Ide Pembenahan Transportasi di Jakarta (bagian 1)

Saya bukan cagub/ cawagub DKI Jakarta saat ini. Saya juga tidak memiliki afiliasi dengan pasangan cagub/ cawagub saat ini. Namun saya ingin memberikan ide pembenahan transportasi di Jakarta dari pengalaman saya sehari-hari menggunakan layanan angkutan umum. Untuk membenahi transportasi di Jakarta memang agak sulit. Kenapa? Karena seharusnya hal ini dilakukan 10 tahun lalu. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Apa sih yang dibutuhkan seseorang yang akan menggunakan transportasi publik di Jakarta? Bagi saya yang penting adalah ketepatan waktu, keamanan dan kenyamanan dan kalau bisa murah. Parameter yang saya sebutkan lebih dahulu adalah parameter yang lebih penting daripada sesudahnya menurut saya.

Transportasi di Jakarta

 

Mari kita lihat masalah ketepatan waktu. Ketepatan waktu ini adalah masalah terbesar yang dialami transportasi publik di Jakarta. Sebagai pengguna, saya sama sekali tidak mengetahui jadwal kedatangan dan perkiraan sampainya angkutan umum di tempat menunggu maupun ke tempat tujuan. Bisa saja di waktu yang sama, saya langsung mendapatkan angkutan umum ketika sampai di tempat menunggu, namun bisa juga harus menunggu lama untuk mendapatkan angkutan umum. Artinya waktu kedatangan masing-masing angkutan umum harus dibuat terjadwal sehingga saya dan masyarakat pengguna lain dapat memprediksikan waktu kedatangan ke tempat menunggu angkutan umum jika ingin sampai ke tempat tujuan tepat waktu.

Keamanan juga menjadi satu parameter penting. Copet, penodong, dan supir yang ugal-ugalan akan membuat orang menjauhi angkutan umum. Bahkan beberapa kali terjadi pemerkosaan dan pembunuhan di angkutan umum membuat angkutan umum semakin ditinggalkan, terutama di jam-jam yang tidak sibuk. Artinya, tingkat keyakinan orang akan angkutan umum yang aman harus semakin ditingkatkan. Orang bersedia membayar lebih mahal jika ada jaminan keamanan yang lebih. Buktinya taksi sangat laku digunakan jika semakin mendekati malam hari terutama oleh para wanita.

Kenyamanan pun jadi parameter yang cukup penting. Lihat saja busway , bus AC dan kereta listrik komuter! Ketiganya punya satu kesamaan, yaitu lebih nyaman dari angkutan umum lain karena punya AC. Jakarta memang kota yang panas, jadi sudah sepantasnya jika angkutan umum memiliki pendingin udara, terutama untuk di siang hari yang terik. Bahkan ada angkutan umum yang dengan trayek yang sama tapi berbeda fasilitas. Ada yang punya AC, ada juga yang tanpa AC. Harga keduanya pun berbeda. Artinya fasilitas yang disediakan di angkutan umum pun harus diperbaiki, dan kalau bisa lebih banyak disediakan angkutan umum yang ber-AC.

Murah! Itulah alasan orang menggunakan angkutan umum. Jika menggunakan angkutan umum lebih mahal daripada menggunakan kendaraan sendiri, maka orang akan lebih memilih menggunakan kendaraan sendiri. Misalkan penduduk bekasi yang kerja di daerah Sudirman. Jika pengeluaran dia untuk transportasi sehari-hari bolak balik adalah Rp 50 ribu, maka hal itu termasuk mahal baginya. Untuk berhemat, dia mungkin akan menggunakan kendaraan pribadi. Artinya kendaraan umum arus memiliki trayek yang terintegrasi antara satu dengan lainnya, sehingga lebih murah bagi orang-orang yang berkomuter. {nice1}

Bersambung ke bagian kedua

Gambar diambil dari http://i1215.photobucket.com/albums/cc503/yudhitech/PlanetBumi/transportasi-jakarta-macet.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published.