan dan membuat biaya hidup (harusnya) semakin rendah. Hal itu didukung oleh begitu banyaknya cara pembayaran dengan bau-bau riba, dan begitu banyak promo-promo yang kalau ditelisik lebih jauh sebenarnya adalah riba.

Tapi ada juga efek samping dari riba. Selain efek sampingnya secara negara adalah inflasi, efek samping juga dirasakan secara pribadi. Continue reading

Masih Mau Jauh dari Riba? Part 1

Sudah semakin terang-benderang kalau hampir seluruh kegiatan kita di jaman now berkaitan dengan riba.

Yang sudah jelas riba adalah tabungan kita yang ada di bank. Walaupun memang diakui ada alternatif menabung di bank syariah, namun kalau diteliti lebih dalam, bank syariah yang ada saat ini belum murni bebas riba, walaupun sudah jauh lebih baik daripada yang konvensional.

Yang saya ingin tulis di sini adalah, dengan saya dan anda jauh dari riba, saya rasakan biaya hidup meningkat dan hidup semakin susah. Continue reading

Ladang Pahala saat Suntik Vaksin Meningitis di Rumah Sakit Fatmawati

Minggu lalu saya baru saja melaksanakan suntik vaksin meningitis di Rumah Sakit Fatmawati. Apa kesannya? Mudah, enak dan nyaman!

Kok bisa? Katanya harus antri sejak subuh ya mas?

Sekarang sih antri gak perlu dari subuh, yang penting sebelum pukul 7 pagi sudah ada di teras Gedung Griya Husada Rumah Sakit Fatmawati. Nanti begitu pukul 7 tepat, satpam akan membuka pintu gedung dan dimulailah yang namanya antri.

Datang duluan bukan berarti bisa antri duluan. Datang belakangan bukan berarti antri belakangan. Di sini lah ladang pahala pertama untuk kita. Jika kita serabat-serobot, ya mungkin ladang pahala gak berhasil diperoleh. Jika santai aja, mempersilahkan orang lain terlebih dahulu, mungkin ladang pahala sedikit demi sedikit didapatkan.

Loh kenapa ladang pahala? Apa hubungannya? Kan yang namanya antri itu wajar.

Betul sekali. Antri itu wajar. Namun ada ladang pahala dalam antrian tersebut. Apakah itu?

Di Rumah Sakit Fatmawati, untuk mendapatkan antrian layanan pendaftar atau pasien harus mengisi data pribadi sendiri di tiga komputer yang sudah disediakan. Isi mulai dari nomor induk kependudukan, nama, nomor paspor, tanggal lahir, jenis kelamin, dan biodata lain secara mandiri.

Ada yang tidak bisa sama sekali. Ada yang lambat sekali dalam mengisi. Ada yang salah melulu ngisinya. Kesel? Wajar kalau kesel. Oleh karena itulah saya sebut ada ladang pahala yang tersedia di sini.

Tawarkan diri tuk mengisi biodata pendaftar suntik vaksin meningitis. Bagi yang terbiasa menggunakan komputer, satu isian mungkin hanya butuh kurang dari dua menit. Malah mungkin bisa kurang dari satu menit. Dengan menawarkan diri menjadi pengisi biodata, maka antrian akan lebih cepat mengalir, dan orang-orang yang tidak mengerti cara mengisi biodata akan terbantu.

Ladang pahala kan? Tapi ada syaratnya. Mudah saja syaratnya, yaitu harus mendaftar dulu sendiri, paling tidak sebelum pukul 8 sudah memasukkan berkas dan nomor antrian ke lantai 3 gedung. Persayaratan berkas pun hanya fotokopi paspor. Saat mendaftar kita mendapatkan nomor antrian dan surat pernyataan setuju menerima tindakan dari rumah sakit. Jadi ketiga berkas tersebut harus segera diserahkan ke bagian pendaftaran suntik meningitis di lantai 3.

Setelah itu balik ke lantai dasar, dan tawarkan bantuan kembali untuk mengisi biodata pendaftar paling tidak sampai pukul 9 kurang 15 menit. Selanjutnya naik kembali ke lantai 3 untuk menunggu panggilan suntik.

Kenapa pukul 9 kurang? Karena suntik baru dimulai pukul 9. Gedung dibuka sejak pukul 7, pendaftaran diinput sejak pukul 8, suntik dimulai pukul 9. Maka itu ladang pahala hanya berlangsung sebelum pukul 9…kecuali kita tidak ada urusan lain hari itu, mungkin bisa memanfaatkan ladang pahala hingga siang hari.

Pukul 9 dimulailah suntik-menyuntik. Peserta dipanggil per batch dengan 10 orang tiap batchnya. Sepuluh orang itu jenis kelaminnya sama ya. Makanya biarpun nomor kita puluhan, bisa jadi kita mendapatkan panggilan di batch pertama, kedua atau ketiga. Kan jumlah pria dan wanita belum tentu jumlahnya berimbang, maka itu bisa dipanggil cepat, atau nunggunya cukup lama.

Saat dipanggil per batch 10 orang, maka kita akan berhadapan dengan seorang dokter dan seorang perawat. Dokter akan menjelaskan mengenai manfaat suntik meningitis dengan masa manfaat dua tahun, efektif dua minggu sejak disuntik. Oleh karena itu jika mau melaksanakan umroh atau haji, diharapkan suntik paling tidak tiga minggu sebelumnya agar manfaat vaksin lebih optimal.

Bagaimana dengan suntik vaksin influenza? Bisa, tapi harus menunggu satu minggu sejak vaksin meningitis. Jadi yang mau sekalian vaksin influenza harus balik lagi yah minggu depannya.

Selesai suntik yang hebatnya cepat sekali dan gak terasa sakit sama sekali, kita harus membawa seluruh berkas ke kasir untuk pembayaran. Selesai pembayaran, kita kembali ke bagian pendaftaran suntik untuk mendapatkan buku kuning tanda kita sudah menyelesaikan suntik vaksin meningitis.

Sudah deh. Dari mulai suntik hingga menerima buku kuning paling-paling setengah jam hingga satu jam menuggunya. Enaknya tempat menunggunya nyaman, tempat duduknya pun banyak. Jadi jangan kuatir menunggu berdiri dan kepanasan.

Oh iya, di Rumah Sakit Fatmawati suntik vaksin meningitis juga buka di hari Sabtu loh….tapi kata satpamnya antriannya lebih banyak.

Saran saya, untuk masih mendapatkan kenyamanan, datang di hari biasa sebelum pukul 8 pagi. Maksimal pukul 11 kita sudah mendapatkan si buku kuning bukti kita telah divaksinasi. Bila datang pukul 7 pagi, mungkin sebelum jam 10 sudah dapat si buku kuning.

Pilihan tergantung kita, termasuk memanfaatkan atau tidak ladang pahala yang tersedia di sana.

Mengurus Paspor itu Mudah, Jika dan Hanya Jika…..

Mengurus paspor itu sudah sangat mudah saat ini. Datang ke kantor imigrasi hanya perlu dua kali. Datang pertama kali, menunggu, wawancara, foto dan bayar. Datang kedua kali tinggal ambil paspor. Tidak perlu menunggu lama dan tempat nunggunya pun nyaman. Ruangan ber-AC, tempat duduk menunggu banyak dan nyaman.

Sudah sama sekali berbeda dengan mengurus paspor tujuh tahun lalu saat saya bercerita pengalaman saya di sini.

Mudah sekali mengurus paspor saat ini. Bahkan jika hanya perpanjang paspor, walaupun paspor lama sudah lama mati, persyaratan yang perlu dibawa hanya dua. Fotokopi KTP dan fotokopi paspor lama. Tentu KTP dan paspor lama yang asli juga perlu dibawa. O iya, KTP-nya dah harus e-KTP ya, kalau belum ya gak bisa. Continue reading

Belajar Private Copywriting Bagian 4

Di bagian ketiga saya membagikan tentang teknik-teknik agar kemungkinan closing lebih besar. Di bagian keempat ini teknik-teknik tersebut akan ditambah beberapa lagi supaya makin besar lagi kemungkinan closingnya.

Karena ini lanjutan dari teknik sebelumnya, makanya nomornya pun gak mulai dari satu, melainkan dari….

5. Dapetin cintanya customer anda dengan kasih….SURPRISE !!!

Kok pakai kasih surprise sih? Emangnya customer pacar? Emangnya customer suami/ istri?

Yah namanya juga tuk dapetin cinta costumer ke produk kita dan juga membeli dari kita. Jelaslah dengan kasih surprise kemungkinan cintanya nempel ke kita kan makin besar. Kalau dah cinta, ya closing hanya nunggu waktu kok.

Kaya apa tuh kasih surprise?

Namanya surprise ya berarti harus ada yang dikasih ya ke customer dan sifatnya belum pernah dijanjikan sebelumnya. Surprise itu kasih sesuatu, tapi gak beri tahu sebelumnya.

Apa aja tuh surpise?

Saat mau closing, kita bilang aja ke customer, bahwa kalau transfernya hari ini, bakal dapat bonus gratis ongkir.

Atau kalau beli produk ini, nanti akan ada gratis video parenting dari kita.

Atau karena menjadi pembeli produk ke-100, ada tambahan bonus bla bla bla.

Yang penting jangan dijanjikan dulu sebelumnya.

Lebih baik tidak janji tapi kasih lebih daripada janji tapi gak bisa tepati. Itu prinsip ya!

6. Ubah KATA

Apa tuh ubah kata? Kenapa harus diubah kata-katanya?

Sebenarnya sih hanya mengubah kata-kata yang tadinya kelihatan serem di mata calon customer, jadi sesuatu hal yang menyenangkan bagi customer.

Misalnya, di Indonesia kan harga mobil merek Honda biasanya paling mahal untuk yang sekelas. Lihat aja CRV, Jazz, Civic dan Brio. Kelas mobilnya sama tapi harganya dibandingkan dengan merek lain lebih mahal.

Lalu apa yang dilakukan Honda di iklannya?

“in Honda, We value your investment with innovation.”

Padahal kan kalau bilang, dengan bayar lebih mahal anda dapat produk yang fiturnya lebih keren loh. Itu artinya sama. Tapi pemilihan kata-katanya beda.

Bayar lebih mahal diganti dengan investment.

Fitur lebih banyak diganti dengan innovation.

Bisa jadi gara-gara itu, walaupun Honda harga mobilnya lebih mahal daripada merek lain, tetep laku tuh, paling gak di Indonesia ya.

Jadi mulai sekarang, ganti kata-kata berikut

Harga –> Investasi

Bonus Khusus –> Bonus Spesial

Beli –> Miliki

Produk –> Solusi

Mahal –> Tinggi

Potongan Harga –> Penawaran Spesial

Murah –> Terjangkau

dan masih banyak lagi sebenarnya, tapi segitu dulu lah. Toh yang dibeberkan ama Mbak Intan cuma segitu kok…hehehe

7. Naikkan Omset anda dengan CROSS SELLING

Apalagi tuh cross selling? Cross selling itu biasanya menawarkan produk berbeda, biasanya masih berkaitan, sesaat sebelum closing.

Contohnya, kalau anda jualan buku ada cukup banyak varian. Kemudian ada calon customer yang sudah hampir setuju untuk membeli salah satu buku yang anda jual, tawarkanlah buku lain sebagai bundling. Katakanlah, jualan buku novel #bidadariuntukdewa. Lalu ada produk lain sejenis yang berkaitan dengan buku novel Bidadari Untuk Dewa, misalnya Buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula.

Nah ketika calon customer baru mau closing, ditawarin aja buku kedua tersebut. Bilang bahwa di novel ada disebutkan sebuah buku loh, namanya buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula. Kalau sekalian beli buku ini, ongkirnya gak nambah lagi, cuma perlu bayar bukunya kok.

Kalau calon pelanggannya setuju kan berarti bisa dua buku yang laku. Padahal tadinya cuma mau beli satu buku ke kita, eh akhirnya beli dua buku deh. Calon pelanggan pun seneng, karena gak kena ongkir tambahan. Coba kalau misalnya dia beli dua kali, kan ongkirnya dua kali juga.

Cross Selling ini sering dipraktekan di restoran cepat saji dan mini atau super market. Di restoran cepat saji, biasanya kita ditawarkan untuk beli paket, karena kalau tambah minum dan kentang dengan paket, jatuhnya lebih hemat daripada beli terpisah. Kalau di mini atau super market biasanya ditawarkan voucher handphone atau promo purchase with purchase kalau kita sudah membeli dengan nominal tertentu.

Hal tersebut dilakukan agar calon pembeli membeli lebih banyak daripada niatan awalnya. Lebih banyak beli kan lebih untung ya buat kita penjual.

8. Pura-pura Bego

Waduh, apalagi nih! Kenapa tiba-tiba jadi pura-pura bego?

Ya itu, dengan teknik ini kita itu membuat calon pembeli merasa dirinya lebih pintar daripada kita. Coba kalau kita sebagai penjual kelihatan hebat banget, pinter banget, memang sih bisa closing. Tapi kan pembeli adalah RAJA. Sehingga dia harus kelihatan lebih pintar daripada kita dan kita harus kelihatan lebih bego daripada calon pembeli.

Ini tidak berlaku setiap saat ya, tapi hanya berlaku saat calon pembeli masih belum yakin akan pilhannya dalam memilih produk yang akan dibeli dari kita. Biasanya yang seperti ini berlaku untuk produk yang ada varian ukuran atau warna.

Jadi pilih yang warna hitam ya mas? (ketika kita lihat, calon pembeli berulang kali milih antara warna hitam atau warna merah, tapi dia lebih sering lihat warna merah).

Ah gak, saya pilih warna merah aja….

Baik mas kalau gitu saya packingin barangnya. (hehe, kejebak deh, kan kita tahu bahwa sebenarnya dia tuh mau milih warna merah, tapi karena dari tadi mikir mulu, akhirnya kita pastikan pilihannya)

9. Ikut-ikutan

Apalagi tuh ikut-ikutan?

Ikut-ikutan itu untuk memberikan pengaruh ke calon pembeli kalau produk kita itu laku loh. Produk kita itu enak loh. Produk kita itu best seller loh. Produk kita itu digemari orang loh…

Misalnya, produk yang novel #bidadariuntukdewa yang laku lebih dari 13.000 copy saat masa pre-order. Itu kan memancing orang untuk tertarik ama novel tersebut.

Atau kalau anda melihat sebuah warung baru, kok tiap hari rame ya. Berarti kan persepsi anda warung itu pasti makanannya enak dan tertarik tuk mencoba ke sana.

Atau kalau anda lagi jalan, tiba-tiba di depan anda ada rame orang ngerubungin sesuatu. Tentu anda penasaran dan langsung mau ikutan nimbrung kan?

Itulah maksudnya teknik ikut-ikutan. Jadi tuliskan di produk anda bahwa produk ini best seller. Produk ini rekomendasi para chef. Produk ini sangat syar’i, dan lain sebagainya agar orang jadi ikut-ikutan memilih produk tersebut berdasarkan tulisan yang kita buat.

10. Authority/ Otoritas

Kalau yang ini jelas tahu ya. Orang terkenal, selebritas, tokoh politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, pasti ucapannya lebih didengar daripada kita. Jadi ketika mereka mempromosikan sebuah produk, langsung ataupun tak langsung, pasti banyak orang yang tertarik.

Contoh beberapa bulan lalu Presiden Jokowi mampir ke sebuah toko kopi. Eh gak taunya setelah itu hampir semua anak muda kepengen banget mampir ke toko kopi itu.

Masih dari Presiden Jokowi ketika dia membacakan pengumuman pake jaket bomber dari sebuah toko fashion terkenal, maka orang langsung berbondong-bondong mencari jaket bomber tersebut, bahkan KW-nya pun ikutan beredar karena ngikutin poin nomor 9, ikut-ikutan.

Kalau produk kita dapat endorse langsung dari orang-orang semacam ini, tidak perlulah copywriting panjang-panjang. Tinggal bikin aja satu atau dua phrase, pajang fotonya dengan produk kita, kalau perlu ditag tokohnya di social media kita, langsung deh berbondong-bondong orang akan lihat produk kita.

Beli atau tidaknya, itu urusan belakangan, tapi kalau sudah pernah dipakai oleh orang-orang di atas, dan mereka puas akan produk kita, maka tinggal siapin aja stok yang banyak, karena pembeli akan berbondong-bondong datang ke tempat kita untuk membeli. Dijamin!

Eh rupanya masih ada tiga hari yang belum dibagikan di sini.

Udah ya, di bagian selanjutnya akan dikupas tiga hari terakhir pelajaran Private Copywriting dari Mbak Intan.

Jangan kemana-mana ya!