Saya dan Kereta

Pertama kali saya mengenal kereta adalah dari mainan kereta beserta relnya yang dibelikan Papa saya yang merupakan oleh-olehnya hasil belajar di luar negeri. Mainan tersebut sangat ekslusif, bahkan di beberapa film Holywood hanya keluarga super kaya yang memiliki mainan kereta semacam ini. Sayang mainan itu rusak seiring semakin besarnya saya. Saat ini saya tidak tahu lagi ada dimana bekas mainan saya tersebut.

Kereta asli yang pernah saya naiki pertama kali adalah kereta jarak jauh. Saya lupa waktu itu pergi kemana dan bareng siapa saja. Yang saya ingat waktu itu kereta yang saya naiki bangkunya berwarna hitam, ada busanya sedikit dan pastinya tidak memiliki air conditioner. Saya pun tidak ingat rasanya naik kereta waktu itu. Continue reading

Ide Pembenahan Transportasi di Jakarta (bagian 3)

Jika di tulisan pertama saya menjabarkan parameter penting transportasi publik di Jakarta dan di tulisan kedua menjabarkan tentang prioritas utama yang harus dibenahi dalam transportasi publik di Jakarta, maka tulisan ketiga ini akan membahas mengenai prioritas berikutnya yang harus dibenahi.

Apakah prioritas tersebut? Tidak bukan dan tidak lain adalah layanan Transjakarta atau yang banyak dikenal dengan sebutan busway (walaupun sebutan ini kurang pas dari segi terminologi bahasa). Busway mulai dioperasikan sejak tahun 2004 ketika periode Gubernur Sutiyoso. Sampai saat ini busway telah memiliki 11 koridor yang sudah mencakup hampir seluruh daerah di Jakarta. Bahkan mungkin jika ada orang yang menawarkan tur keliling Jakarta, maka busway pun bisa digunakan sebagai alat transportasinya.

Continue reading

Teknik Baru Pemerintah, Konverter Kit BBG

Kebijakan pembatasan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi yang ramai di awal tahun 2011 lalu akhirnya melempem sepanjang tahun 2011 akibat pemerintah tidak berani melakukan sesuatu untuk membatasi pemakaian BBM bersubsidi. Akibatnya pemakaian BBM bersubsidi membengkak walaupun hanya lebih 3% dari kuota APBN 2011.

Di awal tahun 2012 ini rupanya pemerintah kembali membuat wacana baru untuk pembatasan BBM bersubsidi. Wacana yang dikembangkan adalah konversi penggunaan BBM untuk kendaraan bermotor ke BBG (Bahan Bakar Gas). Mungkin pemerintah berkaca kepada kebijakan konversi minyak tanah ke LPG beberapa tahun lalu yang secara keseluruhan terbilang sukses walaupun banyak masalah yang terjadi di sana sini.

Continue reading

Impresi Awal Kopaja S-13

Akhirnya siang tadi abis makan siang saya mencoba untuk pertama kalinya naik Kopaja AC S-13. Saya naik Kopaja tersebut bareng teman kantor untuk kembali ke kantor yang jaraknya dari tempat saya naik hanya sekitar 1 – 2 km.

Untuk masuk ke Kopaja S-13 kita harus melewati pintu depan. Masuk ke bis langsung ada alat yang biasa digunakan di tempat wisata seperti dufan. Saya tidak tahu namanya, tapi lihat saja di sini di bagian kiri gambar. Awalnya agak repot juga melewati alat tersebut, tapi setelah didorong seperti di dufan, rupanya cukup mudah. Alat ini mungkin sebagai fungsi kontrol siapa-siapa saja penumpang yang masuk ke kopaja tersebut. Namun jika anak kecil melewati alat tersebut, maka dia bisa lolos tanpa harus mendorong alat tersebut.

Masuk ke bagian dalam bis saya langsung melihat susunan bangku yang lebih rapi dan empuk dan lega dibanding kopaja biasa dan sejenisnya. AC juga nyala dengan suasana mirip busway. Tempat pegangan tangan di tengah-tengah bis juga tersedia untuk orang yang berdiri. Yang pasti dari sisi fasilitas, kelas Kopaja AC ini sepertinya jauh lebih baik, bahkan impresi awal saya lebih baik daripada busway.

Continue reading