Uang Elektronik, Niat atau Gak ya?

Saat ini sudah banyak produk uang elektronik yang beredar di negara kita. Produk uang elektronik bisa dikeluarkan oleh sebuah bank atau perusahaan lain yang bekerja sama dengan bank. Dahulu produk uang elektronik dikeluarkan dalam bentuk sebuah kartu (contoh : Flazz BCA atau E-Toll Card Mandiri). Namun dalam satu atau dua tahun terakhir, produk uang elektronik tidak lagi mempunyai bentuk fisik (walaupun yang bentuk fisik masih ada). Yang ada adalah nomor ponsel atau alamat surel dapat digunakan sebagai identitas untuk uang elektronik.

Perusahaan yang mengeluarkan produk uang elektronik tanpa kartu ini tentunya harus disokong oleh sebuah bank. Beberapa ini adalah produk uang elektronik yang saya ketahui disertai perusahaan yang mengeluarkan produk tersebut:

1. Mandiri E-Cash – Bank Mandiri
2. XL Tunai – XL dan BII
3. Doku Wallet – BNI
4. Rekening Ponsel – Bank CIMB Niaga

Keempat produk di atas memiliki fitur yang mirip. Keempatnya memiliki dua tingkat layanan bagi pelanggannya. Untuk pelanggan yang mendaftar tanpa melakukan konfirmasi berupa identitas yang jelas, maka saldo maksimum yang dapat ditampung oleh uang elektroniknya hanya Rp 1 juta. Sedangkan bagi pelanggan yang melakukan konfirmasi dengan identitas jelas, maka saldo maksimumnya meningkat hingga Rp 5 juta.

Keempat produk uang elektronik ini punya website untuk masing-masing layanannya. Mandiri E-Cash memiliki website resmi di sini. XL Tunai website resminya ada di sini. Doku Wallet memiliki website di sini. Sedangkan Rekening Ponsel memiliki website resmi di sini. Dari website yang dimiliki oleh masing-masing produk uang elektronik, seakan-akan mencerminkan bahwa Mandiri E-Cash dan Doku Wallet lebih serius menggarap produk ini karena websitenya pun punya alamat domain sendiri.

Namun kenyataan berbicara lain….

Yang paling mudah untuk melakukan top up dari keempat produk di atas ternyata adalah XL Tunai dan Rekening Ponsel. Kedua produk ini dapat di top up dengan hanya mengisi nomor telepon pemilik di bank masing-masing yang mengeluarkan produk ini. Sehingga lebih mudah bagi pemilik rekening untuk top up dan juga menerima transferan dari pihak ketiga. Sedangkan untuk Mandiri E-Cash dan Doku Wallet, ada beberapa angka tambahan yang harus ditambahkan ke rekening pemilik sebelum transfer dilakukan.

Dalam hal melakukan pembayaran atau transfer, maka keempatnya pun memiliki fitur yang sama mudahnya, walaupun dengan cara yang berbeda-beda. Mandiri E-Cash menggunakan cara aplikasi smartphone dan memiliki animasi seperti melakukan transaksi di toko retail konvensional. Doku Wallet menggunakan fasilitas web untuk lebih ramah bagi pengguna. XL Tunai menggunakan fasilitas menu di ponsel dengan akses yang dimulai dengan * dan diakhiri dengan #. Sedangkan Rekening Ponsel menggunakan fasilitas sms yang dapat tetap melakukan pembayaran saat nomor ponsel tidak aktif atau tidak berada di tangan pengguna ponsel.

Dari sisi promosi saya lihat hanya Rekening Ponsel yang serius melakukan promosi demi meningkatkan jumlah transaksi uang elektronik. Lihat saja promo-promo dari Rekening Ponsel! Mulai dari promo nonton bioskop, promo diskon belanja, hingga promo cash back di retail modern. Promo tersebut sangat berguna bagi pelanggannya, karena setiap hari mereka berinteraksi dengan toko-toko yang mengadakan promo.

Sedangkan produk yang lain memang memiliki toko-toko rekanan yang lebih banyak. Tapi tidak ada promo berguna di dalamnya. Misalnya mendapatkan diskon tertentu di toko online yang belum terkenal. Atau ada tambahan biaya yang dikenakan oleh sebuah toko online bagi pelanggan yang membayar dengan salah satu produk uang elektronik.

Ketika sebuah promo tidak tepat sasaran, maka yang terjadi adalah pelanggan tidak akan tergerak untuk menggunakan produk uang elektronik ini. Pelanggan yang berjiwa muda tentunya akan lebih memilih menggunakan produk yang berkaitan dengan aktivitasnya sehari-hari. Nonton bioskop, diskon di retail modern atau diskon di sebuah restoran akan memudahkan aktivitasnya sehari-hari.

Sedangkan diskon di toko online yang belum terkenal apalagi ada tambahan biaya jika melakukan pembayaran dengan cara tersebut akan membuat para pelanggan yang berjiwa muda memilih untuk tidak menggunakan produk tersebut karena menurutnya penggunaan uang tunai atau kartu kredit lebih menguntungkan bagi mereka.

Dengan demikian saat ini terlihat perusahaan mana yang serius memasarkan produk uang elektroniknya. Dari keempat produk di atas, hanya Rekening Ponsel dari Bank CIMB Niaga yang saat ini niat untuk memperkenalkan produknya ke segmen pelanggan yang berjiwa muda. Yang lain saat ini hanya memberikan alternatif pembayaran kepada para pelanggannya tanpa ada keuntungan pasti bagi pelanggan menggunakan layanan tersebut.

Yang pasti, jika menggunakan produk elektronik semacam ini, pelanggan paling tidak akan dikenakan biaya sms Rp 500 untuk satu kali transaksi. Jika tidak ada keuntungan bagi pelanggan menggunakan produk ini, maka untuk apa pelanggan membayar tambahan Rp 500 per transaksi?

Semoga perusahaan lain yang saat ini atau berencana memasarkan produk uang elektronik memberikan promosi yang kuat agar pelanggan benar-benar merasa lebih mudah, lebih untung dan lebih keren menggunakan produk uang elektroniknya. Jika hal tersebut dilakukan, maka saya yakin ke depannya produk uang elektronik akan menjadi primadona bagi masyarakat.

Tidak apa-apa setiap kali transaksi bayar tambahan Rp 500. Yang penting pelanggan dapat menghemat uang membeli barang atau jasa yang diinginkan dengan uang elektronik ini. Ketika pengguna sudah banyak, tentu promo-promo mulai dikurangi bahkan dihilangkan dan sendirinya pelanggan akan tetap menggunakan layanan walaupun promo sudah sangat dikurangi.

Lihat saja produk kartu kredit bank Citibank dan BCA. Dulu promo mereka sangat gencar. Tapi dalam beberapa tahun terakhir ini promo mereka kurang greget. Tapi apakah orang berhenti menggunakan Citibank dan BCA? Tidak juga, karena hampir setiap orang yang kenal pasti punya salah satu kartu kredit antara Citibank atau BCA. {nice1}

Gambar : Dikumpulkan dari berbagai website dan digabung dalam satu gambar.

One thought on “Uang Elektronik, Niat atau Gak ya?

  1. Saya sudah coba ecash, dan ternyata ga ada nilai plus nya sama sekali. Pengennya ecash bisa kayak gopay yang mudah dipakai eh malah kayak ga niat ecashnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.