Ikut Kajian KEY FAST Episode #3

Episode #1 dan #2 telah dilewati. Kali ini jatahnya Episode #3. Melihat temanya sih keren banget : FINDING GOD!

Mas Weemar menjanjikan bahwa di episode ini dia tidak akan menggunakan satu pun dalil, tapi seluruhnya menggunakan akal dan logika berpikir. Tentu sangat menarik, sehingga kita tidak lagi terjebak dalam pertanyaan sirkuler.

+ Tuhan kamu siapa?

= Allah

+ Tahu dari mana?

= Quran

+ Lah emang Quran dari siapa?

= Allah

+ Tahu dari mana?

= Quran

+ Quran dari siapa? dst dst dst sampe bosen…

Bingung kan? Nah di episode inilah kebingungan itu harusnya hilang.

Dalam episode ini ada tiga hal yang dibahas

  1. Apakah Tuhan itu ada?
  2. Jika ada, siapa Dia?
  3. Apa buktinya bahwa Tuhan bener Dia?

Sebelum membahas Tuhan itu ada, kita dikembalikan ke materi Episode #1 yaitu tentang tiga ideologi besar dunia. Tentu yang dibahas adalah Tuhan dari versi kedua ideologi selain Islam terlebih dahulu, agar kita tahu dimana salahnya kedua ideologi tersebut.

Yang pertama dibahas adalah ideologi Kapitalisme. Dan mudah saja untuk menemukan Tuhan di ideologi ini, karena memang tidak penting ada Tuhan atau tidak. Sehingga langsung lanjut ke ideologi Sosialisme.

Di ideologi ini, semua berlandaskan kepada materi. Sehingga muncul teori penciptaan yang kita kenal dengan nama Big Bang. Lalu muncul juga teori evolusi Pak Darwin. Namun sayangnya kedua teori ini tidak dapat menjelaskan mengenai missing link dari kehidupan yang ada di bumi. Misalnya, bagaimana ceritanya awal si Big Bang yang dari sebuah bola kecil bermassa tak hingga yang meledak, hasil ledakannya bisa begitu teratur. Ilustrasinya, jika sebuah benda meledak, apakah hasil ledakannya akan berkumpul rapi di sebuah tempat dan membentuk rupa tertentu? Kan tidak!

Inilah missing link dari teori Big Bang jika disebutkan bahwa itu terjadi dengan sendirinya.

Teori Pak Darwin gak perlu lagi disebutkan di sini, tentu sudah pada tahu ya.

Dengan demikian, hanya menyisakan satu ideologi untuk menemukan apakah Tuhan itu ada atau gak.

Di Islam tentu saja Tuhan itu ada. Bahkan Tuhan wajib ada. Namun bila membahas Tuhan dari arahan Islam, tentu kita membutuhkan dalil. Nah di episode ini, seperti dibilang di awal tulisan ini, tidak dibutuhkan dalil untuk menemukan Tuhan. Kok bisa?

Ada tiga kaidah untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Kaidah itu adalah

  1. Adanya suatu benda menandakan adanya si pencipta

Jika kita melihat meja, tentu saja meja itu tidak ada begitu saja. Pasti ada yang membuat atau minimal menyusunnya. Nah dari meja itu kita tahu bahwa ada yang menciptakan meja. Jika kita mau lebih luas lagi, adanya alam semesta ini tentu juga ada yang menciptakan. Semua itu tidak terjadi dengan sendirinya.

2. Rupa yang dicipta tentunya berbeda dengan rupa si pencipta

Meja tentu bukan diciptakan oleh meja juga. Hape pun juga bukan diciptakan oleh hape. Gelas juga bukan diciptakan oleh gelas sendiri. Ketiganya diciptakan oleh manusia. Apakah bentuk atau rupa manusia sama dengan meja, hape atau gelas? Kan tentu tidak. Bentuk Tuhan pun begitu, tentunya berbeda dengan manusia sebagai ciptaannya, atau alam semesta dan seisinya yang juga sebagai ciptaannya. Rupa Tuhan seperti apa? Sebagai ciptaan tentu kita tidak tahu seperti apa rupa Tuhan kita.

3. Karakteristik pencipta terlihat dari hasil ciptaannya

Jika kita melihat gambar pemandangan dengan dua gunung, jalan berliku di tengah, rumah di kanan, sawah di kiri. Burung di atas gunung dan juga ada awan yang sejajar dengan burung, maka kita bisa tahu bahwa yang menggambar pemandangan tersebut adalah seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Jika kita melihat sebuah komputer canggih, tentu kita pun dapat menebak bahwa penciptanya tentu orang yang pintar, kreatif, canggih, dan tentunya kaya.

Nah jika kita melihat alam semesta ini apa persepsi kita? Indah? Teratur? Keren? Besar? Canggih? Cantik? Begitulah kira-kira pencipta alam semesta ini. Dia pasti indah. Dia pasti keren. Pasti besar. Pasti canggih dan pasti cantik. Malah kita bisa katakan bahwa Dialah yang paling dari semua hal yang kita sebutkan tadi.

Dari ketiga kaidah di atas kita bisa tahu bahwa Tuhan itu ada. Lalu kalau memang Tuhan itu ada, kira-kira karakteristiknya kaya gimana ya? Dari kaidah kedua dan ketiga ketemu kok karakteristik Tuhan itu. Jadi yah tinggal dicocok-cocokkan Tuhan mana yang paling sesuai dengan karakteristik tersebut.

Sebelum menjawab itu, kita butuh bukti bahwa Tuhan ada adalah kita harus memiliki cara untuk berkomunikasi dengannya. Ini persis kalau kita punya hape. Kita butuh cara untuk berkomunikasi dengan si pencipta hape. Dan cara itu adalah dengan membaca manual hape tersebut. Dengan demikian kita tahu tujuan hape itu dibuat dan juga apa saja manfaat hape tersebut dan tentunya kita tahu bagaimana menggunakannya.

Cara berkomunikasi dengan Tuhan pun harus dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak boleh ada perantara khusus yang memiliki kewenangan tertentu yang dapat melakukannya. Untuk itu dibutuhkan sebuah manual yang bisa dibaca oleh siapa pun oleh manusia di muka bumi ini. Di sebuah agama, bacaan seperti ini dikenal dengan kitab suci.

Jika sebuah kitab suci benar berasal dari Tuhan, tentu tidak ada satu pun pertentangan di dalamnya. Satu saja ada pertentangan di dalamnya, maka batal-lah statusnya menjadi kitab suci. Kebetulan di FAST KEY ini kita membahas tentang Islam dengan kitab sucinya Al-Quran. Ada dua ayat menarik di dalam Al-Quran yang isinya cukup sombong bahkan menantang pembacanya. Tentu saja siapa pun yang menulisnya tentu bukan sembarang penulis. Ayat itu adalah Surat Al-Baqarah ayat 2 dan ayat 23.

Dua ayat itu saja belum terbantahkan sampai sekarang, padahal Al-Quran sudah ada dan dibukukan selama 14 abad. Jadi benarlah bahwa Al-Quran itu memang datang dari Tuhan yang benar, dan Tuhan yang dimaksud itu adalah Allah.

Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan agama atau kepercayaan lain?

Selama pertanyaan pertama Apakah Tuhan itu ada sudah dijawab dengan jawaban iya, maka coba cek kitab sucinya, apakah ada pertentangan di dalamnya? Jika iya, maka seharusnya agama itu batal. Jadi silakan saja dibuktikan keabsahan kitab suci agama-agama yang sudah ada di dunia ini, jika memang tidak ada satu pun pertentangan, maka dia adalah kitab suci yang benar dan pastinya berasal dari Yang Maha Benar. Jika ada satu saja pertentangan di dalamnya, pasti itu bukan berasal dari Yang Maha Benar atau dengan kata lain salah.

Sederhana sekali ya dalam Islam ini. Silakan saja buktikan satu saja ayat Al-Quran yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan, dengan isi di dalamnya, dengan sejarah, bahkan dengan masa depan, maka sudah pasti Islam ini pun runtuh dengan sendirinya. Namun jika tidak bisa membuktikan bahwa ada yang salah atau bertentangan atau tidak sesuai dengan keadaan yang dijelaskan di dalamnya, berarti konsekuensinya kita harus taat donk apa pun isinya. Kan katanya semua isinya benar!

Episode #3 ini ditutup dengan kewajiban peserta untuk menghapal Surat Al-Baqarah ayat 23, yang disebutkan di atas tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.