Pengalaman Medical Check Up di International Medical Center Intercontinental Hotel

Sejak diberlakukannya aturan perjanjian kerja baru di perusahaan, maka masa berlaku medical check up (MCU) karyawan hanyalah satu tahun. Terakhir saya MCU adalah bulan Maret 2011. Ini berarti di bulan Mei 2012 ini, MCU saya sudah expired dan harus segera diperbaharui. MCU yang masih berlaku artinya saya bisa melakukan kunjungan ke lapangan yang saya harus lakukan dalam satu minggu ke depan.

Biasanya perusahaan tempat saya bekerja bekerja sama dengan klinik MCU di Manggala Wanabakti. Namun kali ini kerjasama dengan Manggala kabarnya masih dalam tahap negosiasi, sehingga sebagai gantinya ada alternatif lain yang dekat dengan Manggala, yaitu International Medical Center di Intercontinental Hotel. Dengan embel-embel hotel saya mengharapkan pelayanan yang lebih baik dari Manggala. Continue reading

Part Time Accountant

Manager saya di tempat saya bekerja menjuluki saya sebagai “part time accountant”. Itu karena dia beberapa kali membaca tulisan saya yang tidak berhubungan dengan pekerjaan saya sebagai akuntan. Dia membaca tulisan di berita website FC Throw In. Dia pun juga membaca draft tulisan saya untuk sumbangan tulisan ke majalah internal kantor. Jadilah saat ini saya dikenal sebagai part time accountant oleh teman-teman saya.

Beberapa minggu terakhir ini, saya pun aktif menelurkan tulisan baik di website FC Throw In maupun tulisan underground. Apa itu tulisan underground? Yaitu tulisan yang saya buat yang hanya dibaca oleh orang-orang yang memiliki pandangan terbuka. Jika tulisan tersebut dibaca oleh orang-orang yang berpandangan sempit, maka akan ada persepsi berbeda dari orang tersebut setelah membaca tulisan itu.

Continue reading

Script Gagal, Hahaha

Masih ingat script speech toastmasters yang saya buat kemarin? Hari ini script tersebut tidak berhasil secara sempurna. Apa yang saya bayangkan menjadi sebuah perbincangan hanya sukses di awal-awal saja, sampai pertanyaan “Sedang memakai mobil apa saat ini.” Selebihnya kacau balau, bahkan sampai waktu habispun saya tidak berhasil meyakinkan Ibu Ida bahkan hanya untuk melihat brosur yang saya tawarkan.

Tanggapan dari teman-teman toastmasters pun banyak menyerang saya. Dibilang saya kurang to the point dalam menawarkan produk, padahal memang projectnya menuntut saya agar bersabar dan tidak terburu-buru menawarkan produk saya. Bahkan saya dibilang pula mengambil skenario role play yang salah, karena saya memilih skenario dengan mengambil calon konsumen secara random. Menurut saya memang itu tujuan project ini, yang judulnya “Cold Call”. Artinya saya harus menawarkan barang mahal kepada konsumen yang paling tidak saat saya berbicara dengannya, dia belum membutuhkan produk yang saya tawarkan.

Continue reading

Script Speech Toastmasters

Besok, saya akan mencoba peruntungan saya untuk melakukan speech di acara meeting Toastmasters kantor. Untuk speech besok objective dari modul yang saya sedang kerjakan adalah menjadi salesman dan mencoba menjual sebuah produk yang harganya mahal. Awalnya agak sulit menemukan produk atau jasa yang ingin dijual yang berharga mahal. Karena saya tidak memiliki latar belakang seorang salesman, apalagi memiliki pengalaman menjual produk atau jasa yang mahal. Tapi karena modul ini menuntut demikian, maka saya pun akan mencoba dan mudah-mudahan besok berhasil.

Dalam speech kali ini saya dibantu oleh seorang rekan kerja yang juga anggota Toastmasters kantor untuk menjadi teman role play. Role play adalah percakapan yang diskenariokan tapi isinya tidak disetup atau dilatih terlebih dahulu. Jadi percakapan haruslah berjalan sesuai kondisi sebenarnya tanpa ada keadaan yang dibuat-dibuat. Agak beda dengan akting, di role play, orang yang berperan harus menjadi diri sendiri saat menghadapi situasi yang diskenariokan. Jadi tidak boleh menjadi karakter yang diinginkan oleh saya.

Continue reading

Karaokean Lagi

Setelah lebih dari setahun tidak pernah karaokean, akhirnya tanggal 5 April 2012 kemarin, saya pun berkaraokean dengan beberapa teman kantor (dan juga eks kantor). Karaokean itu diorganize oleh Adhit, salah seorang penyanyi kelas kakap dari kantor kami. Lokasi karaokean adalah di Vibe, dekat dengan lampu merah Kostrad, sebelum menuju Pondok Indah.

Lokasi di Vibe dipilih karena ada program diskon bekerja sama dengan Livingsocial dengan memberikan diskon ruangan sebesar 60%. Sebenarnya rencana untuk berkaraokean sudah dicetuskan jauh-jauh hari sebelumnya, namun karena tidak pernah ada aksi nyata, tidak pernah berlangsung acara tersebut. Jadi karena sudah keburu membeli voucher Vibe, maka acara karaokean pun ‘terpaksa’ dilakukan.

Continue reading

Introducing Fat Street Boys

Minggu lalu, di kantor kami ada sebuah kejutan di acara town hall meeting departemen. Selama ini town hall meeting hanya diisi oleh pemaparan target dan pencapaian yang sudah berhasil diraih. Biasanya sepanjang acara hanya diisi oleh presentasi pimpinan departemen ditambah dengan tanya jawab. Namun kali ini ada yang baru, yaitu pemberian penghargaan kepada rekan-rekan departemen yang berprestasi secara bisnis maupun yang punya prestasi unik. Seluruh penghargaan yang diberikan adalah 12 penghargaan, dengan enam merupakan prestasi bisnis, sedangkan enam lainnya merupakan prestasi unik. Salah satu penghargaan prestasi unik adalah Soundtrack terbaik dimana yang mendapat penghargaan adalah orang yang “suara”nya dapat terdengar dari ujung lantai yang satu hingga ujung lantai yang lain.

Seperti penghargaan grammy award maupun academy award, sebelum dibacakan nominasi biasanya disuguhkan dahulu potongan video untuk pengantar mengenai penghargaan tersebut. Video ini sengaja dibuat untuk acara oleh sebuah tim yang bernama Fat Street Boys. Tim ini menyuguhkan potongan video pengantar penghargaan dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para peserta town hall meeting pada hari itu.

Siapa Fat Street Boys?

Continue reading

Website Baru Klub Futsal

Kemarin, tanggal 7 Februari 2012 saya bertanya kepada teman-teman kantor yang juga dedengkot dari klub futsal FC Throw In apakah website FC Throw In ingin dijadikan domain sendiri dengan alamat www.fcthrowin.com. Mereka setuju sambil bertanya dari mana asal dana untuk membeli domain tersebut. Saya bilang bahwa uang kas FC Throw In cukup untuk membeli domain dan hosting sebesar 400 MB selama setahun.

Malamnya saya langsung melakukan pembelian domain dan hosting lewat Rumah Hosting. Sepanjang yang saya ketahui biaya jasa domain dan hosting dari website tersebut tergolong cukup terjangkau.

Continue reading

Satu Assist, Kemudian Cedera Lutut

Hari Kamis 19 Januari 2012 lalu akhirnya untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 saya kembali bermain bola. Memang bukan main bola di lapangan bola yang besar, tapi main bola di lapangan tertutup atau indoor yang lebih dikenal dengan nama futsal. Untuk menyambut come back tersebut, saya sudah menyiapkan sepatu futsal, kaos kaki panjang dan tidak lupa deker.

Saya tampil di pertandingan persahabatan FC Throw In melawan Supply Chain Management grup. Ini adalah pertandingan sesama rekan di kantor tempat saya bekerja. Saya memang tidak tampil sebagai starter, bahkan saya baru diturunkan menjelang babak pertama berakhir dan tampil beberapa menit di awal-awal babak kedua.

Continue reading

Saya Sudah Siap!

Hari ini kebetulan saya cuti kerja karena semalam mengurus Altina hingga subuh Cool. Saya baru benar-benar bangun mulai pukul 11 dan pukul 1 siang berangkat ke Senayan City untuk beli sepatu futsal.

Dari rumah sudah punya niat akan membeli sepatu futsal dengan merek League yang setahu saya ini adalah salah satu merek pakaian olahraga Indonesia. Di website Senayan City, outlet League terletak di lantai 3 nomor 76, terletak di antara lift dan tangga berjalan. Sayang sekali tidak ada program diskon di outlet tersebut sehingga saya harus membeli dengan harga penuh atau full price.

Continue reading

Membuat Website Bebas Blocking

Beberapa bulan yang lalu kebijakan berinternet di kantor saya tiba-tiba berubah. Banyak website yang tidak bisa diakses secara langsung dari internet kantor. Salah satu website tersebut adalah website saya ini. Untuk dapat mengakses website ini, ada “warning message” yang menyatakan bahwa jika saya membuka website ini ada kemungkinan melanggar kebijakan perusahaan tentang penggunaan internet.

Di bagian bawah “warning message” tersebut ada tulisan bahwa website ini belum memiliki kategori. Kesimpulan saya karena website ini belum memiliki kategori dan merupakan website baru, maka kebijakan berinternet di kantor saya memblock website ini sementara hingga mempunyai kategori atau menjadi website yang populer

Tentu saja saya jadi tidak berani melanjutkan setelah “warning message” tersebut muncul. Jika suatu saat saya ditanya apa keperluan bisnisnya mengakses website ini, maka saya tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menjawabnya. Continue reading