Abu dan Pak Po

Jika anda menyimak cerita Abu, The Introduction, tentunya anda sudah mengetahui sedikit mengenai Pak Po. Pak Po adalah kucing blasteran, sepertinya keturunan dari kucing siam dengan kucing kampung. Muka dan bulunya mirip sekali dengan kucing siam namun perawakannya mirip dengan kucing garong. Dia sudah berada di rumah istri saya sejak istri saya masih duduk di bangku SMA sekitar tahun 1998 lalu.

Ada keyakinan bagi kami bahwa Pak Po adalah ayah kandung dari Abu Strikmat. Soalnya si Pak Po ini beberapa kali mengincar si Ibu (ibunya Abu) ketika si Ibu masih belum tertangkap tangan sedang hamil. Bukti lainnya adalah saudara-saudara Abu yang hilang di cerita di atas bentuk mukanya seperti kucing keturunan karena agak berbeda dengan anak kucing lainnya.

Abu dan Pak Po mulai bercengkrama bersama setelah Abu mulai dapat dipegang oleh kami serumah. Sebelumnya, Abu tidak pernah masuk rumah dan Pak Po adalah satu-satunya kucing yang dipelihara di dalam rumah. Seiring dengan makin jinaknya Abu, maka kucing di rumah pun menjadi dua ekor, Pak Po dan Abu.

Uniknya Pak Po, dia tidak sekalipun melakukan penindasan kepada Abu. Biasanya jika ada kucing dewasa menguasai rumah, kemudian ada datang kucing yang lebih kecil, maka kucing dewasa tersebut biasanya menindas kucing kecil tersebut. Pak Po tidak berbuat demikian. Kemungkinan karena dia sudah cukup tua saat itu karena umurnya sudah 10 tahun lebih.

Abu dan Pak Po sebenarnya cukup akur. Malah Pak Po terlihat sangat sabar terhadap Abu. Buktinya, ketika kami sedang memberi jatah masing-masing makanan keduanya. Pertama tentunya yang dikasih Abu, karena dia masih lincah. Setelah Abu mendapatkan jatahnya, maka Pak Po pun dikasih makan. Tapi kadang Abu berbuat curang dengan nyerondol (merebut makanan dengan cara menyundul kepala) makanan Pak Po sehingga Pak Po kebingungan makan yang mana. Beberapa kali Pak Po mencoba memakan makanan jatah Abu yang ditinggalkannya karena nyerondol punya Pak Po, tapi lagi-lagi si Abu nyerondol Pak Po kembali…..kasihan kadang melihat Pak Po yang begitu sabar.

Walaupun sabar, kadang Pak Po agak gregetan juga dengan Abu. Terutama jika si Abu sangat berisik di rumah. Jika Abu sudah sangat berisik di rumah walaupun sudah dikasih makan, maka Pak Po akan langsung menggaplok (tangan mengenai kepala dibarengi dengan suara marah) -nya sehingga si Abu langsung terdiam. Dan hal itu sangat efektif untuk meredam keberisikannya Abu.

Pak Po pun mempunyai sifat yang sangat membela terhadap Abu. Mungkin saja dia tahu bahwa Abu itu adalah anaknya (tapi kucing tau darimana ya kalau kucing lain itu anaknya? :D). Pernah suatu ketika Abu sampai di rumah dalam keadaan sangat kotor. Dia baru saja kecebur got karena habis berantem dengan kucing lain. Istri saya berusaha memandikannya tapi si Abu berontak dan teriak begitu keras. Pak Po yang mendengar teriakan si Abu langsung mencakar kaki istri saya ketika istri saya memaksa Abu untuk mandi. Istri saya bingung, “loh kok gue yang dicakar?”

Dengan umurnya yang tua, Pak Po berjalan sudah sangat lambat. Pernah suatu kali dia mencoba mengejar kucing betina, tapi tidak sanggup karena kucing betinanya sangat lincah. Kami yang melihat tindak tanduknya hanya mampu tertawa….

Sayangnya Pak Po menderita flu kucing di masa tuanya (lebih dari 10 tahun bagi kucing sudah dapat dibilang tua). Sehingga dia tidak dapat bertahan dan menghembuskan nafas terakhir di awal tahun 2011 ini. Dan sampai saat ini flu kucing tersebut tertular ke Abu. Melihat penjelasan dari internet, flu kucing seharusnya bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang dari sebulan. Tapi sudah berbulan-bulan si Abu kena flu dengan bersin-bersinnya walaupun sudah jarang akhir-akhir ini. Ada yang tahu harus diapain jika kucing suka bersin-bersin?

Pak Po sudah berbakti lebih dari 12 tahun di rumah istri saya. Sekarang saatnya si Abu yang menggantikan tempatnya. Semoga kenangan dengan Pak Po dapat dihidupkan kembali dengan hadirnya Abu di tengah keluarga ini.

Selamat jalan Pak Po! {nice1}

Leave a Reply

Your email address will not be published.