Keluar dari Zona Nyaman

zona nyaman

Dua tahun terakhir ini saya selalu menggunakan fasilitas shuttle kantor untuk beraktivitias bolak-balik kantor. Banyak sekali keuntungan naik shuttle kantor, di antaranya adalah keamanan yang tinggi, kenyamanan yang tinggi dan kepastian waktu yang tinggi. Tidak perlu lagi berjibaku menembus kemacetan kota Jakarta. Bahkan seringkali tertidur di perjalanan karena begitu nyamannya.

Semua hal di atas memang sangat sulit untuk dilepaskan. Hal tersebut adalah surga bagi perjalanan di Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya yang hebat. Namun saya takut terlena. Saya rasa ada hal-hal yang bisa saya eksplorasi lebih dalam bila tidak ikut shuttle kantor. Untuk itu saya harus memaksakan diri untuk berhenti dari shuttle kantor.

Alasan yang mendorong keinginan berhenti shuttle kantor adalah ingin mencoba tantangan baru. Saat ini saya baru saja mendapatkan sebuah sepeda motor hasil menang undian dari TelkomFlexi. Sudah hampir sebulan sepeda motor tersebut di rumah namun STNK-nya belum jadi. Dengan demikian sepeda motor tersebut hanya teronggok di rumah dengan percuma.

Saya merasa sepeda motor inilah jalan keluar saya untuk berhenti dari shuttle kantor. Dengan perjalanan rumah ke kantor yang berjarak 15 km, menggunakan sepeda motor mungkin masih menjadi pilihan yang rasional. Perjalanan menuju kantor saat saya pernah menggunakan sepeda motor sebelumnya adalah sekitar 20-30 menit jika jalanan lancar. Dengan kondisi kemacetan di Jakarta, rata-rata saya menghabiskan 45-60 menit untuk sampai ke rumah di sore harinya.

Masalah terbesar saya menggunakan sepeda motor adalah hujan. Hujan biasanya sering terjadi di akhir tahun atau di awal tahun. Kebetulan periode langganan shuttle kantor adalah tiga bulanan sekali. Jadi saya dapat memanfaatkan jeda waktu 6 bulan di pertengahan tahun untuk mencoba menggunakan sepeda motor dan tidak lagi menggunakan shuttle.

Saya pun tidak harus selalu menggunakan sepeda motor. Saya dapat menggunakan angkutan umum. Saya juga dapat menggunakan mobil walaupun itu hanyalah pilihan terakhir.

Saya rindu dengan momen-momen menjadi seorang biker. Rindu dengan mencari jalan tikus untuk mencapai tujuan. Rindu dengan berpakaian ala astronot demi keamanan berkendara. Rindu dengan hembusan angin saat melaju kencang dengan sepeda motor. Rindu dengan selap-selip di antara mobil saat macet di jalan. Rindu dengan berkeliling kota dan mencari jalan alternatif terbaik.

Hal ini masih saya diskusikan lebih lanjut dengan istri saya. Semoga dia menyetujuinya dan mulai 1 April 2013 nanti saya akan memulai petualangan saya menjadi seorang biker. Biker yang juga pengguna angkutan umum saat dibutuhkan.

Semoga saya berhasil keluar dari zona nyaman saya. Mari kita buktikan pada tanggal 1 April 2013 nanti! {nice1}

Gambar diambil dari : http://4.bp.blogspot.com/-3Vo3rcIDHls/T4kM0sC-DMI/AAAAAAAAAjA/Swvd1pDMcas/s1600/zona+nyaman.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.