Hari Kampanye

Hari Rabu (15 Juni 2011) kemarin, saya akhirnya melaksanakan acara kampanye untuk menjadi Presiden Toastmaster di klub kantor saya. Saya maju paling pertama dalam berkampanye, dilanjutkan oleh kedua kandidat lain. Seperti rencana saya sebelumnya, saya akan bercerita mengenai masa lalu saya sebelum bergabung di Toastmaster hingga saat ini.

Saya bercerita pengalaman saya di tahun 2004 lalu, pengalaman tampil di depan publik. Tepatnya adalah tanggal 17 Agustus 2004 sewaktu saya masih bekerja di lepas pantai. Waktu itu saya adalah pekerja paling junior, sehingga saya didaulat menjadi petugas upacara. Tugas saya sebenarnya cukup ringan, yaitu hanya membacakan Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Tapi apa daya…..ketika saya berdiri dan membacakan Pancasila, tiba-tiba kaki saya bergetar…. Pancasila yang saya hapal luar kepala sejak kecil, tiba-tiba tidak lagi saya hapal dan saya terpaksa harus konsentrasi membaca teks untuk mengurangi getaran kaki saya….

Untungnya saya berhasil membacakan naskah Pancasila tersebut secara sukses. Namun rupanya ada satu orang yang mengamati tindak tanduk saya ketika kaki saya bergetar……dan saat itulah saya sadar bahwa saya butuh improvement untuk tampil di depan publik.

Cerita saya berlanjut di tahun 2006 ketika saya pertama kali mengikuti acara Toastmaster di kantor. Saat itu saya diminta kesan pesannya di akhir acara sebagai “new comer” tentang acara Toastmaster yang telah berlangsung. Saya maju ke depan, dan mengatakan bahwa acara ini bagus dan saya akan datang kembali karena saya ingin belajar “public speaking”. Tiba-tiba seluruh peserta yang ada di acara tersebut bertepuk tangan sehabis saya ngomong selama kurang lebih 20 detik. Saya melihat dari raut wajah mereka adalah raut wajah yang memberikan dukungan kepada kita. Walaupun saya bukan siapa-siapa, malah tidak dapat berbicara di depan mereka, tetap saja mereka memberikan tepuk tangan yang meriah.

Saya saat kampanye juga bilang bahwa raut wajah yang sama yang saya dapatkan ketika saya berdiri berkampanye di depan mereka…..hehehehe

Di akhir cerita, saya menyatakan bahwa Toastmaster telah memberikan saya banyak. Mungkin saat ini saya belum menjadi pembicara yang baik, tapi dari tempat saya datang, saya yakin saya telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Lagipula Toastmaster memang bertujuan membuat kita lebih baik, dan jika kita harus membandingkan kemampuan kita, bukan dengan orang lain, tapi dengan diri sendiri di masa yang lalu.

Oleh karena itu, saya tambahkan, saya akan memberikan dedikasi saya kepada Klub Toastmaster kantor saya tersebut. Di situlah cerita saya berakhir, sesuai dengan tema “Time to Give Back”

Selanjutnya saya memaparkan visi, misi dan program saya jika saya terpilih menjadi Presiden…..Tentunya tidak etis jika paparan saya dibahas di tulisan ini….hehehe

Ketika seluruh kandidat telah berkampanye, tibalah saat yang tidak saya harapkan, yaitu ada talk show dengan para kandidat! Terus terang saya tidak mempersiapkan diri untuk adanya talk show. Karena tradisi sebelum-sebelumnya memang tidak pernah ada talk show atau tanya jawab dengan para kandidat. Untungnya saya berhasil menjawab pertanyaan para peserta, mudah-mudahan pas sesuai pertanyaannya….mohon maaf ya kalau jawaban saya mungkin agak ngaco….hehehe

Yang pasti masa kampanye sudah berakhir dan tinggal masa pemilihan. Menurut panitia pemilihan, batas waktu memilih adalah sampai 22 Juni 2011 pukul 8 pagi.

Jadi, kita lihat saja hasilnya. Apakah saya berhasil menjadi Presiden di masa 2011-2012 atau tidak? {nice1}

Leave a Reply

Your email address will not be published.