Bagaimana Memotong Cerita Tanpa Mengurangi Pesan?

Di harian Republika sedang ada sayembara menulis pengalaman berlibur. Sayembara tersebut ingin mencari penulis yang suka melancong baik dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan perjalanannya pun bisa berbagai macam, mulai dari perjalanan dinas, religi, bahkan hanya perjalanan liburan biasa. Yang pasti harus ada ulasan mengenai tempat tujuan, makanan, bahkan sampai rincian biaya juga dianjurkan untuk ditampilkan.

Saya sebenarnya sudah punya cerita semacam itu. Saya telah menulisnya setahun lalu. Namun tulisan saya rupanya terlalu panjang untuk ikutan sayembara tersebut. Sayembara tersebut mensyaratkan tulisan minimum sebanyak 15.000 karakter dan maksimum sebanyak 25.000 karakter. Tulisan saya pada awalnya sebanyak 45.000 karakter atau hampir dua kali batas maksimum yang diijinkan.

Sekarang ini saya telah mampu memotong tulisan saya hingga ke 35.000 karakter. Masih perlu 10.000 karakter lagi untuk dipotong. Bahkan target saya hanyalah 20.000 karakter agar masuk dalam batas yang direkomendasikan oleh penyelenggara sayembara. Dengan 20.000 karakter saya akan lebih mudah tambal sulam kata-kata ditambah label-label untuk foto-foto yang disertakan.

Terus terang saya kesulitan memotong tulisan saya lagi. Memang saya rasa beberapa paragraf dapat dihilangkan untuk mencapai target 20.000 karakter. Namun rasanya cerita tersebut akan sangat hambar, karena benar-benar menceritakan perjalanan tanpa ada emosi penulis yang terlibat di dalamnya. Padahal dalam sebuah cerita, emosi penulis saya rasa adalah hal yang sangat penting. Jika penulis cerita saja tidak melibatkan emosinya dalam cerita tersebut, lalu bagaimana orang akan tertarik membaca cerita tersebut?

Tulisan yang sudah jadi saja susah untuk diedit demi masuk kualifikasi untuk ikut sayembara. Saya pun berpikir, jika seseorang yang belum membuat cerita, maka akan sangat sulit baginya membuat cerita yang sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki penyelenggara.

Untungnya batas waktu penulisan masih cukup panjang, yaitu hingga bulan Desember 2012. Saya masih punya waktu satu bulan untuk mengedit tulisan saya agar masuk persyaratan sayembara. Saya tidak mencari menang. Saya hanya senang berbagi informasi. Mudah-mudahan informasi saya berguna. Menang adalah bonus dari sebuah kegiatan berbagi.

Jika sudah berhasil memotong cerita hingga 20.000 karakter, langkah selanjutnya adalah memasang foto-foto dan menjelaskan foto yang dimaksud di dalam cerita agar cerita tersebut jauh lebih hidup.

Satu bulan ke depan rasanya akan semakin berat! {nice1}

Leave a Reply

Your email address will not be published.